Minggu, 27 September 2026
16:55 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Sugiyono Mangunwiyoto

Sugiyono Mangunwiyoto

pahlawan nasional Indonesia

"Sugiono" beralih ke halaman ini. Untuk orang lain dengan nama yang sama, lihat Sugiono (disambiguasi).
Sugiyono Mangunwiyoto
250px-Sugiyono_Mangunwiyoto_1966_Indonesia_stamp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Informasi pribadi
Lahir(1926-08-12)12 Agustus 1926
Meninggal1 Oktober 1965(1965-10-01) (umur 39)
Sleman, Yogyakarta, Indonesia
MakamTaman Makam Pahlawan Kusuma Negara
Suami/istriSupriyati
Anak7
PekerjaanTNI
Penghargaan sipil
Pahlawan Revolusi
Karier militer
PihakIndonesia
Dinas/cabang40px-Insignia_of_the_Indonesian_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI Angkatan Darat
Pangkat40px-18-TNI_Army-COL.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kolonel Inf. (Anumerta)
SatuanInfanteri
Pangkat terakhirnya adalah Letnan Kolonel Inf., tetapi karena gugur dalam tugas, maka diberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi Kolonel Inf. (Anumerta).

Raden Sugiyono Mangunwiyoto (12 Agustus 1926 – 1 Oktober 1965)[1] adalah seorang pahlawan nasional Indonesia kategori Pahlawan Revolusi. Ia merupakan Kepala Staf Korem 072/Pamungkas yang menjadi korban dalam peristiwa 1965. Pangkat terakhirnya adalah Kolonel Inf. (Anumerta).

Kehidupan

Latar belakang

Kolonel Inf (Anumerta) R. Sugiyono Mangunwiyoto lahir di Gedaren Sumbergiri, Ponjong, Kabupaten Gunungkidul pada tanggal 12 Agustus 1926 dari pasangan Kasan Sumitrorejo seorang petani sekaligus perangkat desa dan R. Ngt. Sutiyah Semito Rejo dari Semanu, Kabupaten Gunungkidul.[2] Sugiyono anak ke-11 dari 14 bersaudara dan hanya dia yang menganut agama Kristen di keluarganya.[3]

Karier militer

Sugiyono sebenarnya memiliki cita-cita menjadi seorang guru. Guna mewujudkan cita-citanya itu, ia dengan tekun menempuh pendidikan di Sekolah Guru Pertama di Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Namun, sebelum ia selesai dalam pendidikan di Sekolah Guru, Tentara Jepang menduduki Tanah Air dan memberlakukan wajib militer bagi anak-anak muda. Ia terpaksa mengubur impiannya untuk menjadi seorang guru, dan mengikuti pendidikan sebagai tentara di Pembela Tanah Air (PETA). Selepas menyelesaikan pendidikan di PETA, ia diangkat sebagai Budancho (Komandan Peleton) di Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Selepas masa proklamasi, ia tergabung dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan mengawali karier sebagai komandan seksi. Ia kemudian diangkat menjadi ajudan Komandan Brigade 10 di bawah Letnan Kolonel Suharto pada tahun 1947.

Pada 1 Maret 1949 terjadi serangan umum terhadap Yogyakarta saat peristiwa Agresi Militer II. Ia turut serta dalam keberhasilan pasukan menghentikan agresi militer II tersebut yang mampu mengubah penilaian dunia internasional terhadap kekuatan RI.

Kehidupan pribadi

Keluarga

Kolonel Inf (Anumerta) Sugiyono menikah dengan Supriyati, seorang perawat di RS Bethesda. Pertemuannya dengan istrinya itu terjadi saat Kolonel Inf Sugiyono dirawat di RS Bethesda karena cedera atau sakit saat bertugas di medan perang. Lalu mereka menikah dan memiliki anak enam orang laki-laki:

  • R. Erry Guthomo (l. 1954)
  • R. Agung Pramuji (l. 1956)
  • R. Haryo Guritno (l. 1958)
  • R. Danny Nugroho (l. 1960)
  • R. Budi Winoto (l. 1962)
  • R. Ganis Priyono (l. 1963)
  • Seorang anak perempuan, Rr. Sugiarti Takarina (l. 1965), yang lahir 20 hari setelah jasad ayahnya ditemukan. Nama Sugiarti Takarina diberikan oleh Presiden Soekarno.

Penugasan militer

Keikutsertaan dia dalam Gerakan Operasi Militer (GOM) III dalam rangka memadamkan pemberontakan KNIL di wilayah Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Andi Aziz. Berpindah tempat dan berganti jabatan adalah hal yang lumrah dalam karier kemiliteran. Kariernya terus menanjak, hingga pada bulan Juni tahun 1965 ia berpangkat Letnan Kolonel, dan menjadi Kepala Staf Komando Resort Militer (Korem) 072/Pamungkas Kodam VII/Diponegoro di Yogyakarta, yang sekarang menjadi Kodam IV/Diponegoro. Saat itu Komandan Korem 072/Pamungkas adalah Kolonel Inf Katamso Darmokusumo.

Wafat

Sugiyono meninggal akibat pembunuhan.[4] Ia meninggal dunia di Kentungan, Yogyakarta pada tanggal 1 Oktober 1965 pada umur 39 tahun. Ia dimakamkan di TMP Semaki, Yogyakarta.[5]

Tanda jasa

Baris ke-1 Bintang Republik Indonesia Adipradana (10 November 1965)[6] Bintang Gerilya
Baris ke-2 Bintang Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun Satyalancana Perang Kemerdekaan I
Baris ke-3 Satyalancana Perang Kemerdekaan II Satyalancana G.O.M I Satyalancana G.O.M II
Baris ke-4 Satyalancana G.O.M IV Satyalancana Sapta Marga Satyalancana Satya Dharma

Riwayat jabatan

  • Danton (1945)
  • Komandan Seksi
  • Ajudan Danbrigade 10 Letnan Kolonel Suharto (1947)
  • Kastaf Korem 072/Pamungkas (1965)

Galeri

  • Kuburan Soegiono
    Kuburan Soegiono
  • Perangko Sugiyono Mangunwiyoto keluaran tahun 1966
    Perangko Sugiyono Mangunwiyoto keluaran tahun 1966

Referensi

  1. ↑ Iskandar, Muhammad Iqbal. "Biografi Singkat Kolonel Sugiyono, Korban G30S di Yogyakarta". tirto.id. Diakses tanggal 2026-09-07.
  2. ↑ "Kolonel Inf (Anumerta) Sugiyono, Pahlawan Revolusi Putra Gedaren Ponjong, Gunungkidul"
  3. ↑ "EBOOK RS. MANGUNWIYOTO"
  4. ↑ Tim Divisi Design dan Layout (2020). Saida, Elvira Amri (ed.). "Ini Pahlawan Revolusi G30SPKI: Peristiwa Penting Sejarah Indonesia" (PDF). Buletin Plasma Gess: 3. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2022-05-31. Diakses tanggal 2022-05-20.
  5. ↑ Adryamarthanino, Verelladevanka (2021-06-15). "Sugiyono Mangunwiyoto: Masa Muda, Kiprah, dan Kematiannya Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2023-01-17.
  6. ↑ Daftar WNI yang Menerima Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia 1959 - sekarang (PDF). Diakses tanggal 4 Oktober 2021.
Politik
Abdul Halim Majalengka · Abdul Kahar Mudzakkir ·Abdurrahman Wahid  · Achmad Soebardjo · Adam Malik · Adnan Kapau Gani · Alexander Andries Maramis · Alimin · Andi Sultan Daeng Radja · Arie Frederik Lasut · Arnold Mononutu · Djoeanda Kartawidjaja · Ernest Douwes Dekker · Fatmawati · Ferdinand Lumban Tobing · Frans Kaisiepo · Gatot Mangkoepradja · Hamengkubuwana IX · Herman Johannes · Idham Chalid · Ida Anak Agung Gde Agung · Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono · I Gusti Ketut Pudja · Iwa Koesoemasoemantri · Izaak Huru Doko · Johannes Leimena · Johannes Abraham Dimara ·Kasman Singodimedjo ·Kusumah Atmaja · Lambertus Nicodemus Palar · Mahmud Syah III dari Johor · Mangkunegara I · Maskoen Soemadiredja ·Mochtar Kusumaatmadja · Mohammad Hatta · Mohammad Husni Thamrin · Moewardi · Teuku Nyak Arif · Nani Wartabone · Oto Iskandar di Nata · Radjiman Wedyodiningrat · Rasuna Said · Saharjo · Samanhudi ·Soeharto  · Soekarni ·Soekarno · Sukarjo Wiryopranoto · Soepomo · Soeroso · Soerjopranoto · Sutan Mohammad Amin Nasution · Sutan Syahrir · Syafruddin Prawiranegara · Tan Malaka · Tjipto Mangoenkoesoemo · Oemar Said Tjokroaminoto ·Zainal Abidin Syah · Zainul Arifin
Militer
Kemerdekaan
Revolusi
Pergerakan
Sastra
Seni
Pendidikan
Integrasi
Pers
Pembangunan
Agama
Perjuangan
Abdul Kadir · Achmad Rifa'i · Andi Depu · Andi Mappanyukki · Aji Muhammad Idris · Aria Wangsakara · Baabullah · Bataha Santiago · Cut Nyak Dhien · Cut Nyak Meutia · Depati Amir · Hamengkubuwana I · I Gusti Ketut Jelantik · I Gusti Ngurah Made Agung · Ida Dewa Agung Jambe · Himayatuddin Muhammad Saidi · Iskandar Muda dari Aceh · Kiras Bangun · La Madukelleng · Machmud Singgirei Rumagesan · Mahmud Badaruddin II dari Palembang · Malahayati · Marsinah · Martha Christina Tiahahu · Nuku Muhammad Amiruddin · Nyai Ageng Serang · Opu Daeng Risadju · Paku Alam VIII · Pakubuwana VI · Pakubuwana X · Pangeran Antasari · Pangeran Diponegoro · Pattimura · Pong Tiku · Raden Mattaher · Radin Inten II · Ranggong Daeng Romo · Raja Haji Fisabilillah · Ratu Kalinyamat · Salahuddin bin Talabuddin · Sisingamangaraja XII · Sultan Agung dari Mataram · Sultan Hasanuddin · Teungku Chik di Tiro · Tuanku Imam Bonjol · Tuanku Tambusai · Teuku Umar · Tirtayasa dari Banten · Thaha Saifuddin dari Jambi · Tombolotutu · Tuan Rondahaim Saragih  · Untung Suropati · Zainal Mustafa
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan