Selasa, 29 September 2026
09:37 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Selamat Sultan

salah satu lagu kebangsaan

Bagikan:

Selamat Sultan adalah lagu kebesaran negeri Kelantan. Melodi untuk lagu ini digubah oleh Almarhum Haji Mohamed bin Mohamed Saaid pada tahun 1927, sedangkan liriknya digubah oleh Almarhum Tengku Mahmood Mahyideen pada tahun 1930.

Sejarah

Haji Mohamed bin Mohamed Saaid, yang merupakan Ketua Pancaragam PDRM Kelantan pada waktu itu, diperintahkan oleh Almarhum Sultan Ismail agar menulis irama lagu untuk dimainkan ketika sambutan hari keputeraan Beliau pada 5 Juli 1927. Tiga tahun berikutnya (1930), Tengku Mahmood Mahyideen, yang mana merupakan Sekretaris Pendidikan Negeri Kelantan pada waktu itu, menulis lirik untuk lagu tersebut, kemudian menjadikannya sebagai lagu negeri.

Lirik

Lanjutkan usia Al-Sultan kami

Sultan Kelantan raja ikrami

Aman sentosa Tuhan sirami

Tetap memerintah kami

Kasih dan taat setia disembahkan

Keriangan diucapkan

Segala kebesaran Allah cucurkan

Bertambah kemuliaan [1]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Situs resmi pemerintah Kelantan[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

Kebangsaan
Daerah
Organisasi
Mantan negara
Bekas Kekaisaran Rusia
atau Uni Soviet
Lainnya
Dunia Islam
Garis miring menunjukkan status negara yang tidak diakui atau diakui sebagian.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan