Senin, 21 September 2026
05:29 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Wallacea

Wallacea

250px-Wallacea-id.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
     Subkawasan Sulawesi: Pulau Sulawesi, Kepulauan Talaud, Sangihe, Togian, dan Sula      Subkawasan Maluku: Pulau Morotai, Halmahera, Bacan, Obi, Buru, Ambon, dan Seram      Subkawasan Nusa Tenggara: Pulau Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, Timor, dan Kepulauan Tanimbar

Wallacea adalah kawasan biogeografis yang mencakup sekelompok pulau-pulau dan kepulauan di wilayah Indonesia bagian tengah, terpisah dari paparan benua-benua Asia dan Australia oleh selat-selat yang dalam. Nama Wallacea sendiri diambil dari seorang naturalis Alfred Russel Wallace yang telah mendeskripsikan batas-batas biologis kawasan zoogeografis yang dikenal sebagai Garis Wallace.[1]

Wallace menyadari ada perbedaan karakteristik antara hewan-hewan di Kalimantan dan Sulawesi maupun di Bali dan Lombok, meskipun pulau-pulau tersebut berdekatan. Ia mengajukan teori bahwa ada garis tak kasatmata yang membujur antara Kalimantan dan Sulawesi dan Bali dan Lombok, yang memisahkan fauna dari pulau-pulau tersebut.[2]

Wallacea adalah zona transisi antara daerah biogeografis Indo-Malaya Raya dan Australasia. Jutaan tahun berada dalam relatif isolasi menghasilkan fauna endemik yang luar biasa untuk berkembang di sini.[2] Kawasan Wallacea meliputi pulau-pulau Sulawesi (yang terbesar di kelompok ini), Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, Timor, Halmahera, Buru, Seram, serta banyak pulau-pulau kecil di antaranya. Secara umum dapat dikatakan bahwa kawasan Wallacea memuat seluruh Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku. Wilayah ini terletak di antara Paparan Sunda atau Dangkalan Sunda di barat, dan Paparan Sahul atau Dangkalan Sahul di timur. Total luas daratan kawasan Wallacea sekitar 347,000 km².

Di Wallacea terdapat 697 spesies burung, 249 (36%) di antaranya endemik. Di Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya, ada 328 spesies burung, 230 di antara tidak bermigrasi dan 97 spesies endemis, contohnya burung maleo.[2]

Provinsi dan pulau-pulau besar di Wallacea
Sulawesi
6 provinsi
Maluku Utara, termasuk Halmahera
Maluku, tidak termasuk Aru
Nusa Tenggara Barat
(Lombok, Sumbawa)
Nusa Tenggara Timur, termasuk
Komodo, Flores, Sumba, Timor Barat
Timor Leste (negara tersendiri)


Lihat pula

Referensi

  1. Coates, Brian and Bishop, K (2000). Panduan Lapangan Burung-Burung di Kawasan Wallacea. Brisbane, Australia: BirdLife International-Indonesia Programme & Dove Publications Pty. ISBN 979-95794-2-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. 1 2 3 Supriatna, Jatna (2017-10-15). "Wallacea: laboratorium hidup evolusi". The Conversation (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-25.

Bacaan lanjutan

  • Abdullah MT. (2003). Biogeography and variation of Cynopterus brachyotis in Southeast Asia. PhD thesis. University of Queensland, St Lucia, Australia.
  • Corbet, GB, Hill JE. (1992). The mammals of the Indomalayan region: a systematic review. Oxford University Press, Oxford.
  • Hall LS, Gordon G. Grigg, Craig Moritz, Besar Ketol, Isa Sait, Wahab Marni and M.T. Abdullah. (2004). Biogeography of fruit bats in Southeast Asia. Sarawak Museum Journal LX(81):191–284.
  • Wilson DE, Reeder DM. (2005). Mammal species of the world. Smithsonian Institution Press, Washington DC.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik geografi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan