Jumat, 06 November 2026
04:03 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Cakil

Cakil

Bagikan:
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Wajangpop_voorstellend_Cakil_TMnr_4833-67.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cakil

Cakil merupakan nama tokoh pewayangan Jawa, berwujud seorang raksasa dengan rahang bawah yang lebih panjang daripada rahang atas. Tokoh ini merupakan inovasi Jawa dan tidak dapat ditemui dalam kitab-kitab Itihasa dari India (kitab Ramayana dan Mahabharata).

Nama lain dari Cakil ini adalah Gendir Penjalin, Ditya Kala Carang Aking, Kala Klantang Mimis dan Ditya Kala Plenthong.

Dalam sebuah pertunjukan wayang, Cakil selalu berhadapan dengan Arjuna ataupun tokoh satria yang berada di gunung, hutan, atau sedang menjalani pertapaan. Tokoh ini biasanya keluar dalam adegan perang kembang pada pathet sanga di sebuah pagelaran wayang. Tokoh ini hanya merupakan tokoh humoristis saja yang tidak serius tetapi sebenarnya Cakil adalah perlambang tokoh yang pantang menyerah dan selalu berjuang hingga titik darah penghabisan karena dalam perang kembang tersebut Cakil selalu tewas karena kerisnya sendiri.

Karakteristik

Cakil―meskipun digambarkan sebagai tokoh antagonis dalam pewayangan―memiliki karakteristik yang menonjol. Ia dikenal berwatak energik dengan gerakan tangan dan kaki yang tidak pernah diam, serta memiliki sifat keras, sulit diatur, dan berbicara secara lugas tanpa memperhatikan etika. Selain itu, ia kerap berperan sebagai penghasut maupun pengintimidasi terhadap lawannya. Sebagai sosok raksasa, Buto Cakil ditampilkan lincah dan memiliki kemampuan bertarung yang khas. Keahliannya dalam pertempuran menjadikannya prajurit yang senantiasa ditempatkan di garis depan, khususnya di ujung formasi pertempuran, sehingga mempertegas perannya sebagai figur antagonis yang tangguh dan berpengaruh dalam lakon pewayangan.[1]

Cakil juga digambarkan memiliki sifat kesetiaan yang tinggi terhadap rajanya. Ia senantiasa melaksanakan perintah yang diberikan, bahkan ketika harus mempertaruhkan nyawanya di medan pertempuran.

Dalam lakon Perang Kembang, kesetiaan tersebut tercermin melalui tekadnya untuk menghadang siapa pun yang melintasi wilayah kekuasaannya, sesuai janji yang telah ia ucapkan kepada rajanya. Sikap ini membuatnya berani menantang Arjuna, meskipun akhirnya ia tewas oleh keris pusaka yang menjadi senjata lawannya. Peristiwa tersebut menegaskan peran Buto Cakil sebagai tokoh antagonis yang tidak hanya merepresentasikan kekerasan dan kelicikan, tetapi juga loyalitas tanpa syarat terhadap penguasa yang ia layani.[1]

Sejarah

Tokoh Cakil merupakan figur khas dalam tradisi Wayang Purwa yang tidak ditemukan dalam epos Mahabharata maupun Ramayana. Kehadirannya diyakini bermula pada masa Kerajaan Mataram sekitar tahun 1630 Masehi (1552 Saka), ditandai dengan candra sengkala Tangan Yaksa Satataning Janma. Para ahli wayang menyimpulkan bahwa penciptaan tokoh ini berlangsung pada masa pemerintahan Sultan Seda Krapyak, raja kedua Mataram.[2]

Dalam sejumlah versi cerita pewayangan, Cakil digambarkan sebagai putra Arjuna dari Dewi Anggraeni. Sosok Dewi Anggraeni dikenal sebagai perempuan cantik dan setia, dan dari ibunya inilah Cakil diwariskan sifat kesetiaan yang kuat. Kisah ini berhubungan dengan lakon yang menempatkan Dewi Anggraeni sebagai istri Prabu Palgunadi. Dalam cerita tersebut, Arjuna membunuh Palgunadi demi memenuhi ambisi dan nafsunya, sehingga menimbulkan tragedi yang kemudian melahirkan narasi tentang Cakil sebagai anak Anggraeni. Versi ini memperlihatkan kompleksitas tokoh Cakil, yang tidak hanya dipandang sebagai simbol keangkaramurkaan, tetapi juga sebagai figur yang memiliki garis keturunan dari seorang ksatria utama dan mewarisi nilai kesetiaan dari ibunya.[3]

Galeri

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Purwoko, Fiesta Inka. "Mengenal Tokoh Pewayangan Buto Cakil, Anak Arjuna yang Setia dan Enerjik". detikjogja. Diakses tanggal 2026-02-03.
  2. ↑ Media, Kompas Cyber (2024-01-28). "Keunikan dan Keistimewaan Cakil". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-02-03.
  3. ↑ Lantiva, Meitika Candra. "Mengenal Tokoh Wayang: Cakil, Sang Humoris di Ramayana - Radar Purworejo - Halaman 2". Mengenal Tokoh Wayang: Cakil, Sang Humoris di Ramayana - Radar Purworejo - Halaman 2. Diakses tanggal 2026-02-03.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan