Rabu, 28 Oktober 2026
20:49 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Yuyu Rumpung

Bagikan:

Yuyu Rumpung adalah seorang raksasa berkepala ketam/yuyu. Ia adalah salah satu penggawa kerajaan Alengka yang oleh Prabu Dasamuka ditempatkan di dalam samodra. Yuyu Rumpung sangat sakti. Ia dapat hidup di dalam air dan darat.

Ketika balatentara wanara laskar Ramawijaya sedang membuat tanggul untuk jembatan penyeberangan angkatan perangnya ke Alengka, Yuyu Rumpung menggangu pembuatan jembatan itu dengan meruntuhkan dasar tanggul. Akibatnya, berkali-kali wadya wanara membangun tanggul, sekian kali pula tanggul runtuh oleh perbuatan Yuyurumpung.

Apa yang diperbuat oleh Yuyu Rumpung, akhirnya dapat diketahui oleh kera bernama Pramujabahu/Kapi Sarpacita yang sedang melakukan penyelidikan. Perang seru terjadi. Prameya yang terdesak, dalam satu kesempatan dapat melilit tubuh Yuyu Rumpung dengan ekornya dan menariknya ke dataran. Akhirnya Yuyu Rumpung mati dalam pertempuran dengan kepala hancur.[1]

Referensi

  1. ↑ "YUYURUMPUNG | Mengenal Tokoh Pewayangan Jawa". YUYURUMPUNG | Mengenal Tokoh Pewayangan Jawa. Diakses tanggal 2021-10-15.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan