Selasa, 29 September 2026
05:53 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Bank MAS

perusahaan asal Indonesia

PT Bank Multiarta Sentosa Tbk
250px-Bank_multiarta_sentosa.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
JenisPerseroan terbatas publik, anak usaha
BEI: MASB
IndustrIJasa keuangan
PendiriKeluarga Winoto dan Halim
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Danny Hartono
(Direktur Utama)
Hendrik Tanojo
(Komisaris Utama)[1]
Produk
MerekBebas
Layanan
PendapatanKenaikan Rp 1,95 triliun (2025)[1]
Kenaikan Rp 205,19 miliar (2025)[1]
Total asetKenaikan Rp 33,10 triliun (2025)[1]
Total ekuitasKenaikan Rp 4,10 triliun (2025)[1]
PemilikWings
Jumlah karyawan
1.191 (2025)[1]
IndukPT Danabina Sentana (52,67%)
PT Multi Anekadana Sakti (18,81%)
PT Halim Sakti (1,5%)[1]

PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (berbisnis dengan nama Bank MAS) adalah perusahaan perbankan swasta devisa yang berdiri sejak 1992 dan berkantor pusat di Jakarta. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2025, bank menengah beraset Rp 33 triliun ini memiliki 46 kantor cabang dan 127 ATM/CRM yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.[1]

Sejarah

Awal beroperasi

Sebagai salah satu bank pasca-Pakto 88, Bank Multiarta Sentosa didirikan pada 28 Juli 1992. Bank ini mulai beroperasi pada 11 Januari 1993, setelah mendapatkan izin Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1093/KMK.017/1992.[2] Dengan nama dagang awal MAS Bank, bank ini awalnya berkantor pusat di Jl. Sukarjo Wiryopranoto No. 2/B3,[3] yang belakangan pindah ke Jl. Suryopranoto 24A.[4] Setelah melalui sejumlah ekspansi, di tahun 2013 Bank MAS telah memiliki 2 kantor cabang dan 7 kantor cabang pembantu yang ada di Jakarta, Tangerang dan Surabaya.[2]

Mulanya Bank MAS dimiliki oleh dua keluarga bankir dan pebisnis, yaitu Winoto (Sucahyo, Hendra Gunawan dan Budi Afandi Winoto) dan Halim (Januarlis dan Jusuf Halim). Adapun persentase saham terbesar berada di tangan Sucahyo Winoto sebesar 50%.[5] Keluarga pertama merupakan bankir yang sebelumnya menjadi pemegang 19,93% saham dan direktur dari Overseas Express Bank,[6][7] yang kemudian dilepas pada tahun 1992 setelah bersengketa dengan pemegang saham lain.[8] Sementara itu, keluarga Halim diketahui sebagai pengusaha kimia dalam wadah PT Halim Sakti.[9] Belakangan struktur kepemilikan individu tersebut diubah menjadi tiga perusahaan, yaitu PT Danabina Sentana (70%), PT Multi Anekadana Sakti (20%) dan PT Halim Sakti (10%).[10]

Melalui Surat Keputusan Direktur Perizinan dan Informasi Perbankan Bank Indonesia No. 5/4/KEP.Dir.PIP/2003 tanggal 24 Desember 2003, Bank MAS mendapatkan izin tambahan untuk menjadi pedagang valas.[2] Meskipun operasionalnya berjalan relatif tanpa kendala sebagai bank yang sehat, Bank MAS saat itu tetap merupakan bank berskala kecil. Asetnya di tahun 2008 hanya sebesar Rp 545 miliar.[11]

Akuisisi Wings

Pada Desember 2013, salah satu grup perusahaan FMCG terkemuka di Indonesia, Wings Group masuk sebagai pemegang saham utama Bank MAS. Melalui PT Lumbung Artakencana, pemilik Wings (keluarga Katuari-Sutanto) menyuntikkan modal pada pengendali eksisting Bank MAS yaitu PT Multi Anekadana Sakti dan PT Danabina Sentana, dimana pasca-transaksi PT Lumbung Artakencana kini memegang masing-masing 84% dan 80% saham kedua perusahaan. Secara gabungan, persentase tersebut berarti membuat Wings menguasai 77% saham bank ini. Meskipun tidak lagi menjadi pengendali, keluarga Winoto tetap bertahan sebagai pemegang saham minoritas di PT Multi Anekadana Sakti dan PT Danabina Sentana,[5] maupun dalam manajemen perusahaan. Bisa dikatakan, masuknya Wings menandai kembalinya grup usaha tersebut di bidang perbankan, setelah sebelumnya sempat mendirikan dan memiliki Bank Ekonomi Raharja (kini Bank HSBC Indonesia) hingga dijual ke HSBC di tahun 2008.[12]

Lewat akuisisi senilai Rp 900 miliar ini,[5] Bank MAS mampu meningkatkan modalnya hingga Rp 1,05 triliun di akhir 2014.[1] Bank ini selanjutnya dikembangkan Wings untuk menjadi bank kelas menengah, dengan mulai mengembangkan produk-produk baru seperti ATM, kartu debit, internet banking, dan status bank devisa terhitung sejak 13 Juni 2016.[13] Fokus pemasaran Bank MAS ada pada segmen UMKM, ekosistem perusahaan dan karyawan Wings, dan kota-kota yang diharapkan memiliki potensi pertumbuhan tinggi.[5] Lewat ekspansi jaringan, per tahun 2018 Bank MAS sudah memiliki 31 kantor cabang di berbagai daerah seperti Medan, Palembang, Semarang dan Makassar. Bisnis bank pun terdongkrak dengan menunjukkan peningkatan pembiayaan dan pendanaan yang mencapai triliunan, yang naik pesat dibandingkan pra-akuisisi Wings dimana aset Bank MAS hanya dibawah Rp 1 triliun.[13]

Untuk menambah modalnya, pada tanggal 30 Juni 2021 Bank MAS melakukan go public di Bursa Efek Indonesia dengan melepas 186,17 juta saham (14,9%) seharga Rp 3.360/lembar. Dana yang diraup dalam IPO tersebut sebesar Rp 625 miliar, yang digunakan untuk pemenuhan modal bank menjadi Rp 3 triliun ditambah pengembangan layanan digital.[14] Adapun pencanangan bank untuk menjadi bank dengan layanan digital terkemuka dimulai di tahun 2024 lewat peluncuran aplikasi Bebas, yang fiturnya terus ditingkatkan di tahun 2025.[1]

Manajemen

Dewan Komisaris
  • Komisaris Utama: Hendrik Tanojo
  • Komisaris: Juwita E. Winoto
  • Komisaris Independen: Iwan Nataliputra
  • Komisaris Independen: Nancy Herawati
Dewan Direksi
  • Direktur Utama: Ho Danny Hartono
  • Direktur: Budi Afandi Winoto
  • Direktur: Fely Retnowati
  • Direktur: Edwin Ariono
  • Direktur: Rahmat B. Santoso
  • Direktur: Budi Setiawan

Produk dan layanan

Simpanan

  • Tabungan MASSaving
  • Tabungan SiMASter
  • Giro
  • Deposito

Kredit

  • Kredit Modal Kerja
  • Kredit Investasi
  • Kredit Konsumsi (KPR, KPA, Kredit Kepemilikan Kios/Ruko, KKB)

Devisa

  • Deposito Valas
  • Giro Valas
  • Remitansi
  • Ekspor-Impor

E-Banking

  • Bebas By Bank MAS
  • Internet Banking
  • Bank MAS ATM

Layanan dan Jasa

  • MAS Prioritas
  • Safe Deposit Box (SDB)
  • Sistim Kliring Nasional (SKN)
  • Transfer dana (RTGS, Online, BI-Fast)
  • Pembayaran Gaji
  • Penukaran Valuta Asing
  • Biller Payment (Pembayaran Tagihan, PAM, Telkom, PLN, dll) melalui ATM, mobile atau internet banking
  • QRIS

Referensi

Pranala luar

Bank sentral: Bank Indonesia
Sistem konvensional
Bank BUMN
Bank Pembangunan Daerah
Bank swasta
Bank Allo ·Bank Amar ·Bank ANZ Indonesia ·Bank Artha Graha Internasional ·Bank BNP Paribas Indonesia ·Bank Bumi Arta ·Bank Capital ·Bank CCB Indonesia ·Bank Central Asia ·Bank CIMB Niaga ·Bank CTBC Indonesia ·Bank Danamon ·Bank Digital BCA ·Bank DBS Indonesia ·Bank Ganesha ·Bank Hana Indonesia ·Bank HSBC Indonesia ·Bank IBK Indonesia ·Bank ICBC Indonesia ·Bank Ina ·Bank Index ·Bank Jago ·Bank J Trust Indonesia ·Bank KB Indonesia ·Bank Kasikorn Indonesia ·Bank Krom ·Bank Mayapada ·Bank Maybank Indonesia ·Bank Mega ·Bank Mestika ·Bank Mizuho Indonesia ·Bank MNC ·Bank Multiarta Sentosa ·Bank Nobu ·Bank Neo Commerce ·Bank OCBC Indonesia ·Bank of India Indonesia ·Bank OK! Indonesia ·Bank Panin ·Bank Permata ·Bank QNB Indonesia ·Bank Resona Perdania ·Bank Saqu Indonesia ·Bank Sahabat Sampoerna ·Bank SBI Indonesia ·Bank Seabank Indonesia ·Bank Shinhan Indonesia ·Bank Sinarmas ·Bank SMBC Indonesia ·Bank Superbank ·Bank UOB Indonesia ·Bank Victoria ·Bank Woori Saudara
Kantor cabang bank asing
Sistem syariah
Bank syariah BUMN
Bank syariah daerah
Bank syariah swasta
Unit usaha syariah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan