Sabtu, 10 Oktober 2026
11:04 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Respons imun

Respons imun

proses dalam sistem imun berupa respons terukur terhadap potensi ancaman dari eksternal

Bagikan:
330px-Immune_response2_ID.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perjalanan respons imun

Respons imun adalah reaksi sistem imun suatu organisme terhadap keberadaan benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Objek yang dianggap sebagai benda asing dapat berupa mikroorganisme seperti virus, bakteri, parasit, dan fungi, yang dapat menyebabkan masalah serius bagi kesehatan organisme inang jika tidak dibersihkan atau dieliminasi dari tubuh.[1]

Ada dua aspek berbeda dari respons imun, yaitu sistem imun bawaan dan sistem imun adaptif, yang keduanya bekerja sama untuk melindungi diri dari patogen. Respons imun bawaan—reaksi pertama tubuh terhadap benda asing—dikenal sebagai respons yang tidak spesifik dan bertindak cepat terhadap segala jenis patogen. Komponen respons imun bawaan mencakup penghalang fisik seperti kulit dan selaput lendir; sel-sel imun seperti neutrofil, makrofag, dan monosit; dan faktor terlarut seperti sitokin dan komplemen.[2] Di sisi lain, respons imun adaptif adalah respons imun yang menghadapi antigen spesifik dan dengan demikian membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengaktifkan komponen-komponen yang terlibat. Respons adaptif mencakup sel-sel seperti sel dendritik, sel T, dan sel B, serta antibodi (juga dikenal sebagai imunoglobulin) yang berinteraksi langsung dengan antigen dan merupakan komponen yang sangat penting untuk memberikan respons yang kuat terhadap patogen.[1]

Ketika suatu antigen yang spesifik pertama kali masuk ke dalam tubuh organisme inang, organisme ini akan menghasilkan sel T dan B efektor yang merupakan sel-sel aktif yang bertahan melawan patogen. Produksi sel-sel efektor akibat paparan antigen untuk yang pertama kali disebut respons imun primer. Sel T memori dan sel B memori juga diproduksi apabila patogen yang sama kembali memasuki tubuh organisme inang. Jika organisme inang terpapar kembali dengan patogen yang sama, respons imun sekunder akan muncul dan sistem imun dapat merespons dengan cepat dan kuat berkat sel-sel memori dari paparan pertama.[3] Vaksinasi adalah cara untuk memperkenalkan mikroorganisme yang dilemahkan, dinonaktifkan, atau dipecah komponennya untuk membangkitkan respons imun primer. Hal ini dilakukan sebagai persiapan agar jika terjadi paparan terhadap patogen yang sebenarnya, tubuh dapat mengandalkan respons imun sekunder untuk mempertahankan diri dengan cepat.[4]

Referensi

  1. 1 2 Sompayrac, Lauren (2019). How the immune system works (Edisi 6). Hoboken, NJ. ISBN 978-1-119-54219-3. OCLC 1083704429.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Rich, Robert R. (2019). Clinical Immunology: Principles and Practice (Edisi 5). [St. Louis, Mo.] ISBN 978-0-7020-7039-6. OCLC 1023865227.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ "Immune system – Evolution of the immune system". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-09.
  4. ↑ "Vaccine: Definition, Types, History, & Facts". Encyclopedia Britannica. Diakses tanggal 2020-03-09.
Konsep dalam penyakit infeksius dan penyakit menular
Determinan
Agen
Inang
Lingkungan
Penularan
Konsep dasar
Mode
Rute
Pemodelan
Tingkat kejadian
Tindakan pencegahan
dan pengendalian
Farmasi
Nonfarmasi
Infeksi baru
Lainnya


Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan