Rabu, 21 Oktober 2026
13:25 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Paradoks Peto

Paradoks Peto

Bagikan:
250px-Faroe_stamp_402_blue_whale_%28Balaenoptera_musculus%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar paus biru. Jika insiden kanker berkorelasi dengan besar tubuh karena jumlah sel pada hewan yang besar itu jauh lebih besar, seharusnya kanker lebih sering terjadi pada hewan seperti paus biru, tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Insiden kanker pada tikus dan manusia jauh lebih besar dari paus, dan paus bahkan dikatakan tidak bisa terkena kanker.

Paradoks Peto adalah hasil pengamatan yang menyatakan bahwa insiden kanker di tingkat spesies tidak berkorelasi dengan jumlah sel dalam suatu organisme.[1] Sebagai contoh, insiden kanker pada manusia jauh lebih tinggi daripada paus, padahal paus punya jauh lebih banyak sel daripada manusia akibat besar tubuhnya.[2] Hal ini bertentangan dengan asumsi bahwa paus seharusnya lebih sering terkena kanker jika kemungkinan karsinogenesis itu sama untuk semua sel organisme. Pengamatan ini pertama kali dicetuskan oleh seorang pakar epidemiologi statistik dari Universitas Oxford yang bernama Richard Peto pada tahun 1977.[3]

Bukti

Pada suatu spesies, tampaknya risiko kanker dan besar tubuh itu berkorelasi secara positif.[4] Sebagai contoh, hasil penelitian selama 25 tahun terhadap 17.738 pegawai negeri laki-laki Britania Raya (yang diterbitkan tahun 1998) menunjukkan korelasi positif antara tinggi tubuh dengan insiden kanker.[5] Namun, korelasi ini tidak berlaku di tingkat spesies. Hasil penelitian dari tahun 2015 yang mengkaji data nekropsi dari 36 spesies mamalia di Kebun Binatang San Diego (dari tikus zebra yang bermassa 51 gram hingga gajah yang bermassa 4.800 kg) tidak menemukan korelasi antara besar tubuh dengan insiden kanker.[6]

Catatan kaki

  1. ↑ Peto, R.; Roe, F. J. C.; Lee, P. N.; Levy, L.; Clack, J. (Oktober 1975). "Cancer and ageing in mice and men". British Journal of Cancer. 32 (4): 411–426. doi:10.1038/bjc.1975.242. PMC 2024769. PMID 1212409.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Nagy, John D.; Victor, Erin M.; Cropper, Jenese H. (2007). "Why don't all whales have cancer? A novel hypothesis resolving Peto's paradox". Integrative and Comparative Biology. 47 (2): 317–328. doi:10.1093/icb/icm062. PMID 21672841.
  3. ↑ Nunney, Richard (Januari 2013). "The real war on cancer: the evolutionary dynamics of cancer suppression". Evolutionary Applications. 6 (1): 11–19. doi:10.1111/eva.12018. PMC 3567467. PMID 23396311.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Caulin, Aleah; Maley, Carlo (April 2011). "Peto's Paradox: Evolution's Prescription for Cancer Prevention". Trends in Ecology and Evolution. 26 (4): 175–182. doi:10.1016/j.tree.2011.01.002. PMC 3060950. PMID 21296451.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Smith, George; Shipley, Martin (14 November 1998). "Height and mortality from cancer among men: prospective observational study". BMJ. 317 (7169): 1351–1352. doi:10.1136/bmj.317.7169.1351. PMC 28717. PMID 9812932.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Schiffman, Joshua (8 Oktober 2015), "Potential Mechanisms for Cancer Resistance in Elephants and Comparative Cellular Response to DNA Damage in Humans", JAMA, 314 (17): 1850–60, doi:10.1001/jama.2015.13134, PMC 4858328, PMID 26447779{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan