Senin, 05 Oktober 2026
04:56 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Biennio Rosso

Biennio Rosso

Bagikan:
Biennio Rosso
Bagian dari Revolusi 1917–1923
500px-Biennio_rosso_settembre_1920_Milano_operai_armati_occupano_le_fabbriche.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pekerja bersenjata menduduki pabrik-pabrik di Milan, September 1920
Tanggal1919–1920
LokasiItalia
SebabKrisis ekonomi Setelah Perang Dunia I, dengan pengangguran yang tinggi dan ketidakstabilan politik
MetodePemogokan massal, manifestasi pekerja serta percobaan manajemen mandiri melalui pendudukan tanah dan pabrik.
HasilPeriode revolusioner diikuti dengan reaksi keras milisi Baju Hitam Fasis dan akhirnya Pawai ke Roma oleh Benito Mussolini pada 1922.
Pihak terlibat

Revolusioner

250px-Biennio_Rosso.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pabrik-pabrik dijaga oleh Pengawal Merah pada 1920

Biennio Rosso (Bahasa Inggris: "Red Biennium" atau "Dua Tahun Merah") adalah periode dua tahun antara 1919 dan 1920, ketika konflik sosial yang hebat terjadi di Italia setelah Perang Dunia Pertama.[1] Periode revolusioner ini diikuti dengan reaksi keras milisi Baju Hitam Fasis dan akhirnya dengan Pawai ke Roma oleh Benito Mussolini pada 1922.

Peristiwa

250px-A_sociological_study_of_violence_in_history_%28Italy_1919-1922%29.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kajian sosiologis kekerasan di Italia (1919-1922) by penambangan teks. Lebar panah sebanding dengan jumlah tindakan kekerasan antar kelompok sosial. (Klik pada gambar animasi GIF yang besar untuk melihat evolusinya)

Di Turin dan Milan, dewan pabrik - yang oleh teoretikus Marxis, Antonio Gramsci anggap sebagai bentuk setara dengan soviet di Rusia[2] – dibentuk dan banyak pendudukan pabrik berlangsung di bawah kepemimpinan sosialis revolusioner dan anarko-sindikalis.[3] Agitasi juga meluas ke daerah dataran Padan dan disertai dengan pemogokan petani, kerusuhan pedesaan dan konflik bersenjata antara milisi sayap kiri dan sayap kanan.

Aksi industrial dan keresahan pedesaan meningkat secara signifikan: terdapat 1.663 pemogokan industri pada 1919, dibandingkan dengan 810 pada 1913. Lebih dari satu juta pekerja industri terlibat pada 1919, tiga kali lipat dari angka 1913. Tren ini berlanjut pada 1920, di mana terdapat 1.881 pemogokan industri. Pemogokan pedesaan juga meningkat tajam, dari 97 pada 1913 menjadi 189 pada 1920, dengan lebih dari satu juta petani yang terlibat aksi.[4][5] Pada 20-21 Juli 1919, pemogokan umum diserukan sebagai solidaritas terhadap Revolusi Rusia.[3]

Pada bulan April 1920, pekerja metal Turin, khususnya di pabrik Fiat, melakukan aksi mogok kerja menuntut pengakuan atas 'dewan pabrik' mereka, sebuah permintaan yang tidak didukung oleh Partai Sosialis Italia dan Konfederasi Umum Buruh (Confederazione Generale del Lavoro, CGL). 'Dewan pabrik' semakin melihat diri mereka sebagai model baru ekonomi yang dikendalikan secara demokratis yang menjalankan pabrik-pabrik industri, alih-alih sebagai alat tawar-menawar dengan para pengusaha.[6] Gerakan ini memuncak pada Agustus dan September 1920. Pekerja metal bersenjata di Milan dan Turin menduduki pabrik mereka sebagai tanggapan atas larangan bekerja oleh pengusaha. Pendudukan pabrik membentang meliputi "segitiga industri" Italia barat laut. Sekitar 400.000 pekerja metal dan 100.000 lainnya yang ikut ambil bagian.[6][7] Pada 3 September, 185 pabrik metal di Turin telah diduduki.[8]

PSI dan CGL gagal melihat potensi revolusioner gerakan ini; jika saja dimaksimalkan dan diekspansi ke seluruh Italia, transformasi revolusioner mungkin terjadi. Sebagian besar pemimpin sosialis senang dengan perjuangan di Utara, tetapi tidak berbuat banyak untuk memanfaatkan dampak pendudukan dan pemberontakan. Tanpa dukungan dan karena dikarantina, gerakan untuk perubahan sosial ini secara berangsur-angsur berkurang.[6]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Brunella Dalla Casa, Composizione di classe, rivendicazioni e professionalità nelle lotte del "biennio rosso" a Bologna, in: AA. VV, Bologna 1920; le origini del fascismo, a cura di Luciano Casali, Cappelli, Bologna 1982, p. 179.
  2. ↑ Bellamy & Schecter, Gramsci and the Italian State, p. 29
  3. 1 2 1918-1921: The Italian factory occupations and Biennio Rosso at libcom.org
  4. ↑ Gramsci: the Turin years, by Megan Trudell, International Socialism No. 114, April 2007
  5. ↑ Neufeld, Italy: school for awakening countries, p. 547
  6. 1 2 3 Pelz, Against Capitalism, pp. 126-28
  7. ↑ A Marxist History of the World part 76: Italy’s 'Two Red Years', Counterfire, May 20, 2012
  8. ↑ Bellamy & Schecter, Gramsci and the Italian State, pp. 51-52

Bacaan lebih lanjut

  • Giuseppe Maione, Il biennio rosso. Autonomia e spontaneità operaia nel 1919-1920, Bologna, Il Mulino, 1975
  • Giovanni Sabbatucci (a cura di), La crisi italiana del primo dopoguerra. La storia e la critica, Bari, Laterza, 1976
  • AA. VV., Le rivoluzioni sconfitte, 1919/20, a cura di Eliana Bouchard, Rina Gagliardi, Gabriele Polo, supplemento a "il manifesto", Roma, s.d. (ma 1993)
  • Roberto Bianchi, Pace, pane, terra. Il 1919 in Italia, Rome, Odradek Edizioni, 2006
  • Fabio Fabbri, Le origini della guerra civile. L'Italia dalla Grande Guerra al fascismo. 1918-1921, Torino, UTET, 2009.

Pranala luar

Templat:Revolusi anarkis

Aliran pemikiran
Libertarian
(Libertarianisme kiri)
Otoritarian
Religius
Varian regional
Bendera merah dikenal luas sebagai simbol sosialisme
Topik dan
isu utama
Konsep
Tokoh
a.16
a.18
a.19
a.20
a.21
Organisasi
Lihat pula
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan