Rabu, 30 September 2026
10:42 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Lili laut

Lili laut

Bagikan:
Crinoidea
Rentang waktu: Ordovician - sekarang
250px-Reef4318_-_Flickr_-_NOAA_Photo_Library.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Crinoidea, Apo Reef, dari Filipina
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Subfilum:
Kelas:
Crinoidea

Miller, 1821
Sub-kelas

Articulata (540 spesies)
†Cladida
†Flexibilia
†Camerata
†Disparida

Artikel takson sembarang
250px-Jimbacrinus_bostocki_MHNT_Gascoyne_Junction%2C_Western_Australia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jimbacrinus bostocki

Crinoidea (lili laut atau bakung laut) atau mamananti adalah suatu kelas binatang laut yang berbentuk seperti bunga lili. Nama ini diambil dari bahasa Yunani krinon yang berarti "lili" dan eidos yang berarti "berbentuk".[1] Mereka bisa hidup di perairan dangkal atau di kedalaman sampai 6.000 meter. Lili laut dewasa akan menempel di dasar laut dengan menancapkan tangkainya.[2] Crinoidea yang tidak bertangkai sering disebut bintang bulu[3] atau comatulids.[4]

Ciri fisik

Lili laut merupakan hewan makroskopis yang tidak memiliki kepala dan duri. Bentuk tubuhnya menyerupai leluhurnya, dengan bagian oral (mulut) menghadap ke atas. Tubuhnya terdiri dari kaliks, yaitu mangkuk kecil yang tersusun dari pelat kapur, serta lima buah tangan yang panjang dan lentur. Setiap tangan bercabang dua di pangkalnya, sehingga tampak seperti memiliki sepuluh tangan. Pada tangan-tangan tersebut terdapat barisan cabang kecil yang disebut pinula, berfungsi untuk menangkap makanan. Rangka tubuh lili laut terbuat dari kalsium karbonat yang berfungsi sebagai rangka internal untuk perlindungan dan penegak tubuh. Beberapa lili laut memiliki tangkai panjang yang digunakan untuk menempel pada bebatuan, serta cirri yang memanjang di ujung tangkai atau di bawah oral untuk membantu pelekatan. Terdapat pula celah ambulakral bersilia di oral lengan dan pinula. Sistem saraf lili laut berupa sistem saraf jala, dan mereka bernapas melalui insang kulit.[5]

Sifat hidup

Pergerakan

Crinoidea bergerak dengan cara:

Air masuk ke pori, saluran batu, saluran cincin yang dikelilingi otot melingkar, masuknya air akan menyebabkan kontraksi otot untuk menggerakkan kaki.

Proses Makan

250px-Expl0693_-_Flickr_-_NOAA_Photo_Library.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Crinoid bertangkai

Crinoidea makan dengan menyaring partikel kecil makanan dari air laut dengan menggunakan bulu seperti tangan. Bagian ini memiliki lendir yang lengket, yang akan menangkap makanan yang melewatinya. Setelah makanan tertangkap, akan di bawa ke celah ambulakral bersilia yang ada di lengan dan pinula, lalu dialirkan ke mulut. Secara umum, Crinoidea yang hidup di daerah dengan populasi plankton sedikit, akan memiliki cabang lengan yang lebih panjang dan banyak dibanding yang hidup di daerah dengan populasi plankton banyak.[6]

Crinoidea memiliki organ pencernaan yang berada di calyx. Makanan dibuang melalui anus yang di dekat mulut.

Reproduksi

  • Gonad ada ada di pangkal pinula tangan.
  • Pembuahan di air laut.
  • Telur dilekatkan pada pinula.
  • Menetas jadi larva vitellaria yang tidak makan, berenang bebas.
  • Selanjutnya turun dan melekat di substrat dan bermetamorfosis jadi larva bertangkai kecil (larva pentacrinoid) – 6 minggu.
  • Beberapa bulan kemudian, cirri terbentuk, mahkota melepaskan diri dari tangkai dan hidup bebas.

Informasi lain

  • Berwarna-warni indah pada laut tropik, krem pada laut dingin
  • Bintang bulu berenang bebas di daerah litoral (Antedon)
  • Lili laut bertangkai ada di laut dalam
  • Ada yang menempel pada tangkai, ada yang berenang bebas[7]
  • Saat larva simetri bilateral, saat dewasa simetri radial
  • Fertilisasi eksternal
  • Merupakan binatang nokturnal
  • Hidup berkoloni

Referensi

  1. ↑ Webster's New Universal Unabridged Dictionary. 2nd ed. 1979.
  2. ↑ "sea lily". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 14 Maret 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "feather star". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 14 Maret 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Ausich, William I.; Messing, Charles G. "Crinoidea". Tree of Life. Diakses tanggal 14 Maret 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Suraga, Ina. "Mengenal Lili Laut yang Hiasi Lautan Indonesia, Hewan atau Tumbuhan?". IDN Times. Diakses tanggal 2025-01-19.
  6. ↑ Barnes, Robert D. (1982). Invertebrate Zoology. Philadelphia, PA: Holt-Saunders International. hlm. 997–1007. ISBN 0-03-056747-5.
  7. ↑ Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Filum yang masih hidup dalam kerajaan Animalia
A
n
i
m
a
l
i
a
Diploblast
(Eumetazoa)
ParaHoxozoa
Planulozoa
Bilateria
(Triploblast)
  • (lihat di bawah↓)
Bilateria
Xenacoelomorpha
N
e
p
h
r
o
z
o
a
Deuterostomia
Ambulacraria
P
r
o
t
o
s
t
o
m
i
a
Ecdysozoa
Scalidophora
N+L+P
Nematoida
L+P
Panarthropoda
Tactopoda
S
p
i
r
a
l
i
a
Gnathifera¹
Platytrochozoa
R+M
Mesozoa
Rouphozoa¹
Lophotrochozoa
A+N
Lophophorata
Bryozoa
Brachiozoa
----
Kelompok utama
dalam filum
Filum dengan ≥5000 spesies yang masih hidup dicetak tebal
Lihat pula
Diploblast
Monoblastozoa (nomen dubium)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan