Senin, 28 September 2026
06:43 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Cingkarabala

Cingkarabala

Batara Cingkarabala adalah putra bungsu Prabu Patanam, raja Dahulagiri, sebuah kerajaan tua yang hanya muncul pada era Kedewataan. Ia merupakan saudara kembar dari Batara Balaupata. Bersama kakaknya,ia adalah dewa raksasa penjaga pintu surga.

Pada masa itu diceritakan bahwa udara masih segar, manusia belum banyak dan hubungan antara manusia dan raksasa sangat dekat dengan para dewa di Kahyangan. Cingkarabala dan Balaupata berwujud Raksasa kembar, bersama Lembu Nandini dan Lembu Nandana. Suatu saat, Cingkarabala dan Balaupata bersama Lembu Nandini dan Lembu Nandana merencanakan untuk menyerbu Kahyangan.

Namun rencana tersebut didengar oleh Batara Surya, dewa matahari. Kemudian Batara Surya melaporkannya kepada Batara Guru yang saat itu masih belum lama menjabat sebagai raja Tribuana dan belum mengalami kelumpuhan. Batara Guru lalu meminta petunjuk kepada Sang Hyang Tunggal, pemomong para dewa. Sang Hyang Tunggal menyarankan Batara Guru untuk mencegah rencana putra-putra Dahulagiri tersebut. Batara Guru lalu turun untuk mendatangi Dahulagiri.

Pada saat itu Batara Guru sendirian dari puncak Gunung Mahameru, dan langsung mememui putra-putra raja Dahulagiri tersebut untuk mengingatkan mereka agar membatalkan rencana mereka untuk menyerbu Kahyangan. Namun apa yang dilakukan Batara Guru itu justru membuat putra-putra raja Dahulagiri marah dan kemudian mereka menantang Batara Guru untuk berperang. kemudian Batara Tejamaya (Togog) dan Batara Ismaya (Semar) yang mengetahui hal tersebut akhirnya menyusul Batara Guru untuk meredakan suasana yang panas.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan