Jumat, 30 Oktober 2026
05:14 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Dendrokronologi

Dendrokronologi

Bagikan:
250px-Dendrochronological_drill_hg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bor untuk melakukan sampling dan penghitungan cincin pertumbuhan
250px-Tree.ring.arp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cincin pertumbuhan sebuah pohon, di Kebun Binatang Bristol, Inggris. Setiap cincin mewakili satu tahun usia. Semakin keluar dan mendekati kulit kayu, usia kayu semakin muda.

Dendrokronologi, dapat disebut juga dengan penanggalan lingkar pohon adalah metode ilmiah dalam menentukan usia sebuah pohon berdasarkan analisis dari pola cincin pertumbuhan yang terbentuk pada potongan melintang batang pohon. Dendrokronologi dapat menentukan waktu kapan cincin tersebut terbentuk pada berbagai jenis kayu. Paleoekologi, arkeologi, dan penanggalan karbon menggunakan ilmu dendrokronologi untuk berbagai aplikasi.

Di berbagai tempat di dunia, sangat mungkin untuk menentukan usia kayu hingga ribuan tahun. Saat ini usia maksimum kayu yang bisa ditentukan oleh dendrokronologi telah mencapai 11000 tahun.[1]

Cincin pertumbuhan

Bagian dalam dari cincin pertumbuhan (spring wood, early wood) terbentuk lebih awal pada musim, ketika pertumbuhan relatif lebih cepat sehingga kayu kurang padat. Bagian luar dari cincin pertumbuhan disebut dengan late wood, summer wood, merupakan bagian dari cincin pertumbuhan yang lebih padat dan diproduksi di musim kering atau akhir musim panas.[2] Beberapa daerah seperti di Kanada dan beberapa spesies pohon di Mediterania, early wood terbentuk di awal musim panas.

Beberapa pohon di kawasan beriklim sedang membuat satu cincin pertumbuhan per tahun. Pola yang dibentuk oleh satu cincin menggambarkan perubahan musim pada satu tahun, dan pola yang terbentuk oleh beberapa cincin menggambarkan iklim tempat pohon tersebut hidup. Kelembapan yang cukup dan musim pertumbuhan yang lebih panjanag menghasilkan cincin yang lebar. Tahun kering dapat menghasilkan cincin yang lebih sempit. Cuaca yang tidak menentu dalam satu musim dapat menyebabkan terbentuknya beberapa cincin dalam satu tahun. Jika dalam satu tahun ada "musim yang hilang", maka kemungkinan akan ada cincin yang hilang, seperti yang terjadi pada tahun 1816 ketika musim panas tidak terasa ketika itu, dan tercatat di cincin pertumbuhan pada pohon ek.[3]

Untuk mengeliminasi variasi di antara cincin pertumbuhan, pakar dendrokronologi mengambil rataan dari lebar cincin berbagai sampel pohon di wilayah yang sama. Cincin pertumbuhan yang tidak diketahui kapan awal dan akhirnya disebut dengan "kronologi mengambang" (floating chronology). Fenomena ini bisa dirujuk ke kronologi cincin pohon lainnya yang tanggalnya diketahui. Sebuah sampel dari pohon eik di Jerman Selatan (dekat Sungai Main dan Sungai Rhine) dan pinus di Irlandia Utara telah diketahui jejak riwayatnya hingga ke 11000 tahun yang lalu.[1][4][5] Konsistensi kedua sampel ini telah dikonfirmasi melalui perbandingan radiokarbon dan usia dendrokronologinya.[6] Contoh lainnya adalah sampel dari pohon pinus di sebelah selatan Amerika Serikat yang diketahui telah berusia 8500 tahun.[7] Pada tahun 2004, sebuah metode kalibrasi baru telah diratifikasi secara internasional untuk melakukan penanggalan hingga 26000 tahun yang lalu berdasarkan serangkaian data dari pohon dan sedimen lautan di seluruh dunia.[8]

Kegunaan

Klimatologi

Karakteristik cincin pertumbuhan terbentuk karena adanya variasi yang dialami oleh pohon tersebut yang memengaruhi laju pertumbuhan dan penyerapan nutrisi oleh pohon. Unsur iklim yang dapat diprediksi diantaranya cuaca, hujan, temperatur, pH tanah, nutrisi tumbuhan, konsentrasi karbon dioksida di atmosfer, dan sebagainya. Variasi ini digunakan pada ilmu dendroklimatologi untuk melihat variasi iklim pada masa lalu.

Seni

250px-Mary_Queen_of_Scots_portrait.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan bergambar Mary Queen of Scots diketahui berasal dari abad ke 16 berdasarkan dendrokronologi

Dendrokronologi telah menjadi metode penting bagi para sejarawan seni untuk menentukan tanggal dari suatu karya seni, terutama lukisan, dengan mengamati panel kayunya. Namun agar tidak merusak karya seni, penelitian mengenai hal ini biasanya dibatasi dalam hal alat dan metodenya dan diawasi oleh dewan konservasi museum.[9]

Hasil dari dendrokronologi pada barang seni dapat menyediakan informasi seperti usia, jenis kayu, dan tempat di mana kayu tersebut tumbuh.[10] Dendrokronologi juga bisa digunakan untuk menentukan barang seni yang palsu dari yang asli.[11][12]

Seiring peralihannya metode lukisan yang tidak lagi menggunakan panel kayu melainkan kanvas menjadikan metode ini tidak lagi dapat diaplikasikan pada lukisan terbaru.[13]

Bangunan

Penanggalan bangunan melalui struktur yang terbuat dari kayu juga dapat dilakukan. Fairbanks House di Dedham, Massachusetts, melalui dendrokronologi dipastikan bahwa struktur kayunya berasal dari pohon eik yang ditebang tahun 1637-8 hingga 1641, sehingga kemungkinan konstruksi dimulai tahun 1638 dan selesai tahun 1641.[14]

Referensi

  1. 1 2 McGovern PJ; et al. (1995). "Science in Archaeology: A Review". AJA. 99 (1): Dendrochronology.{{cite journal}}: |pages= and |page= ditentukan lebih dari satu kali; Parameter tidak dikenal |pageurl= diabaikan; Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |author=
  2. ↑ Capon, Brian (2005). Botany for Gardeners (Edisi 2nd). Portland, OR: Timber Publishing. hlm. 66–67. ISBN 0-88192-655-8.
  3. ↑ Lori Martinez (1996). "Useful Tree Species for Tree-Ring Dating". Diakses tanggal 2008-11-08.
  4. ↑ Friedrich M, Remmele S, Kromer B, Hofmann J, Spurk M, Kaiser KF, Orcel C, Küppers M (2004). "The 12,460-year Hohenheim oak and pine tree-ring chronology from central Europe — A unique annual record for radiocarbon calibration and paleoenvironment reconstructions". Radiocarbon. 46 (3): 1111–22.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  5. ↑ Pilcher JR; et al. (November 1984). "A 7,272-year tree-ring chronology for western Europe". Nature. 312 (5990): 150–2. Bibcode:1984Natur.312..150P. doi:10.1038/312150a0.{{cite journal}}: Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |author=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Stuiver Minze, Kromer Bernd, Becker Bernd, Ferguson CW (1986). "Radiocarbon Age Calibration back to 13,300 Years BP and the 14C Age Matching of the German Oak and US Bristlecone Pine Chronologies" (PDF). Radiocarbon. 28 (2B): 969–979.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  7. ↑ Ferguson CW, Graybill DA (1983). "Dendrochronology of Bristlecone Pine: A Progress Report". Radiocarbon. 25 (2): 287–8.
  8. ↑ Reimer Paula J, Baillie Mike GL, Bard Edouard, Bayliss Alex, Beck J Warren, Bertrand Chanda JH, Blackwell Paul G, Buck Caitlin E, Burr George S, Cutler Kirsten B, Damon Paul E, Edwards R Lawrence, Fairbanks Richard G, Friedrich Michael, Guilderson Thomas P, Hogg Alan G, Hughen Konrad, Kromer Bernd, McCormac Gerry, Manning Sturt, Ramsey Christopher Bronk, Reimer Ron W, Remmele Sabine, Southon John R, Stuiver Minze, Talamo Sahra, Taylor FW, van der Plicht Johannes, Weyhenmeyer Constanze E (2004). "INTCAL04 Terrestrial Radiocarbon age calibration, 0–26 cal kyr BP" (PDF). Radiocarbon. 46 (3): 1029–58.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  9. ↑ English Heritage Guide to Dendrochronology
  10. ↑ Spronk, Ron, More than Meets the Eye: An Introduction to Technical Examination of Early Netherlandish Paintings at the Fogg Art Museum, Harvard University Art Museums Bulletin, Vol. 5, No. 1, Autumn, 1996
  11. ↑ National Portrait gallery
  12. ↑ "Tree Rings, the barcodes of Nature illuminate art history". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-10-18. Diakses tanggal 2014-01-20.
  13. ↑ The Getty Conservation Institute
  14. ↑ "A Grand House in 17th-Century New England". Fairbanks House Historical Site. Diakses tanggal Mei 27, 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Dendrochronology.
Tipe hutan
Bedasarkan status
Bedasarkan fungsi
Bedasarkan iklim
Lain-lain
250px-12_year_old_restoration_plot_Doi_Suthep-Pui_National_Park_N._Thailand.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ekologi dan
manajemen
Lingkungan
Industri kayu
Pekerjaan
Kebijakan and
organisasi
Organisasi kehutanan
Kebijakan kehutanan
Lain-lain
Acara
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan