Minggu, 18 Oktober 2026
08:00 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Paradoks pembohong

sebuah paradoks logika yang muncul ketika seseorang menyatakan bahwa dirinya berbohong

Bagikan:

Paradoks pembohong (bahasa Inggris: liar paradox) adalah sebuah paradoks logika yang muncul ketika seseorang menyatakan bahwa dirinya berbohong. Contoh sederhana dan klasiknya adalah; "Kalimat ini berbohong." Jika kalimat tersebut benar, maka kalimat tersebut juga salah. Jika kalimat tersebut salah, maka kalimat tersebut juga benar. Hal ini menciptakan kontradiksi pada pernyataan itu sendiri.[1]

Bentuk-bentuk

Simple-falsity Liar

Simple-falsity Liar adalah salah satu bentuk dari paradoks kebohongan yang cukup umum, contoh dari bentuk paradoks ini adalah seperti pernyataan berikut; "Kalimat ini salah." Yang mana, jika kalimat tersebut benar, maka kalimat tersebut juga salah pada saat yang bersamaan, sebaliknya, jika kalimat tersebut benar, maka kalimat tersebut juga salah secara bersamaan.

Simple-untruth Liar

Simple-untruth Liar adalah bentuk umum lain dari paradoks ini, contoh dari bentuk paradoks ini adalah seperti pada pernyataan berikut; "Kalimat ini tidaklah benar." Jika kalimat tersebut benar, maka kalimat tersebut tidak benar, jika kalimat tersebut tidak benar, maka kalimat tersebut benar. Ini juga menciptakan kontradiksi yang mirip dengan bentuk sebelumnya.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Kleinman, Paul (18 Desember 2013). "The Liar Paradox". Philosophy 101: From Plato and Socrates to Ethics and Metaphysics, an Essential Primer on the History of Thought (dalam bahasa Inggris). Adams Media Corporation.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Beall, Jc; Glanzberg, Michael and (2023). Zalta, Edward N.; Nodelman, Uri (ed.). Liar Paradox (Edisi Winter 2023). Metaphysics Research Lab, Stanford University.


Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan