Rabu, 30 September 2026
20:40 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Konsensus 1992

Bagikan:

Konsensus 1992 (Konsensus Satu Tiongkok) adalah sebuah istilah yang merujuk pada hasil pertemuan tidak resmi antara perwakilan Republik Rakyat Tiongkok dari Daratan Tiongkok dan Republik Tiongkok dari Taiwan. Istilah ini bermakna bahwa kedua Tiongkok mengakui bahwa hanya ada satu Tiongkok, tetapi kedua belah pihak dibebaskan untuk menginterpretasikan definisi dari "satu Tiongkok" itu sendiri-sendiri.

Republik Rakyat Tiongkok mendefinisikan bahwa hanya ada satu kedaulatan Tiongkok dan RRT adalah satu-satunya perwakilan sah dari kedaulatan tersebut. Partai Guomindang dari Republik Tiongkok juga mendefinisikan hal yang sama, di mana Republik Tiongkok adalah satu-satunya perwakilan sah.[1]

Partai Guomindang (KMT) mengakui bahwa perjanjian tersebut benar-benar ada, sementara Partai Progresif Demokrat (PPD) membantah akan adanya perjanjian ini. PPD menganggap bahwa tidak adanya definisi yang tercipta dari pertemuan tersebut berarti tidak ada "konsensus". Mantan sekretaris jenderal Dewan Keamanan Nasional Taiwan, Su Qi, menyatakan bahwa ialah yang menciptakan istilah tersebut pada tahun 2000 menjelang penyerahan kekuasaan dari KMT kepada PPD.[2] PPD yang mendukung doktrin satu sisi satu negara menyatakan bahwa RRT dan Republik Tiongkok keduanya adalah negara yang sama-sama berdaulat.

Referensi

  1. ↑ "Ma refers to China as ROC territory in magazine interview". Taipei Times. 2008-10-08. Diakses tanggal 18 Januari 2016.
  2. ↑ "Tsai details DPP's cross-strait policies". Taipei Times. 2011-08-24. Diakses tanggal 18 Januari 2016.
Peserta
Organisasi
Tokoh
Peristiwa
Konsep
Terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan