Jumat, 06 November 2026
01:20 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Negaraku

Negaraku

lagu kebangsaan Malaysia

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Negaraku" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(June 2015)

Negaraku
250px-Coat_of_arms_of_Malaysia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lagu kebangsaan  Malaysia
Penulis lirikBeberapa pengarang, 1957
KomponisPierre-Jean de Béranger
(1780-1857)
Penggunaan1957

Negaraku (Jawi: لاڬو نڬاراکو) merupakan lagu kebangsaan Malaysia, yang digunakan sejak kemerdekaannya (saat itu masih bernama Federasi Malaya) di tahun 1957.[1]

Lagu ini diadopsi dari melodi lagu resmi Kesultanan Perak bernama "Allah Lanjutkan Usia Sultan", yang sebenarnya juga merupakan adaptasi dari melodi Lagu Terang Bulan dan terutama lagu berjudul "La Rosalie", gubahan komposer berkebangsaan Prancis, Pierre Jean de Beranger. Mulanya Tunku Abdul Rahman, PM Malaya saat itu, sudah mengadakan sayembara khusus demi menemukan lagu kebangsaan negara baru ini, tetapi dari 514 proposal yang dikirim, tidak ada yang dirasa pas. Tunku lalu melihat bahwa lagu Allah Lanjutkan Usia Sultan dirasa lebih "tradisional", dan berhasil membujuk panitia sayembara untuk menetapkan lagu tersebut sebagai lagu kebangsaan Malaysia di tanggal 5 Agustus 1957 dalam sebuah rapat di Kantor Polisi Depoh, Kuala Lumpur.[2][3]

Setelah melodi didapatkan, sayembara lainnya dibuka untuk menciptakan liriknya yang berhadiah 1.000 ringgit. Versi yang terpilih adalah karangan Saiful Bahri, yang kemudian diperdengarkan secara resmi ketika deklarasi kemerdekaan Malaya di tanggal 31 Agustus 1957. Setelah Malaysia berdiri, Negaraku tercatat dua kali diaransemen kembali, di tahun 1992[4] dan 2003.[5][6]

Lirik

Latin[7][8] Jawi

Negaraku
Tanah tumpahnya darahku
Rakyat hidup
Bersatu dan maju
Rahmat bahagia
Tuhan kurniakan
Raja kita
Selamat bertakhta

نڬاراكو
تانه تومڤهڽ دارهكو،
رعيت هيدوڤ،
برساتو دان ماجو
رحمة بهاݢيا،
توهن كورنياكن،
راج کيت،
سلامت برتختا

Rujukan

  1. ↑ "Unity and progress are anthem themes". The Sunday Times. 25 Agustus 1957.
  2. ↑ The National Anthem Of Malaysia - Negaraku, diarsipkan dari asli tanggal 11 Januari 2010
  3. ↑ Durup, Julien. "The Innocent Sultan of Perak in the Seychelles". Diakses tanggal 16 Desember 2022.
  4. ↑ Negara, Pelita (1 Agustus 2003). "Will 'Negaraku' be stripped of all remaining dignity?". Malaysiakini. Diakses tanggal 23 Februari 2022.
  5. ↑ "More people are against changing Negaraku to Malaysiaku". New Straits Times. 17 Agustus 2003. Diakses tanggal 31 Juli 2015.[pranala nonaktif]
  6. ↑ Kent, Jonathan (31 Agustus 2003). "New anthem marks Malaysia's Independence Day". BBC News. Diakses tanggal 31 Juli 2015.
  7. ↑ "Negaraku" (PDF). Official Portal of the Department of Agriculture. Diakses tanggal 4 Februari 2022.
  8. ↑ "Lirik Lagu Negaraku" (PDF). Official Portal of the Petaling Jaya City Council. Diakses tanggal 4 Februari 2022.

Pranala luar

Kebangsaan
Daerah
Organisasi
Mantan negara
Bekas Kekaisaran Rusia
atau Uni Soviet
Lainnya
Dunia Islam
Garis miring menunjukkan status negara yang tidak diakui atau diakui sebagian.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan