Senin, 12 Oktober 2026
10:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Betta enisae

Betta enisae

Bagikan:
Betta enisae
250px-Betta_enisae.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Anabantiformes
Famili: Osphronemidae
Genus: Betta
Spesies:
B. enisae
Nama binomial
Betta enisae
Kottelat, 1995

Betta enisae adalah salah satu jenis ikan cupang. Ikan ini adalah endemik Indonesia. Betta enisae pertama kali diperkenalkan pada tahun 1995 di mana habitat alami ikan ini di Kalimantan.

Habitat

Betta enisae ditemukan di perairan air tawar dengan pH yang berkisar antara 5,0 dan 6,8 dengan suhu air 23-26° celcius. Ditemukan di perairan tengah cekungan sungai Kapuas. Ikan ini mendiami hutan dan aliran sungai hidup di antara serasah daun di perairan dangkal serta sepanjang garis pantai.[2]

Pejantan ikan ini dapat mencapai ukuran maksimum 9 cm sedangkan betina 7–8 cm. Pejantan sedikit lebih besar dan lebih berwarna dibandingkan dengan betina. Ciri khas betta enisae ada pada tangkai yang terletak di bawah badan yang sekilas mirip arwana. Perilaku ikan ini jika mempunyai telur maka pejantan akan menyimpan telur di mulut pejantan sampai anak ikan ini cukup besar untuk dapat bertahan hidup.

Catatan Kaki

  1. ↑ Low, B.W. (2019). "Betta enisae". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2019 e.T91309778A91309791. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-2.RLTS.T91309778A91309791.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Pemeliharaan Betta enisae". 4 Desember 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan