Senin, 21 September 2026
05:12 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Paradoks

pengetahuan

Paradoks adalah sebuah pernyataan yang seolah-olah bertentangan atau berlawanan dengan asumsi umum, tetapi dalam kenyataannya mengandung sebuah kebenaran. Dalam ilmu sastra, paradoks termasuk ke dalam kategori ketidaklangsungan ekspresi yang berwujud penyimpangan arti.[1] Umumnya, kata paradoks sering kali digunakan dengan kontradiksi, tetapi sebuah kontradiksi oleh definisi yang tidak benar. Banyak sekali paradoks yang memiliki sebuah jawaban, meskipun tetap tidak bisa terpecahkan atau hanya bisa dipecahkan dengan perdebatan.[2] Kata paradoks berasal dari bahasa Yunani paradoxon. Istilah tersebut memiliki arti contrary to expectations, existing belief or perceived opinion (bertentangan dengan harapan, keyakinan yang ada atau pendapat yang dirasakan). Paradoks adalah suatu gaya bahasa yang menarik karena mengajak pembaca untuk berpikir lebih luas dan kritis terhadap ungkapan yang disampaikan.[3]

Paradoks dijadikan sebuah media untuk menyampaikan pernyataan retorik yang menyiratkan pertentangan tetapi sesungguhnya berisi kebenaran. Paradoks bisa menarik perhatian pembaca karena mereka harus menelaah proposisi bertentangan yang eksplisit atau implisit. Paradoks dapat merangkum imajinasi, realitas dan polemik. Sehingga, jika dirangkum secara keseluruhan, paradoks mempunyai ciri khas yang unik karena berbeda dari majas lainnya dalam hal penyajian pertentangan yang bisa memberi efek kejut karena preposisi dan makna dibalik pertentangan yang dideskripsikan.[4]

Contoh

Grandfather paradox

Teori ini menerangkan perjalanan waktu ke masa lalu untuk bertemu dan membunuh seorang kakek. Jika kakek terbunuh pada masa sebelum ayah atau ibu lahir atau sebelum kakek bertemu dengan nenek, maka ayah atau ibu tidak pernah dilahirkan ke dunia.

Dampaknya adalah tidak akan pernah dilahirkan dan tidak akan pernah melakukan perjalanan waktu ke masa lalu untuk membunuh kakek. Lalu, jika tidak pernah melaksanakan perjalanan waktu ke masa lalu untuk membunuh kakek, kakek hidup, ayah atau ibu pasti dilahirkan dan seorang anak pun akan terlahir.[5]

Predestination Paradox

Teori paradoks ini menggambarkan sesuatu yang ditakdirkan terjadi atau sudah pasti akan terjadi. Dalam paradoks predestination, bisa menciptakan perubahan pada masa lalu tetapi tidak dapat mengubah suatu hal yang ditakdirkan terjadi di masa yang akan datang.

Bootstrap Paradox

Bootstrap adalah paradoks yang mengakibatkan tidak jelasanya suatu objek atau efek objek sebagai sebuah perjalanan waktu. Sebagai contoh pada masa sekarang ada seorang ilmuwan membaca gagasan ide mengenai teori relativitas Einstein. Lalu mencoba melakukan perjalanan waktu agar bisa kembali ke masa lalu dan mengajarkan teori kepada Einstein jauh sebelum ia menemukan teori tersebut. Lantas terdapat pertanyaan, siapa penemu teori itu? Jika itu jawabannya, tentu mustahil karena membaca ide yang diciptakan oleh Einstein. Namun jika Einstein adalah penemu hal tersebut, tentu juga mustahil karena ia diajarkan kembali ke masa lalu. Itu ya

Kidnapper Paradox

Kidnapper paradox diumpamakan sebagai suatu tebak-tebakan yang dilakukan penculik kepada Ayah yang diculik. Penculik berkata kepada sang Ayah yang anaknya diculik, “Jika kau dapat menebak apa yang aku akan lakukan nanti maka aku akan mengembalikan anakmu“ Dan sang ayah menebak "Aku tebak, kau tidak akan mengembalikan anak itu.” Penculik sangat menyesal dengan permainan tebak-tebakannya, sebab seorang Ayah berhasil menebak apa yang akan dilakukan. Artinya, anak tersebut harus tetap dikembalikan. Namun, jika dikembalikan maka tebakan Ayah sudah salah.[5]

Butterfly Effect Paradox

Butterfly Effect Paradox adalah efek paradoks yang diciptakan dari sebuah perjalanan waktu. Konsekuensi perjalanan waktu dan tindakan yang dilakukan pada masa lalu dapat menyebabkan efek skala besar pada masa yang akan mendatang.

Misalnya, ada seorang penggemar filmStar Wars” dan “Indiana Jones”. Kemudian penggemar melakukan perjalanan ke masa lampau untuk bertemu dengan seorangGeorge Lucas. Namun, hal itu membuatnya berhenti belajar di sebuah sekolah film hingga berdampak pada masa depan. Hal itu membuat film “Star Wars” dan “Indiana Jones” tidak pernah diproduksi dan teknologi yang telah tercipta karena inspirasi dari film yang pernah ada.[5]

Rujukan

  1. Saptoyo, Rosy Dewi Arianti (2020-11-11). "Contoh Majas Paradoks". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-01-05.
  2. Nugraha, Jevi (2021-05-18). "Paradoks Adalah Pendapat yang Bertentangan, Berikut Penjelasan dan Contohnya". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-12-07.
  3. "Majas Paradoks: Kekacauan yang Menarik". Bernaspos.com. 2021-10-24. Diakses tanggal 2021-12-07.
  4. Jayantini, I Gusti Agung Sri Rwa; Umbas, Ronald; Lestari, Ni Nyoman Ayu Dewi (2020). "Paradoks dalam Antologi Puisi Rupi Kaur The Sun and Her Flowers". Wanastra : Jurnal Bahasa dan Sastra. 12 (2): 143. ISSN 2579-3438.
  5. 1 2 3 Hany, Arief (30 Maret 2021). "5 Paradoks Ini Akan Membuat Otakmu Berpikir Keras". IDN Times. Diakses tanggal 2021-12-07.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan