Senin, 21 September 2026
03:15 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Akademi Angkatan Laut

Akademi Angkatan Laut

universitas di Indonesia

Akademi Angkatan Laut
250px-Logo_AAL.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
MotoHree Dharma Shanti
JenisAkademi Militer
DidirikanOktober 10, 1951;74 tahun lalu (1951-10-10)
PengawasLaksamana Muda Sigit Santoso
DekanBrigadir Jenderal (Mar) Ena Sulaksana, S.E.
Lokasi,
WarnaBiru dan Putih
AfiliasiSistem Akademi Angkatan Bersenjata Nasional Indonesia
MaskotHiu dan Anjing Laut
Situs webwww.aal.ac.id

Akademi Angkatan Laut (AAL) adalah akademi militer TNI Angkatan Laut, komponen angkatan laut dari Sistem Akademi Angkatan Bersenjata Nasional Indonesia atau AKABRI. Kampusnya terletak di Surabaya, Jawa Timur dan melatih pria dan wanita untuk menjadi perwira Angkatan Laut, termasuk Korps Marinir Angkatan Laut, Penerbangan Angkatan Laut, dan cabang pendukung lainnya.

Sebutan Taruna AAL adalah “Kadet”, Calon Kadet Akademi Angkatan Laut merupakan lulusan SMA atau MA. AAL merupakan pendidikan ikatan dinas yang dibiayai oleh negara. Pendidikan AAL ditempuh selama 4 tahun dan setelah lulus dan dilantik menjadi Perwira Pertama berpangkat Letnan Dua, Kadet AAL berhak menyandang predikat sebagai Sarjana Terapan Pertahanan (S.ST.Han), Selama masa pendidikan, Kadet AAL tidak diperkenankan untuk menikah.

Satuan

  • Batalyon 1 Taruna (Macan Kumbang)
  • Batalyon 2 Taruna (Hiu Perkasa)
  • Batalyon 3 Taruna (Elang)
  • Batalyon 4 Detasmen Taruni (Gurita)

Sejarah

Institut Angkatan Laut (1951–1956)

Pada tahun 1951, Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) membuka Institut Angkatan Laut (IAL) berdasarkan Surat Keputusan Mentri Pertahanan Nomor: D/MP/279/1951 tanggal 29 Juni 1951. Kemudian disusul dengan S.K. Nomor: D/MP/313/51 tanggal 28 Juli 1951 yang memuat program pendidikan ALRI yang dilaksanakan secara mandiri.[1]

Secara Internal pendidikan di IAL sudah dimulai pada tanggal 10 September 1951 dengan Komandan IAL pertama adalah Mayor Pelaut R. S. Hadiwinarso. Akan tetapi, IAL baru diresmikan oleh Presiden R.I =Soekarno pada hari Rabu, 10 Oktober 1951, pukul 04.50 WIB.

Peresmian pembukaan IAL yang berlokasi di Morokrembangan Surabaya atau yag dikenal dengan nama Bumimoro ini disaksikan oleh para pejabat Pemerintah R.I, antara lain Menteri Pertahanan Sultan Hamengkubuwono IX, Sekjen Kementerian Pertahanan Mr. Ali Budiharjo, Menteri Penerangan Arnold Mononutu, KSAD Kolonel T.B. Simatupang, KSAL Kolonel R. Soebijakto, KSAU Komodor Soerjadarma, Gubernur, Pembesar Militer dan Sipil Jawa Timur.

Pada Angkatan I, IAL membuka 3 jurusan atau korps yaitu korps Navigasi, korps Teknik Mesin, dan korps Administrasi. Lama pendidikan ditentukan tiga tahun yang terbagi atas dua tahun teori dan satu tahun praktik. Pada pelajaran teori, sebagian besar diberikan oleh anggota Misi Militer Belanda (MMB) dan banyak menggunakan bahasa Belanda. Sedangkan untuk penggemblengan watak dan fisik diberikan oleh pihak ALRI sendiri. Satu tahun kemudian yaitu pada penerimaan Angkatan II, ditambah dua korps yaitu korps Komando (KKO) dan korps Elektronika.

Berdasarkan S.K. KSAL Nomor: G.11/10/8, tanggal 8 Juni 1954, diadakan perubahan pola pendidikan untuk Kadet Angkatan III. Pada Perubahan tersebut Kadet Angkatan III mendapatkan pelajaran teori selama tiga tahun yang diselingi dengan latihan praktik selama 5.5 bulan.

Akademi Angkatan Laut (1956–1965)

Pada tanggal 13 Desember 1956, IAL berubah menjadi Akademi Angkatan Laut (AAL) dengan sistem pendidikan tetap tiga tahun. Selanjutnya pada tahun 1961, karena sistem pendidikan tiga tahun dianggap terlalu singkat, maka diubah menjadi sistem pendidikan empat tahun. Prosentase pelajaran yang diberikan menjadi 73% pelajaran praktik/latihan serta teori kemiliteran/keangkatan lautan (profesi), dan 27% pengetahuan akademik (Iptek). Sedangkan sistem lima korps yang ada dilebur menjadi hanya tiga korps, yaitu korps Pelaut ( gabungan dari Pelaut, Teknik dan Elektro), Administrasi dan Komando/Marinir. Tiga korps ini disebut sebagai “sistem laut”.[1]

Menjelang akhir dari periode ini sistem laut dengan tiga korps disempurnakan lagi menjadi sistem jurusan terbatas (Limited Line System) atau dinamakan “Sistem Cikar Kemudi”, yang hanya terdiri dari korps Pelaut dan Marinir. Sistem ini hanya menghasilkan sebagian angkatan ke XI, dan seluruh angkatan ke XII dan XIII. Pada angkatan XI V dan XV, kembali diubah menjadi empat korps (Pelaut, Teknik, Elektronika, dan Marinir).

AKABRI Bagian Laut (1965–1984)

Pada tanggal 16 Desember 1965, telah diputuskan oleh Presiden R.I selaku Panglima Tertinggi ABRI/Panglima Besar Komando Operasi Tertinggi, tentang peresmian berdirinya Lembaga Pendidikan AKADEMI BERSENJATA REPUBLIK INDONESIA (AKABRI) berdasarkan Surat Keputusan No. 185/KOTI/1965. Dengan demikian, lembaga-lembaga pendidikan militer sebelumnya, AMN, AAL, AAU, dan AAK dihapuskan.[1]

Pada tanggal 5 Oktober 1966, dibentuklah markas Komando AKABRI di Jakarta yang merupakan badan pelaksana pusat dalam Departemen HANKAM. Berdasarkan S.K. WAPERDAM BIDANG HANKAM No. KEP/E/61/66, diangkatlah Mayor Jenderal TNI achmad Tahir, Gubernur AMN di Magelang. sebagai Komandan Jenderal AKABRI yang pertama.

Pada tanggal 29 Januari 1967, diselenggarakan upacara pembukaan tahun akademi AKABRI Tingkat I atau AKABRI Bagian Umum yang bertempat di Magelang. Berada satu atap dengan AKABRI Bagian Darat (perhubahan dari AMN sebelum integrasi). Selanjutnya, AAL menjelma menjadi AKABRI Bagian Laut, AAU menjelma menjadi AKABRI Bagian Udara, AAK menjelma menjadi AKABRI Kepolisian.

Dalam kaitannya dengan upaya integrasi, kegiatan-kegiatan pendidikan utama yang bersifat integrasi mendapatkan perhatian serius yang meliputi: Pendidikan Dasar Prajurit, Latihan Integrasi Taruna Weda, dan Kegiatan Pekan Olah Raga Bersama. Periode ini menghasilkan lulusan angkatan ke XVI s/d angkatan ke XXXI.

Akademi TNI Angkatan Laut (1984–sekarang)

Berdasarkan Keputusan Pangab No. Kep/29/X/1984, tanggal 10 November 1984, AKABRI Bagian Laut berubah menjadi Akademi TNI Angkatan Laut disingkat AAL.[1]

Dalam perkembangan lebih lanjut, AAL menetapkan pola kurikulum 5 bulan + 3 tahun + 7 bulan. Beban studi dihitung dalam satuan kredit semester (SKS) yang dilaksanakan berdasarkan SKep. KASAL nomor: SKep/331/III/1999, tanggal 2 Maret 1999, tentang kurikulum pendidikan Mapwa TNI AL dan Dikpasis. Dan Sejak tahun 2003, Korps Administrasi diubah menjadi Korps Suplai. HUT AAL sesuai Perkasal NO. 77/X/2009 memutuskan hari AAL tanggal 10 Oktober 1951.[2]

Validasi Seklem AAL

Hasil validasi organisasi AAL sesuai Perkasal Nomor 16 Tahun 2020 tanggal 8 April 2020 yang semula jabatan Sekretaris Lembaga (Seklem AAL) dijabat oleh seorang Perwira Menengah TNI AL berpangkat Kolonel, kini dijabat oleh seorang Perwira Tinggi TNI AL berpangkat Bintang Satu atau Laksamana Pertama/Brigadir Jenderal.[3] Seklem AAL adalah unsur staf dan pelayanan yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur AAL yang mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan Inspektorat, Penjaminan Mutu, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Pembinaan Pengamanan, Pembinaan Kesekretariatan Umum, Pembinaan Penerangan dan Pembinaan Museum dilingkungan AAL.

Alutsista

Gubernur

  1. Mayor Pelaut Raden Soekamsi Hadiwinarso (1951–1953)
  2. Mayor (KKO) HW. Huhnholz (1953–1955)
  3. Mayor Pelaut Koen Djelani (1955–1959)
  4. Letkol Laut Frits Suak (1959–1961)
  5. Letkol Laut R. Soebijakto (1961–1964)
  6. Komodor Laut S. Prodjo Sukanto (1964–1966)
  7. Komodor Laut Soediarso (1966–1967)
  8. Komodor Laut R.E. Soeprapto (1967–1970)
  9. Laksamana Muda TNI Rudy Poerwana (1970–1973)
  10. Laksamana Muda TNI Hotma Harahap (1973–1976)
  11. Laksamana Muda TNI Kumoro Utoyo (1976–1977)
  12. Laksamana Muda TNI M. Mardiono (1977–1983)
  13. Laksamana Muda TNI Soegiyatmo (1983–1986)
  14. Mayor Jenderal (KKO) Edy Hidrosin (1986–1988)
  15. Mayor Jenderal (KKO) Winanto (1988–1990)
  16. Laksamana Muda TNI Tonny Soekaton (1990–1992)
  17. Laksamana Muda TNI FX Murdjijo (1992–1993)
  18. Laksamana Muda TNI Warsono HP (1993–1995)
  19. Laksamana Muda TNI Abu Hanifah Hasanudin (1995–1996)
  20. Mayor Jenderal TNI (Mar) Sudarsono Kasdi (1996–1998)
  21. Laksamana Muda TNI Reno Maurits Silitonga (1998–1999)
  22. Laksamana Muda TNI Frits A.C. Mantiri (1999–2001)
  23. Laksamana Muda TNI Wahyuno Sudjadi (2001–2002)
  24. Laksamana Muda TNI Wahyu Sasongko (2002–2003)
  25. Mayor Jenderal TNI (Mar) Nono Sampono (2003–2006)
  26. Mayor Jenderal TNI (Mar) Agung Widjajadi (2006–2008)
  27. Laksamana Muda TNI Sudjatmiko (2008)
  28. Laksamana Muda TNI Mochamad Jurianto (2008–2009)
  29. Laksamana Muda TNI Didi Setiadi (2009–2010)
  30. Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto (2010–2010)
  31. Laksamana Muda TNI Hari Bowo (2010–2010)
  32. Laksamana Muda TNI Ade Supandi (2010–2011)
  33. Laksamana Muda TNI Agus Purwoto (2011–2012)
  34. Laksamana Muda TNI Herry Setianegara (2012–2013)
  35. Laksamana Muda TNI I Nyoman Gede N. Ary Atmaja (2013–2014)
  36. Laksamana Muda TNI Achmad Taufiqoerrochman (2014)
  37. Mayor Jenderal TNI (Mar) Guntur Irianto Cipto Lelono (2014–2016)
  38. Laksamana Muda TNI Wuspo Lukito (2016–2018)
  39. Laksamana Muda TNI Muhammad Ali (2018–2019)
  40. Laksamana Muda TNI Edi Sucipto (2019–2020)
  41. Laksamana Muda TNI Tunggul Suropati (2020–2021)
  42. Mayor Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah (2021–2022)
  43. Laksamana Muda TNI Denih Hendrata (2022–2023)
  44. Mayor Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi (2023-2023)
  45. Laksamana Muda TNI Supardi, S.E., M.B.A., CHRMP. (2023-2024)
  46. Laksamana Muda TNI Dato Rusman Sutan Nurdin, S.E., M.Si (2024-2025)
  47. Laksamana Muda TNI Sigit Santoso (2025-Sekarang)

Adhi Makayasa

Artikel utama: Adhi Makayasa

Penghargaan tahunan kepada lulusan terbaik dari setiap matra TNI dan POLRI.

Lihat pula

Referensi

Pranala luar

Staf
Pimpinan
Pembantu Pimpinan
120px-Insignia_of_the_Indonesian_Navy.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Komando Utama Pembinaan
Komando Utama Operasi
    • Kotama Ops
Komando Pendidikan
Badan Pelaksana Pusat
Pusat
Dinas Militer
Pendidikan
Kemendagri
Kementerian ESDM
Kemenkum
Kemenpar
Kemenkeu
Kementerian KKP
Kemenkes
Komdigi
Kemenhub
Matra Darat
Matra Laut
Matra Udara
Kemenperin
Kemhan
Kementan
Kementerian PU
Kemendag
Kemnaker
Kemensos
Kementerian ATR/BPN
Polri
BATAN / BRIN
BPS
BSSN
BIN
BMKG
LAN
Perguruan tinggi di Jawa Timur
Kabupaten Bangkalan
Negeri
Swasta
Kabupaten Banyuwangi
Negeri
Swasta
Kabupaten Bojonegoro
Swasta
Kabupaten Gresik
Swasta
Kabupaten Jember
Negeri
Swasta
Kabupaten Jombang
Swasta
Kabupaten Kediri
Swasta
Kabupaten Lamongan
Swasta
Kabupaten Madiun
Negeri
Kabupaten Malang
Negeri
Swasta
Kabupaten Mojokerto
Swasta
Kabupaten Pacitan
Negeri
Swasta
Kabupaten Pamekasan
Negeri
Swasta
Kabupaten Pasuruan
Swasta
Kabupaten Ponorogo
Negeri
Swasta
Kabupaten Probolinggo
Swasta
Kabupaten Sampang
Negeri
Kabupaten Sidoarjo
Negeri
Swasta
Kabupaten Sumenep
Swasta
Kabupaten Tuban
Swasta
Kabupaten Tulungagung
Negeri
Swasta
Kota Batu
Negeri
Kota Blitar
Negeri
Swasta
Kota Kediri
Negeri
Swasta
Kota Madiun
Negeri
Swasta
Kota Malang
Negeri
Swasta
Kota Surabaya
Negeri
Swasta
Lihat juga: Daftar perguruan tinggi di Jawa Timur: Negeri dan swasta (Indonesia)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan