Senin, 26 Oktober 2026
18:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Hutan musim

Hutan musim

Bagikan:
500px-Pine_tree_forest_3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pohon pinus biasanya banyak terdapat di hutan musim

Hutan musim merupakan hutan yang terdapat di wilayah dengan musim kemarau yang cukup lama.[1] Hutan musim tumbuhannya cenderung bersifat homogen (sejenis).[1] Hutan musim juga dapat dikatakan sebagai hutan yang terdapat pada daerah yang suhu udaranya cukup tinggi dan mempunyai perbedaan antara musim hujan dan musim kemarau yang cukup jelas.[2] Tumbuhan yang dapat hidup di hutan musim adalah tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan musim kemarau dan musim hujan serta tahan terhadap kekeringan.[2] Pada musim kemarau, di hutan musim beberapa jenis tumbuhan tertentu menggugurkan daunnya seperti pohon jati. Sedangkan di musim hujan, tumbuhan tertentu menghijau kembali.[1] Hutan musim yang terdapat di daerah tropis biasanya memiliki ciri-ciri yaitu pohonnya jarang, ketinggian pohon biasanya antara 12-35 meter. Pada musim kemarau daunnya berguguran dan pada musim hujan daunnya pun bersemi.[3] Jenis pohon yang ada di daerah hutan musim yaitu pohon jati, pinus dan cemara.[1] Wilayah Indonesia yang banyak terdapat hutan musim yaitu Jawa Timur, Nusa Tenggara dan Sulawesi Selatan.[1]

Flora

Bioma hutan musim terdiri dari pepohonan yang tahan dari kekeringan. Jenis pepohonannya termasuk dalam tumbuhan tropofit yang mampu menyesuaikan diri terhadap keadaan kering dan keadaan basah. Pada musim kemarau, bentuk daun pada tanaman di dalam bioma hutan musim adalah meranggas. Sebaliknya, pada musim hujan, tumbuhan bioma hutan musim memiliki daun yang lebat. [4]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Forum Tentor.2009.Bahas Tuntas 1001 IPS SD .Yogyakarta: Pustaka Widyatama. 77
  2. 1 2 Anwar Kurnia.2007.IPS 2A SMP.Penerbit:Yudhistira.10
  3. ↑ Sutanto Windura.2009.Memory Champion @ School .Yogyakarta: Pustaka Widyatama. 32
  4. ↑ Zid, M., dan Hardi, O. S. (2018). Biogeografi (PDF). Jakarta Timur: PT. Bumi Aksara. hlm. 7. ISBN 978-602-444-470-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik kehutanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan