Kamis, 24 September 2026
11:29 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Catni

Catni

Penyedap asal Asia Selatan

Artikel ini berisi terlalu banyak gambar, bagan, atau diagram dibandingkan dengan keseluruhan teks. Mohon bantu memperbaiki artikel ini dengan mengubah bagan/diagram menjadi teks atau menghapus gambar yang tidak perlu. Lihat pedoman gaya tentang pemberian gambar. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Catni
250px-Chutneykarnataka.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Catni khas India Selatan
Nama lainChatni
Tempat asalIndia, Pakistan
DaerahAsia Selatan
Bahan utamagaram, cabai, asam jawa, daun ketumbar, tomat
250px-DakshinChutneys.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Catni disajikan di atas daun pisang. Cara penyajian tradisional India Selatan
250px-MangoChutney.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Catni mangga
250px-TomatoChutney.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Catni tomat
250px-Achar_e_chetnins.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Catni terung dan limau dari Goa
250px-Grinding_stone.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Alu dan lumpang tradisional untuk membuat catni di India
Artikel ini berisi tentang saus. Untuk musik asli Trinidad dan Tobago, lihat musik Chutney.

Catni atau chutney (bahasa Urdu:چٹنی, bahasa Hindi:चटनी caṭnī, bahasa Kannada:ಚಟ್ನಿ, bahasa Tamil:சட்னி satni, bahasa Bengali:চাটনী, bahasa Telugu:పచ్చడి pachadi) adalah sebutan untuk berbagai penyedap dan saus berbumbu rempah-rempah yang dibuat dari sayuran segar atau buah-buahan yang dilumatkan. Catni bisa dalam bentuk basah atau kering (biasanya berbentuk bubuk). Di India, catni dibuat untuk segera dikonsumsi sewaktu masih segar. Bahan-bahannya berasal dari daun-daun atau buah-buahan yang sedang musim.

Bumbu dapat berupa gula pasir, garam, bawang putih, bawang bombai, asam jawa, atau jahe. Rempah-rempah yang umum dipakai adalah biji klabet, ketumbar, jintan, atau getah inggu.

Catni secara tradisional dibuat memakai alu dan lumpang batu. Di India, lumpang untuk menumbuk catni disebut (kharal atau khal dalam bahasa Hindi, atau kal கல் dalam bahasa Tamil) atau batu datar yang disebut sil. Sebagai alu dipakai kayu atau batu berbentuk silinder yang disebut batta.

Bahan utama

Catni umumnya dibuat dari cabai hijau segar dalam takaran yang cukup banyak. Pada zaman sekarang, catni sayuran segar dibuat dengan menggunakan blender, dan tersedia chutney kemasan botol. Catni diberi nama berdasarkan bahan utama; catni dari daun ketumbar, misalnya, disebut catni ketumbar.

Di negara-negara beriklim sedang, catni kadang-kadang dibuat dari bahan-bahan lokal seperti buah apel dan persik.

Etimologi

Kata chutney berasal dari bahasa Persia chāshni (چاشنى) yang berasal dari çāshnik dalam bahasa Parthia. Keduanya merupakan akar kata yang sama untuk kata-kata dalam bahasa Persia seperti chāsht (چاشت) yang berarti bagian dari makanan.[1]

Sejarah

Pada awal tahun 1600, catni mulai dikirim ke Inggris dan Prancis, dan diperlakukan sebagai makanan mewah. Bahan untuk catni waktu itu berupa buah-buahan seperti mangga, apel, persik, dan asam jawa. Dimasak bersama cuka, gula, dan rempah-rempah, catni dibuat manis seperti selai dan dikemas dalam botol.

Pada abad ke-19, di merek-merek catni kemasan seperti Major Grey's atau Bengal Club dibuat di India dengan mengikuti selera orang Barat untuk dikapalkan ke Eropa. Di Eropa, catni antara lain dipakai sebagai saus untuk salad.

Catni berbagai daerah

Jenis-jenis catni yang umum di berbagai daerah di India:

Referensi

  • Weaver, William Woys. "Chutney." Encyclopedia of Food and Culture. Ed. Solomon H. Katz. Vol. 1. New York: Charles Scribner's Sons, 2003. 417-418. 3 vols.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Chutney.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan