Rabu, 30 September 2026
18:53 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Perjanjian Shimonoseki

Perjanjian Shimonoseki

traktat yang ditandatangani di aula Shunpanrō, Shimonoseki, Jepang pada 17 April 1895, antara Kekaisaran Jepang dan Kekaisaran Qing, mengakhiri Perang Tiongkok-Jepang Pertama

Bagikan:
Perjanjian Shimonoseki
330px-Japan_China_Peace_Treaty_17_April_1895.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Versi Jepang dari Perjanjian Shimonoseki, 17 April 1895
JenisTraktat
Ditandatangani17 April 1895
LokasiShimonoseki, Yamaguchi, Jepang
Efektif8 Mei 1895
Penandatangan
Pihak
PenyimpanMuseum Nasional Istana, Taiwan
Arsip Nasional Jepang
BahasaMandarin dan Jepang
250px-Treaty_of_Shimonoseiki.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hotel Shunpanrō tempat penandatanganan perjanjian

Perjanjian Shimonoseki (下関条約, Shimonoseki Jōyaku) adalah perjanjian antara Dinasti Qing dari Tiongkok dan Kekaisaran Jepang yang mengakhiri Peperangan Jiawu. Perjanjian ditandatangani 17 April 1895 dalam Konferensi Perdamaian Shimonoseki yang berlangsung dari 20 Maret hingga 17 April 1895 di kota Akamagaseki (sekarang disebut Shimonoseki), Prefektur Yamaguchi. Pihak Jepang diwakili Ito Hirobumi dan Mutsu Munemitsu, sedangkan pihak Dinasti Qing diwakili Li Hongzhang.

Perjanjian Shimonoseki dikenal juga sebagai Perjanjian Maguan (Hanzi tradisional: 馬關條約; Hanzi Sederhana: 马关条约; Pinyin: Mǎgūan tiáoyuē). Penandatanganan perjanjian ini menyebabkan tiga negara Eropa (Rusia, Jerman, dan Prancis) melakukan intervensi diplomatik pada 23 April 1895 agar Perjanjian Shimonoseki dikaji ulang yang membawa hasil Dinasti Qing tidak perlu menyerahkan Semenanjung Liaodong.

Berdasarkan perjanjian ini, Dinasti Qing setuju untuk melepaskan pengaruhnya secara penuh atas Dinasti Joseon yang mengubah nama menjadi Kekaisaran Korea. Selanjutnya, hak diplomatik Kekaisaran Korea dirampas dan Korea berada dalam zaman pendudukan Jepang dari tahun 1910 hingga 1945.

Ringkasan isi perjanjian

  • Dinasti Qing mengakui kemerdekaan dan otonomi Dinasti Joseon secara penuh dan tanpa syarat. Sebagai akibat kemerdekaan dan otonomi, pembayaran upeti, barang persembahan, dan formalitas ke Dinasti Qing dihapus untuk selamanya.
  • Dinasti Qing menyerahkan hak atas wilayah berikut, termasuk semua benteng pertahanan, gudang senjata, dan aset pemerintah yang terkait kepada Jepang.
  • Dinasti Qing menyerahkan Semenanjung Liaodong, Formosa, dan Kepulauan Pescadores.
  • Dinasti Qing membayar pampasan perang ke Jepang sebanyak 200 juta kùpíng tail emas (sekitar 300 juta yen).
  • Dinasti Qing harus membuka kota Shashi, Chongqing, Suzhou, dan Hangzhou untuk perdagangan, tempat tinggal, industri dan manufaktur Jepang

Berdasarkan Intervensi Tiga Negara, Jepang menerima tambahan ganti rugi atas penarikan pasukan dari Semenanjung Liaodong. Jumlah ganti rugi sebanyak 300 juta tail emas (450 juta yen) yang dibayar dalam jangka waktu tiga tahun dalam mata uang Pound sterling.

Lihat pula

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Treaty of Shimonoseki, 1895.
Peserta
Organisasi
Tokoh
Peristiwa
Konsep
Terkait
Sejarah
Awal
(1616–1683)
Kejayaan Qing
(1683–1839)
Akhir
(1840–1912)
Pangeran Qing

Pangeran Qing

Bendera Qing
Pemerintahan
Militer
Wilayah khusus
Istana &
mausoleum
Masyarakat &
budaya
Traktat
Mata uang
Uang logam
Uang kertas
Topik lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan