Selasa, 22 September 2026
01:18 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Taishang

Istilah informal bagi pengusaha Taiwan di Tiongkok Daratan

Taishang (Hanzi:臺商; Pinyin:Tái Shāng) adalah pengusaha Taiwan yang melakukan bisnis di Daratan Tiongkok.[1] Secara harfiah istilah ini ditransliterasikan ke dalam bahasa Indonesia sebagai "Pengusaha Taiwan". Tidak ada statistik resmi tentang jumlah Taishang yang melakukan usahanya di Tiongkok Daratan. Perkiraan tidak resmi yang beredar pada tahun 2011 menunjukkan bahwa antara 1 hingga 3 juta warga negara Republik Tiongkok (termasuk anggota keluarga) tinggal di Tiongkok daratan.[2]

Dampak ekonomi

Semakin banyak modal Taiwan yang diinvestasikan di daratan, semakin menjadi bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan ekonomi Tiongkok.[3] Oleh karenanya, Taishang merupakan kekuatan utama dalam integrasi ekonomi Tiongkok dengan ekonomi dunia yang lebih besar.

Setelah reformasi ekonomi meningkat, Tiongkok telah menarik sejumlah besar investasi langsung dari Taiwan dan sejumlah besar pengusaha, manajer dan profesional Taiwan secara bersamaan pindah ke Tiongkok. Tahun 2003, Tiongkok telah menggantikan kedudukan AS sebagai importir utama Taiwan.[4]

Perubahan pemerintahan di Taiwan pada Mei 2008 dan krisis ekonomi yang melanda pesisir Tiongkok pada akhir 2008 hingga berlanjut sepanjang tahun 2009, memaksa banyak pabrik di Taiwan untuk tutup atau pindah ke negara lain. Hal ini menyebabkan peningkatan Taishang dalam jumlah besar di Tiongkok daratan.[5]

Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok (MOC) dalam laporannya menyatakan bahwa investasi langsung Taiwan (Taiwan Direct Investment atau TDI) mencapai US$47,7 miliar hingga akhir tahun 2008. Komisi Investasi Kementerian Urusan Ekonomi Taiwan (MOEA) mengumumkan nilai investasi sebesar US$75,6 miliar. Sementara Dewan Urusan Daratan Taiwan (MAC) memperkirakan jumlahnya antara US$100 hingga US$150 miliar. Banyak sektor swasta di Taiwan memperkirakan valuasinya berkisar antara US$100 hingga US$200 miliar.[6]

Dampak politik

Secara keseluruhan, Taishang dipandang sebagai kelompok penting dalam aspek politik Taiwan dan dianggap secara luas mendukung integrasi ekonomi yang lebih dalam antara Taiwan dan Tiongkok daratan.[7][8][9][10] Taishang sebagai sebuah kelompok, diasumsikan secara luas mendukung partai KMT Taiwan yang pro Tiongkok Nasionalis.[11] Organisasi Taishang, Association of Taiwan Investment Enterprises on the Mainland atau Asosiasi Perusahaan Investasi Taiwan di Tiongkok Daratan (ATIEM), menyelenggarakan penerbangan ke Taiwan agar Taishang dapat memberikan suara dalam pemilihan umum Taiwan.[12] Pada kenyataannya, penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar Taishang tidak terlalu tertarik dengan jurnalisme media atau program televisi Tiongkok.[5] Hal ini karena persepsi menjadi lebih unggul dari Tiongkok membuat mereka enggan untuk terlibat dalam kegiatan bermasyarakat dan politik Tiongkok.[13]

Referensi

  1. Sullivan, Jonathan (4 November 2011). "Taishang in 2012: Still "business is business"?". nottspolitics.org (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2022-04-22. Diakses tanggal 22 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Kastner, Jean (8 Desember 2011). "Asia Times Online :: Politics seen in cheap China-Taiwan flights". atimes.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2011-12-07. Diakses tanggal 22 April 2022.{{cite web}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Shu Keng; Gunter Schubert (Maret–April 2010). "Agents of Taiwan-China Unification? The Political Roles of Taiwanese Business People in the Process of Cross-Strait Integration". Asian Survey (dalam bahasa Inggris). 50 (2): 287–310. doi:10.1525/as.2010.50.2.287.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Tseng Yen-Fen; Jieh-Min Wu (April 2011). "Reconfiguring citizenship and nationality: dual citizenship of Taiwanese migrants in China". Citizenship Studies (dalam bahasa Inggris). 15 (2): 265–282. doi:10.1080/13621025.2011.549728.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 Schubert, Gunter (2010). "The Political Thinking of the Mainland Taishang: Some Preliminary Observations from the Field". Journal of Current Chinese Affairs (dalam bahasa Inggris). 39 (1): 73–110. doi:10.1177/186810261003900104.
  6. Chen-yuan TUNG; Chia-ko HUNG (Desember 2012). "The Estimation of Aggregate Statistics for Taiwan-Invested Enterprises in China: 1988–2008". China: An International Journal (dalam bahasa Inggris). 10 (3): 119–132.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. "Beijing's Trojan Horse? China Policy Institute Blog". nottingham.ac.uk (dalam bahasa Inggris). 18 November 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-06. Diakses tanggal 22 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Jacobs, Andrew (12 Januari 2012). "Taiwan Vote Lures Back Expatriates in China". The New York Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 22 April 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. Steve Tsang (10 September 2012). The Vitality of Taiwan: Politics, Economics, Society and Culture (dalam bahasa Inggris). Palgrave Macmillan. hlm. 14. ISBN 978-1-137-00991-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. Murray Scot Tanner (30 Januari 2007). Chinese Economic Coercion Against Taiwan: A Tricky Weapon to Use (dalam bahasa Inggris). Rand Corporation. hlm. 111–112. ISBN 978-0-8330-4253-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. Kwok, Kevin (9 Februari 2012). "Fair Observer blog". fairobserver.com (dalam bahasa Inggris).
  12. Lee, Yimou; Hung, Faith (27 November 2014). "Special Report: How China's Shadowy Agency Is Working to Absorb Taiwan". Reuters (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 22 April 2022.{{cite news}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. Ping Lin (2013). "Taiwanese women in China: Integration and mobility in gendered enclaves". China Information (dalam bahasa Inggris). 27 (1): 107–123. doi:10.1177/0920203x12470321.
Peserta
Organisasi
Tokoh
Peristiwa
Konsep
Terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan