Rabu, 28 Oktober 2026
06:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Pengembala dan Biri-biri

Pengembala dan Biri-biri

Bagikan:
330px-Boycriedwolfbarlow.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi fabel karya Francis Barlow, 1687

Penggembala dan Biri-biri adalah salah satu Fabel Aesop, yang diberi nomor 210 dalam Perry Index.[1]

Fabel

Cerita tersebut berkisah tentang seorang penggembala yang berulang kali mengerjai warga desa dengan menyebut para serigala menyerang ternaknya. Saat seekor serigala benar-benar muncul, penggembala tersebut kembali meminta tolong tetapi warga desa meyakini bahwa itu adalah alarm palsu lainnya dan dombanya dimangsa oleh serigala tersebut. Dalam versi-versi puitis berbahasa Inggris pada masa berikutnya dari fabel tersebut, serigala tersebut juga memangsa penggembala tersebut. Ini terjadi dalam Fables for Five Year Olds (1830) karya John Hookham Frere,[2] dalam Aesop & Hyssop (1912) karya William Ellery Leonard,[3] dan dalam tafsirannya dari Aesop's Fables (1965) karya Louis Untermeyer.[4]

Referensi

Pranala luar

Fabel
Aesop
Apokrifa
Terkait
Adaptasi
layar
Adaptasi
cetak
Terjemahan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan