Biochar (arang hayati) adalah salah satu bentuk arang, yang terkadang dimodifikasi, yang ditujukan untuk penggunaan organik, seperti pada tanah.[1] Biochar merupakan sisa-sisa material berwarna hitam dan ringan yang tersisa setelah proses pirolisis biomassa, yang terdiri dari karbon dan abu. Terlepas dari namanya, biochar bersifat steril segera setelah diproduksi dan baru memperoleh kehidupan biologis setelah mengalami kontak, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, dengan biota. International Biochar Initiative mendefinisikan biochar sebagai "material padat yang diperoleh dari konversi termokimia biomassa dalam lingkungan yang terbatas oksigen."[2]
Etimologi
Kata "biochar" adalah neologisme bahasa Inggris akhir abad ke-20 yang berasal dari kata Yunani ' βίος ' (bios , kehidupan) dan ' char ' ( arang yang dihasilkan melalui karbonisasi biomassa). Biochar dikenal sebagai arang yang berpartisipasi dalam proses biologis yang ditemukan di tanah, habitat perairan, dan sistem pencernaan hewan.[3]
Referensi
- ↑ "BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional". BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional. Diakses tanggal 2026-08-23.
- ↑ WasteX (2023-08-22). "Apa itu Biochar? Penggunaan, Manfaat, dan Bagaimana Membuatnya". WasteX. Diakses tanggal 2026-08-23.
- ↑ "What is Biochar?". https://sustainabletravel.org/ (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-08-23.
{{cite web}}: Tautan eksternal dalam|website=