Senin, 19 Oktober 2026
13:09 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis

Paradoks kartu

Bagikan:

Paradoks kartu adalah varian non-acuan diri yang dikembangkan oleh Philip Jourdain.[1] Fenomena ini juga dikenal dengan nama paradoks kartu pos atau paradoks Jourdain.

Penjelasan

Bayangkan ada sebuah kartu yang di kedua sisinya terulis kalimat sebagai berikut:

Depan:Kalimat di balik kartu ini BENAR.
Belakang:Kalimat di balik kartu ini SALAH.

Menetapkan nilai kebenaran pada masing-masing sisi akan berujung pada paradoks.

  1. Jika pernyataan pertama benar, begitu pula pernyataan kedua. Namun, jika pernyataan kedua benar, pernyataan pertama salah. Ujung-ujungnya adalah jika pernyataan pertama benar, pernyataan pertama salah.
  2. Jika pernyataan pertama salah, begitu pula pernyataan kedua. Namun, jika pernyataan kedua salah, pernyataan pertama benar. Ujung-ujungnya adalah jika pernyataan pertama salah, pernyataan pertama benar.

Mekanisme yang sama dapat diterapkan pada pernyataan kedua. Tidak satupun kalimat yang memakai acuan diri, karena ini adalah kasus acuan melingkar. Lihat paradoks Yablo untuk mempelajari variasi paradoks pembohong yang tidak bergantung pada acuan melingkar.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ O'Connor, John J.; Robertson, Edmund F. (Februari 2005). "Philip Edward Bertrand Jourdain". The MacTutor History of Mathematics archive. Diakses tanggal 4 April 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik logika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan