Kamis, 05 November 2026
03:57 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

The ASEAN Way

salah satu lagu kebangsaan

Bagikan:
The ASEAN Way
AliasLagu Kebangsaan Asia Tenggara
Penulis lirikPayom Valaiphatchra (Thailand)
KomponisKittikhun Sodprasert (Thailand)
Penggunaan20 November 2008
Sampel audio
The ASEAN Way

The ASEAN Way (bahasa Indonesia: Jalan ASEAN) adalah himne yang menjadi simbol Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Penciptanya adalah Payom Valaiphatchra, dengan aransemen dibuat oleh Kittikhun Sodpraset. Lagu ini terpilih oleh suatu tim beranggotakan 13 orang (sepuluh orang mewakili setiap negara anggota plus tiga orang dari Tiongkok, Jepang, dan Australia) yang ditunjuk oleh Sekretariat Jenderal ASEAN.

Lagu ini terpilih melalui proses seleksi yang melibatkan 99 lagu, tetapi sebagian besar lebih cocok sebagai jingle iklan.[1]

Lirik

Raise our flag high, sky high
Embrace the pride in our heart
ASEAN we are bonded as one
Look-in out to the world.
For peace, our goal from the very start
And prosperity to last.
We dare to dream we care to share.
Together for ASEAN
We dare to dream,
We care to share for it’s the way of ASEAN.

Terjemahan:

Berkibarlah bendera kita setinggi langit

Rangkul kebanggaan di hati kita

Kita saling terikat sebagai satu PERBARA

Lihatlah ke sisi lain dunia

Perdamaian, tujuan kita sedari awal

Kemakmuran, sebagai hasilnya

Kami berani bermimpi, kami peduli untuk berbagi

Bersama untuk PERBARA

Kami berani bermimpi,

Kami peduli untuk berbagi karena itulah cara PERBARA (bekerja sama)

Sayembara

Sebuah sayembara diluncurkan dan diumumkan ke seluruh negara anggota ASEAN untuk menentukan lagu resmi sebagai pengganti lagu regional de facto sebelumnya, ASEAN Hymn, yang dianggap kurang bersemangat oleh beberapa negara anggota. Sayembara ini dibuka bagi semua warga negara ASEAN dengan batas 20 entri per negara. Pemenangnya mendapatkan hadiah US$20.000 dan lagunya dinyatakan sebagai lagu regional resmi Asia Tenggara. Panel juri dengan bulat memutuskan The ASEAN Way sebagai lagu regional resmi ASEAN pada putaran akhir tanggal 20 November 2008.

Panel juri

Dan 3 juri non-ASEAN:

Catatan kaki

  1. ↑ Asean Celebrates New Charter With Anthem[pranala dihapus]. The Jakarta Globe daring

Pranala luar

Kebangsaan
Daerah
Organisasi
Mantan negara
Bekas Kekaisaran Rusia
atau Uni Soviet
Lainnya
Dunia Islam
Garis miring menunjukkan status negara yang tidak diakui atau diakui sebagian.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan