Sabtu, 24 Oktober 2026
22:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Pangan kahat

Pangan kahat

Makanan darurat saat kelaparan akibat krisis ekonomi, perang, atau bencana alam

Bagikan:
250px-%D0%9B%D0%B5%D0%BF%D1%91%D1%88%D0%BA%D0%B8_%D0%B8%D0%B7_%D0%BB%D0%B5%D0%B1%D0%B5%D0%B4%D1%8B_%D0%B8_%D0%BC%D0%B0%D1%88%D0%B8%D0%BD%D0%BD%D0%BE%D0%B3%D0%BE_%D0%BC%D0%B0%D1%81%D0%BB%D0%B0.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Roti yang terbuat dari orache dan dedak, digoreng dengan pelumas mesin, digunakan sebagai makanan di kala pengepungan Leningrad.[butuh rujukan]

Pangan kahat atau makanan kelaparan, makanan kemiskinan, makanan bencana kelaparan, adalah makanan yang murah atau tersedia yang digunakan untuk memberi makan orang-orang pada saat bencana kelaparan dan kebuluran, baik yang disebabkan oleh kemiskinan ekstrem, seperti pada saat depresi ekonomi atau perang, atau oleh bencana alam seperti kekeringan.

Contoh

Sejumlah bahan makanan erat kaitannya dengan kelaparan, perang, atau masa-masa sulit sepanjang sejarah:

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Abbott, Isabella Aiona (1992). Lā'au Hawai'i: traditional Hawaiian uses of plants. Honolulu, HI: Bishop Museum Press. hlm. 5. ISBN 0-930897-62-5. OCLC 26509190.
  2. ↑ "Food for the starving". www.ballinagree.freeservers.com.
  3. ↑ McBride, Doreen (8 Februari 2018). The Little Book of Fermanagh. History Press. ISBN 9780750985406 – via Google Books.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Gribben, Arthur (1 Maret 1999). The Great Famine and the Irish Diaspora in America. University of Massachusetts Press. hlm. 31 – via Internet Archive. charlock famine.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Holdings: Nettles and charlock as famine food". sources.nli.ie. 1959.
  6. ↑ Connaughton, Gary (20 Februari 2020). "Here's The Explanation Behind The Weirdest Irish County Nicknames". Balls.ie.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ MacNamee, Donal (30 November 2020). "New RTE series finds four counties hit by cannibalism during Famine". Irish Mirror. Diakses tanggal 25 Januari 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ McGreevy, Ronan (30 November 2020). "Role of 'survivor cannibalism' during Great Famine detailed in new TV documentary". The Irish Times. Diakses tanggal 25 Januari 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "Edible and Medicinal Herbs". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-07-02. Diakses tanggal 2021-06-28.
  10. ↑ Poirteir, Cathal (1 September 1995). Famine Echoes – Folk Memories of the Great Irish Famine: An Oral History of Ireland's Greatest Tragedy. Gill & Macmillan Ltd. ISBN 9780717165841 – via Google Books.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Langan-Egan, Maureen (1999). "Some Aspects of the Great Famine in Galway". Journal of the Galway Archaeological and Historical Society. 51: 120–139. JSTOR 25535702.
  12. ↑ Enright, Damien (18 Agustus 2008). "Enjoying a tasty treat from the salty sea". Irish Examiner.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "Remembering the Past: An Droch Shaol- The Irish Holocaust | An Phoblacht". www.anphoblacht.com.
  14. ↑ "Eating people is wrong: Famine's darkest secret?" (PDF). www.econstor.eu. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 11 Desember 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ "Бурьян, крапива и лебеда. На одном из харьковских хлебозаводов выпекли "голодоморский" хлеб" Diarsipkan 23 Juli 2011 di Wayback Machine, ATN Kharkiv.
  16. ↑ Clancy, Jim (24 Februari 2010). "TV chef dropped for cat recipe comments". CNN.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ Morton, Louis (1953). The Fall of the Philippines. United States Army Center of Military History. hlm. 369–360.
  18. ↑ "Broto de Palma na culinária nordestina (Palma shoots in northeastern cuisine) GUEDES, Claudet Coelho. Federal University of Campina Grande. Access on January 15th, 2016". Diarsipkan dari asli tanggal 4 Maret 2016. Diakses tanggal 15 Januari 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. ↑ Romero-Frias, Xavier (15 April 2013). "Eating on the Islands – As times have changed, so has the Maldives' unique cuisine and culture". Himalmag. 26 (2).{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. ↑ Yves Guinand and Dechassa Lemessa, "Wild-Food Plants in Southern Ethiopia: Reflections on the role of 'famine-foods' at a time of drought" Diarsipkan 11 Oktober 2010 di Wayback Machine UN-OCHA Report, March 2000 (accessed 15 January 2009)
  21. ↑ Ahmed, Badawi Ibrahim (1991). "Famine foods in eastern regions of the Sudan" (PDF). IAEA. MS thesis, Agriculture, Univ Khartoum. Diakses tanggal 23 April 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. ↑ "What it's like to eat a tarantula spider". CNN Travel. 1 Februari 2017. Diakses tanggal 22 April 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. ↑ "Powstańcza żołędziówka. Jakie właściwości ma kawa z żołędzi?". Smaker. 11 Oktober 2022. Diakses tanggal 11 Oktober 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. ↑ "Jak smakuje wojenna kawa z żołędzi?". ciekawostkihistoryczne.pl. 27 Agustus 2015. Diakses tanggal 27 Agustus 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. ↑ Gomez-Misserian, Gabriela (2022-12-13). "Wood Ash Hominy: From Indigenous Nourishment to Southern Shame to Chef Secret". Garden & Gun (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-03-25.
  26. ↑ Ben Hubbard; Bilal Shbair (April 7, 2024). "Gazans Are Turning to This Wild Plant for Survival". New York Times. hlm. 1. Diakses tanggal 11 April 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan