Senin, 21 September 2026
03:23 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Cangik

Cangik

Cangik
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Wajangfiguur_van_karbouwenhuid_een_oude_vrouw_voorstellend_vermoedelijk_een_bediende_TMnr_1772-704.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tokoh pewayangan Jawa
Nama lainCangeh
Jenis kelaminwanita
Jabatanpunakawan
Karakteristikbertubuh kurus, ceking, dada mengkerut, suara melengking
Keistimewaanpendamping tokoh wayang putri

Cangik atau Cangéh adalah tokoh pewayangan Jawa, yang diceritakan sebagai seorang pelayan wanita pelawak kesayangan para penonton biasanya mengiringi kehadiran Sumbadra atau putri kelas atas lainnya. Meskipun perawakannya kurus, dadanya mengerut, dan penampilannya aneh, dia sangat mudah tersipu-sipu dan genit, dengan sisir yang selalu ia bawa sebagai buktinya. Suaranya tinggi, melengking dan seperti bersiul, karena dia tidak mempunyai gigi.

Peran

250px-04_Wayang_Punokawan_Gedog_Yogyakarta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tokoh terkenal dalam pewayangan seperti Limbuk, Cangik, Bancak, Doyok, dan Cantrik.

Cangik merupakan salah satu tokoh punakawan putri dalam tradisi wayang Jawa. Ia biasanya muncul dalam adegan kaputren, yaitu bagian cerita yang menggambarkan kehidupan putri atau permaisuri di istana. Kehadirannya berfungsi sebagai pendamping tokoh perempuan bangsawan, berbeda dengan punakawan ksatria seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong yang mendampingi tokoh laki-laki.[1] Tokoh Cangik biasa dimainkan dengan tokoh seperti Limbuk, Bancak, Doyok dan Cantrik. Selain berperan sebagai pengiring tokoh putri, Cangik juga menjadi sumber humor dalam pertunjukan wayang. Dialog dan interaksinya dengan Limbuk sering digunakan untuk mencairkan suasana dan menghibur penonton, sehingga tokoh ini memiliki peran penting dalam menjaga dinamika pementasan.[1]

Karakteristik

Karakter Cangik digambarkan sebagai perempuan tua yang berpengalaman, berpenampilan kurus, dengan suara melengking. Penampilannya sering digunakan sebagai simbol pengabdian dan kesederhanaan. Dalam pementasan, ia kerap tampil bersama anaknya, Limbuk, yang digambarkan sebagai perempuan muda bertubuh tambun.

Sebagai sosok ibu yang mengayomi. Ia juga dikenal genit, ditandai dengan sisir yang selalu dibawanya. Dalam pewayangan, hubungan antara Cangik dan anaknya, Limbuk, memiliki makna khusus, bukan sekadar kedekatan, melainkan ikatan yang menyerupai hubungan ibu dan anak. Kedudukan Cangik dan Limbuk sering disalahartikan sebagai pelayan atau pembantu. Namun, keduanya termasuk dalam jajaran punakawan putri, yaitu sahabat para permaisuri atau putri bangsawan. Peran mereka tidak hanya mendampingi, tetapi juga memberikan nasihat, menjaga rahasia, serta menjadi pendengar yang baik. Walaupun digambarkan sebagai tokoh dengan kedudukan rendah, Cangik dan Limbuk dianggap sebagai wanita terdidik yang memiliki pekerti luhur.[2]

Sumber

Referensi

  1. 1 2 Ikhwanudin, Iwa. "Siapa itu Cangik dan Limbuk dalam Konstelasi Pewayangan? - Radar Malioboro". Siapa itu Cangik dan Limbuk dalam Konstelasi Pewayangan? - Radar Malioboro. Diakses tanggal 2026-03-06.
  2. Warditya, Tastabila Maika. "Mengenal Cangik dan Limbuk: Anggota Punakawan yang Membantu Para Permaisuri - Radar Purworejo - Halaman 2". Mengenal Cangik dan Limbuk: Anggota Punakawan yang Membantu Para Permaisuri - Radar Purworejo - Halaman 2. Diakses tanggal 2026-03-06.
Ikon rintisan

Artikel bertopik wayang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan