Rabu, 23 September 2026
10:12 WIB
TERKINI
Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis
Paradoks Pinokio

Paradoks Pinokio

250px-Pinocchio_paradox.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Paradoks Pinokio menyebabkan hidung Pinokio tumbuh memanjang jika dan hanya jika hidungnya tidak tumbuh memanjang.

Paradoks Pinokio muncul saat Pinokio mengatakan "Hidung saya tumbuh sekarang" dan merupakan versi dari paradoks pembohong.[1] Paradoks pembohong didefinisikan dalam filsafat dan logika sebagai pernyataan "Kalimat ini salah." Setiap upaya untuk menetapkan biner klasik nilai kebenaran ke pernyataan ini menyebabkan kontradiksi, atau paradoks. Hal ini terjadi karena jika pernyataan "Kalimat ini salah" adalah benar, maka itu salah; Ini berarti secara teknis benar, tapi juga itu salah, dan seterusnya tanpa akhir.

Meskipun paradoks Pinokio termasuk dalam tradisi paradoks pembohong, ini adalah kasus khusus karena tidak memiliki predikat, seperti pada "Kalimat saya salah".[2]

Paradoks Pinocchio tidak ada hubungannya dengan Pinokio yang umumnya dikenal sebagai pembohong. Jika Pinokio mengatakan "Saya sakit," ini bisa benar atau salah, tetapi jika Pinokio berkata "Hidung saya tumbuh sekarang" pernyataan ini tidak mungkin benar atau salah; maka ini dan hanya kalimat ini yang menciptakan paradoks Pinokio (pembohong).

Sejarah

Pinokio adalah tokoh novel anak-anak Petualangan Pinokio karya penulis Italia, Carlo Collodi. Pinokio, boneka buatan yang hidup, hidungnya akan memanjang setiap kali berbohong.[3] Tidak ada batasan panjang hidung Pinokio. Hidungnya tumbuh saat ia berbohong dan bisa tumbuh begitu panjang hingga ia tidak bisa melihat hidungnya "melalui pintu kamar".[4]

Paradoks Pinokio dikemukakan pada bulan Februari 2001 oleh Veronique Eldridge-Smith seorang anak berusia 11 tahun yang akan genap berusia 12 tahun di bulan Mei berikutnya. Veronique adalah putri Peter Eldridge-Smith, yang mengkhususkan diri mengkaji logika dan filosofi logika. Peter Eldridge-Smith menjelaskan paradoks pembohong yang terkenal kepada kakak Veronique dan Veronique, dan meminta anak-anak itu untuk membuat versi paradoks mereka sendiri. Setelah beberapa menit Veronique menyarankan: "Pinokio berkata, 'Hidung saya akan tumbuh'." Eldridge-Smith menyukai perumusan paradoks yang disarankan oleh putrinya dan menulis sebuah artikel tentang masalah ini. Artikel itu diterbitkan di jurnal Analysis, dan paradoks Pinokio menjadi populer di Internet.[2][5]

Referensi

  1. Eldridge-Smith, Peter (27 Januari 2011). "Pinocchio against the dialetheists". Analysis. 71 (1). doi:10.1093/analys/anr007. Diakses tanggal 11 Februari 2011.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Eldridge-Smith, Peter; Eldridge-Smith, Veronique (13 Januari 2010). "The Pinocchio paradox". Analysis. 70 (2): 212–215. doi:10.1093/analys/anp173. Diakses tanggal 11 Februari 2011.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Carlo Collodi. The Adventures of Pinocchio Chapter 17. classicreader.com.
  4. Carlo Collodi. The Adventures of Pinocchio Chapter 35. classicreader.com.
  5. William F. Vallicella (April 7, 2010). "The Pinocchio 'Paradox'". maverick_philosopher.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan