Sabtu, 31 Oktober 2026
03:11 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Satu Sisi Satu Negara

Satu Sisi Satu Negara

Bagikan:

Doktrin Satu Sisi Satu Negara (Hanzi sederhana: 一边一国; Hanzi tradisional: 一邊一國; Pinyin: yī biān yī guó) adalah konsep yang dibuat oleh Presiden Republik Taiwan Chen Shui-bian mengenai Status politik Taiwan. Ia menyatakan bahwa Republik Rakyat Tiongkok dan Republik Taiwan adalah dua negara yang berbeda, bukannya dua entitas dalam satu "negara Tiongkok".

250px-%E8%87%BA%E7%81%A3%2C_%E4%B8%AD%E5%9C%8B%2C_%E4%B8%80%E9%82%8A%E4%B8%80%E5%9C%8B_One_Country_on_Each_Side%2C_TAIWAN_and_China_are_Two_Different_Sovereign_States.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Spanduk yang mendukung kebijakan "Satu Sisi Satu Negara" dalam sebuah demonstrasi di Taipei. Spanduk tersebut berarti "Taiwan-Tiongkok  • Satu Sisi Satu Negara, Kami Taiwan •Bukan Tiongkok".

Sejarah

Chen menggunakan istilah tersebut dalam konferensi Federasi Dunia Asosiasi Taiwan di Tokyo pada 3 Agustus 2000, di mana ia menyatakan perlu diperjelas bahwa "ketika Taiwan dan Tiongkok bersisian di Selat Taiwan, keduanya adalah negara berdaulat".[1] Pernyataannya yang dibuat dalam bahasa Hokkien, bukannya bahasa Mandarin, mengundang kritikan dari media Tiongkok daratan. Amerika Serikat juga menyayangkan konsep tersebut, karena dianggap melenceng dari komitmen Chen sebelumnya mengenai "Empat Tidak dan Satu Tanpa".[2]

Referensi

  1. ↑ "Extracted text of the telecast relating to cross-strait relations" (dalam bahasa Chinese). Mainland Affairs Council of Republic of China. 2002-08-03. Diarsipkan dari asli tanggal 2004-12-17. Diakses tanggal 2016-01-18. 台灣不是別人的一部分;不是別人的地方政府、別人的一省{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ↑ Taiwanese Leader Condemns Beijing, 'One China' Policy
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan