Minggu, 04 Oktober 2026
04:03 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Pulau Obi

Pulau Obi

pulau di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara

Bagikan:
40px-Text_document_with_red_question_mark.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sumber referensi dari artikel ini belum dipastikan dan mungkin isinya tidak benar. Mohon periksa, kembangkan artikel ini, dan tambahkan sumber yang benar pada bagian yang diperlukan. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Untuk kegunaan lain dari Obi, lihat Obi.
Pulau Obi
250px-Obi_Islands_Topography.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Pulau Obi
osm-intl,7,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pulau_Obi&revid=30016238&groups=_aad0b31fc84350235da3f92cce41be74f7eb12be&parser=parsoid
Peta interaktif Pulau Obi
Geografi
LokasiIndonesia
Koordinat1°30′S 127°45′E / 1.500°S 127.750°E / -1.500; 127.750
KepulauanKepulauan Maluku
Luas3.048 km2
Pemerintahan
NegaraIndonesia
ProvinsiMaluku Utara
KabupatenHalmahera Selatan
Kota terbesarLaiwui(8.563 jiwa)
Kependudukan
Penduduk37.406 jiwa(31 Desember 2023[1])
Kepadatan12 jiwa/km2
Kelompok etnikTobelo, Galela, Buton

Pulau Obi atau bisa disebut juga Pulau Obira, merupakan pulau terbesar yang terletak di gugusan Kepulauan Obi. Pulau Obi dikelilingi oleh banyak pulau-pulau kecil, di antaranya Pulau Obilatu, Pulau Bisa, Pulau Gata-gata, Pulau Latu, Pulau Woka, dan Pulau Tomini.

Pulau Obi dibatasi oleh Laut Maluku di sebelah barat, Laut Seram di sebelah selatan, dan Selat Obi di sebelah utara dan di sebelah Timur. Pulau-pulau besar yang terdekat dengan Pulau Obi adalah Pulau Bacan di sebelah utara dan Pulau Seram di sebelah selatan. Topografi Pulau Obi secara umum berupa perbukitan dengan pesisir pantai yang pendek. Kondisi permukaan yang berbukit-bukit tersebut membuat Pulau Obi memiliki banyak mata air dan sungai-sungai yang berhulu di perbukitan. Selain itu, di bagian barat Pulau Obi terdapat Danau Karo yang merupakan danau terbesar di Pulau Obi.

Pulau Obi merupakan bagian dari Kabupaten Halmahera Selatan. Secara administratif, Pulau Obi berbatasan langsung dengan Provinsi Maluku di sebelah selatan dan Provinsi Papua Barat di sebelah timur. Menurut data Halmahera Selatan Dalam Angka tahun 2010, luas wilayah pulau Obi mencapai 3048 km2, di mana Pulau Obi dan pulau-pulau kecil disekitarnya dibagi ke dalam beberapa kecamatan dan tiap-tiap kecamatan di bagi ke dalam beberapa desa yang dipimpin oleh kepala desa, dengan tingkat pemerintahan yang paling rendah merupakan dusun yang dikepalai oleh kepala dusun.

Administratif

250px-Pulau_Mala-mala.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pulau Mala-mala

Pulau Obi merupakan bagian dari kabupaten Halmahera Selatan. Secara administratif, Pulau Obi berbatasan langsung dengan Provinsi Maluku di sebelah selatan dan Provinsi Papua Barat di sebelah timur. Menurut data Halmahera Selatan Dalam Angka 2010, luas wilayah pulau Obi mencapai 3.048 km2, di mana Pulau Obi dan pulau-pulau kecil di sekitarnya dibagi ke dalam beberapa kecamatan dan tiap-tiap kecamatan dibagi ke dalam beberapa desa yang dipimpin oleh kepala desa, dengan tingkat pemerintahan yang paling rendah merupakan dusun yang dikepalai oleh kepala dusun.

Demografi

Jumlah penduduk di Pulau Obi sebanyak 42.774 jiwa dengan kepadatan penduduk sebanyak 15 jiwa/km2 (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Halmahera Selatan, 2010). Penduduk asli Pulau Obi secara historis berasal dari rumpun etnis Tobelo–Galela yang telah lama mendiami wilayah tersebut. Dalam perkembangannya, Pulau Obi juga menjadi tempat bermukim berbagai kelompok etnis lain, seperti Ternate, Tidore, Makian-Kayoa, Buton, Bugis, Makassar, dan Jawa yang datang melalui proses migrasi, perdagangan, dan hubungan antarpulau di Maluku Utara.

Penduduk Pulau Obi tersebar di pesisir pantai tanpa adanya penduduk yang menetap di dataran tinggi. Pola persebaran penduduk tersebut disebabkan oleh suku-suku awal yang menetap di Pulau Obi bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Akan tetapi terdapat beberapa pemukiman di daerah perbukitan yang merupakan pemukiman pekerja tambang dan pemukiman temporer bagi petani cengkih yang digunakan saat panen cengkih.

Pendidikan

Menurut data dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan pada tahun 2011, rasio jumlah sekolah dasar di Pulau Obi sebesar 35%, rasio sekolah menengah pertama sebesar 36%, dan rasio jumlah sekolah menengah atas sebesar 21%. Sumber daya manusia masyarakat Obi memiliki jumlah sarjana yang cukup tersebar di berbagai wilayah Maluku Utara. Mayoritas penduduk menempuh pendidikan strata 1 di Ternate, Manado, Makassar dan Yogyakarta. Secara keseluruhan terdapat sekitar 1500 mahasiswa yang berasal dari Pulau Obi. Penduduk yang menempuh pendidikan pascasarjana sekitar 59 mahasiswa lulus pada akhir 2011. Mahasiswa yang diwisuda dari berbagai macam jurusan yaitu sektor akademik, pertambangan dan pemerintahan.

Kesehatan

330px-Rumah_Sakit_Obi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
RSUD Obi di Laiwui

Kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga medis di Pulau Obi ini masih sangat minim. Terdapat sebuah pusat kesehatan masyarakat dengan fasilitas rawat inap. Namun dari aspek infrastuktur belum memenuhi kebutuhan untuk pengobatan penyakit-penyakit tertentu. Hanya terdapat dua orang dokter yang bersifat paruh waktu dan enam orang paramedis yang terdiri dari mantri, bidan dan perawat. Kurangnya fasilitas dan tenaga medis berakibat pada tidak tertanganinya berbagai penyakit yang menyerang masyarakat. Fasilitas pelayanan kesehatan dapat digunakan setelah melalui urusan administratif yang rumit. Karena tiap pasien yang sakit harus dirujuk ke Pulau Bacan dengan melalui jalur laut.

Pertanian

Pulau Obi memiliki potensi sumber daya alam dalam sektor pertanian yang cukup melimpah. Hasil perkebunan yang dominan adalah cengkih, pala, kelapa dan lada. Untuk satu ton cengkih bisa menghasilkan uang sebesar 70 juta rupiah yang sudah dipotong biaya panen bagi petani cengkih di Pulau Obi.

Pertambangan

330px-Pelabuhan_Laiwui.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pelabuhan Laiwui

Pulau Obi selain memiliki potensi sumber daya alam dalam sektor pertanian, juga terdapat sektor pertambangan yang cukup baik. Potensi yang ada adalah tambang emas, batubara, nikel, semen, minyak bumi dll. Besarnya potensi ini berkorelasi terhadap besarnya kontribusi daerah Obi terhadap penerimaan Halmahera Selatan.

Tercatat, saat ini terdapat sejumlah perusahaan tambang yang beroperasi di Pulau Obi antara lain :[2]

  • Harita Nickel - pertambangan bijih nikel dan pengolahan nikel.
  • PT Wanatiara Persada – pertambangan bijih nikel
  • PT Obi Putra Mandiri - pertambangan bijih nikel
  • PT Mulia Putra Sejahtera - pertambangan bijih nikel
  • PT Serongga Sumber Lestari - pertambangan bijih nikel
  • PT Intim Mining Sentosa - pertambangan bijih nikel
  • PT Obi Mayor Nusantara - pertambangan bijih nikel
  • PT Budhi Jaya Mineral - pertambangan batu gamping
  • PT Cita Karya Sejahtera - Pertambangan dan eksplorasi batu gamping
  • PT Gamping Andhika Sejahtera - Pertambangan batu gamping
  • PT Bela Sarana Permai - pertambangan dan produksi bijih besi

Sektor pertambangan di Pulau Obi merupakan kontributor penting bagi perekonomian di Kabupaten Halmahera Selatan maupun Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan BPS, data Domestik Regional Bruto Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2024 , sektor pertambangan dan penggalian berkontribusi sebesar Rp3,44 triliun pada Domestik Regional Bruto Halmahera Selatan, dan Sektor pengolahan berkontribusi sebesar Rp11,49 Triliun. Pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Kabupaten Halmahera Selatan, menyumbang lebih dari tiga kali lipat dibanding sektor pertambangan. [3]

Pariwisata

Pulau Obi memiliki beberapa objek wisata alam yang sangat potensial untuk di kembangkan. Namun akibat ketidakmerataan pembangunan pariwisata di Obi tak terpublikasi atau terkelola dengan baik. Bentuk-bentuk tempat wisata di Pulau Obi cukup bervariasi seperti untuk memancing, snorkeling, diving dan kegiatan di air lainnya. Hal ini karena kekayaan laut Obi yang sangat kaya dan masih cukup terjaga. Beberapa tempat wisata yang dapat ditemui di Obi ialah pantai merah putih, Pulau sambiki, Pulau dua, Pulau santari, Pulau kadera, batu mogimpi dll.

Lihat pula

Rujukan

  1. ↑ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2023" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 1 Juni 2024.
  2. ↑ "ArcGIS Web Application". geoportal.esdm.go.id. Diakses tanggal 2025-07-09.
  3. ↑ Regency, BPS-Statistics Indonesia Halmahera Selatan. "Gross Regional Domestic Product of Halmahera Selatan Regency by Industry 2020-2024". halmaheraselatankab.bps.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-07-09.
Pulau pulau di Provinsi Maluku Utara
Kabupaten Halmahera Barat
Kabupaten Halmahera Selatan
Kabupaten Halmahera Tengah
Kabupaten Halmahera Timur
Kabupaten Halmahera Utara
Kabupaten Kepulauan Sula
Kabupaten Pulau Morotai
Kabupaten Pulau Taliabu
Kota Ternate
Kota Tidore Kepulauan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan