Kamis, 01 Oktober 2026
11:48 WIB
TERKINI
Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama
Pembalakan

Pembalakan

kegiatan memotong, mengolah, dan mengirim kayu ke tempat tujuan

Bagikan:
250px-Felling_a_gumtree_c1884-1917_Powerhouse_Museum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pohon Eucalyptus regnans sedang ditebang, di Australia antara tahun 1884-1917
250px-Thinning_timber_in_Hungary.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penebangan di Hungaria
250px-Joensuun_kanava2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rakit kayu di kanal Joensuu, 2009

Pembalakan[1] (bahasa Inggris:logging) adalah aktivitas yang mencakup tidak hanya penebangan pohon, tetapi juga transportasi dan pemrosesan di tempat (misal pemotongan hingga ukuran kecil).[2] Pohon yang dipotong tidak selalu batang utamanya, tetapi juga cabang yang berukuran besar dengan meninggalkan batang utamanya sehingga pohon tetap hidup; sedangkan penebangan pohon penuh berarti memanfaatkan semua bagian pohon yang berkayu.[3]

Pembalakan liar adalah istilah dalam kehutanan yang juga disebut dengan pencurian kayu,[4] termasuk aktivitas lainnya seperti transportasi, transaksi, dan pemrosesan kayu yang di luar ketentuan hukum. Prosedur penebangan sendiri bisa dikatakan ilegal jika akses masuk hutan didapatkan dengan cara korupsi, menebang spesies pohon yang dilindungi, atau menebang dalam jumlah melebihi yang diizinkan.[5]

Penebangan habis adalah istilah penebangan yang memanen kayu dalam area tertentu hingga bersih tanpa menyisakan satu pohon pun.[2]

Aktivitas menebang pohon yang memiliki nilai jual tinggi dan meninggalkan yang bernilai jual rendah, menebang pohon yang sudah matang dan meninggalkan yang muda, atau meninggalkan kayu yang berpenyakit atau rusak disebut dengan sistem tebang pilih (high grading) atau penebangan selektif.[6]

Penebangan yang tidak memotong batang utama dari pohon (penebangan cabang) harus memperhatikan sisa potongan di lokasi (serbuk gergaji, potongan daun) terutama jika penebangan dilakukan di daerah yang rawan kebakaran.

Ketika suatu area hutan terendam air akibat dibangunnya bendungan maka kayu dapat ditebang dengan metode penebangan kayu bawah air. Penebangan dapat menjadi lebih sulit (karena harus menyelam ke dalam air), dan lebih mudah (karena kayu langsung mengapung di atas air setelah ditebang). Contoh terkenal dari usaha penebangan bawah air ada di Danau Ootsa dan Danau Williston di British Columbia, Kanada[7] dan di Danau Volta, Ghana.

Transportasi kayu

Kayu yang telah ditebang biasanya ditransportasikan ke penggergajian kayu untuk dipotong menjadi potongan kayu, atau ke pabrik kertas untuk dijadikan pulp kayu yang kemudian dijadikan kertas. Banyak metode untuk memindahkan kayu, bisa diangkut dengan truk semi-trailer khusus, diapungkan di sungai dan mengikuti arus air, dan dengan kabel. Pemindahan kayu dengan diapungkan di badan air berisiko menenggelamkan beberapa kayu dari spesies yang berat jenisnya tinggi atau kayu yang mengandung resin dalam jumlah besar.

Transportasi kayu dengan kabel tinggi yang ditopang tiang-tiang juga sudah umum. Metode lainnya yaitu menggunakan helikopter ketika akses alat berat ke dalam hutan sulit atau tidak diizinkan.[8] Cara lainnya yang tidak umum seperti penggunaan hewan sebagai tenaga tarik dan balon.

Keselamatan

Pembalakan hutan merupakan pekerjaan yang berbahaya. Pada tahun 2008, di Amerika Serikat 93 jiwa dari sekitar 86.000 pekerja di industri penebangan kayu telah meninggal ketika bekerja.[9] Penebang kayu bekerja dengan peralatan berat mekanis di area yang tidak rata, bahkan licin. Penebang kayu juga berurusan dengan kondisi iklim yang bervariasi, dari ekstrem dingin hingga ekstrem panas. Lokasi klinik atau rumah sakit bisa jauh dari lokasi kerja sehingga pertolongan di tempat penting untuk dilakukan. Istilah widowmaker (pembuat janda) digunakan dalam industri kehutanan bagi kayu yang tidak jelas akan jatuh ke mana sehingga dapat membahayakan pekerja.

Di daerah British Columbia, Kanada, telah dibentuk lembaga keselamatan hutan BC Forest Safety Council pada September 2004, yang merupakan lembaga sosial nonprofit untuk mempromosikan keselamatan di sektor industri kehutanan.[10]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Pembalakan". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. 1 2 Society of American Foresters, 1998. Dictionary of Forestry.
  3. ↑ "ceres.ca.gov — Fire-Silviculture Relationships in Sierra Forests" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2006-09-26. Diakses tanggal 2013-08-28.
  4. ↑ "Virginia Tech: Dealing with Timber Theft". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-10-17. Diakses tanggal 2013-08-28.
  5. ↑ Illegal Logging.Info
  6. ↑ "Forest Matters: Just Say No to High Grading page 8" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2007-09-26. Diakses tanggal 2013-08-28.
  7. ↑ Triton Logging
  8. ↑ Helicopter logging or Heli-logging Diarsipkan 2009-06-04 di Wayback Machine., Forestry.com
  9. ↑ "NIOSH Logging Safety". United States National Institute for Occupational Safety and Health. Diakses tanggal 2010, 04-19.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  10. ↑ BC Forest Safety Council

Bahan bacaan terkait

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Logging.
Tipe hutan
Bedasarkan status
Bedasarkan fungsi
Bedasarkan iklim
Lain-lain
250px-12_year_old_restoration_plot_Doi_Suthep-Pui_National_Park_N._Thailand.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ekologi dan
manajemen
Lingkungan
Industri kayu
Pekerjaan
Kebijakan and
organisasi
Organisasi kehutanan
Kebijakan kehutanan
Lain-lain
Acara
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan