Rabu, 30 September 2026
23:05 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Muazin

Muazin

Orang yang mengumandangkan Azan dan Ikamah

Bagikan:
Bagian dari seri
Islam
120px-Allah3.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Muezzin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang Muazin Mengumandangkan Azan

Muazin (ejaan KBBI) atau Mu'azzin (bahasa Arab:مؤذن mu’aḏḏin) adalah orang atau beberapa orang terpilih di masjid yang bertugas untuk mengumandangkan panggilan ibadah (Shalat), yaitu "Azan" dan "Iqamah". Peran tambahan lainya, seorang Muazin juga biasanya bertugas untuk mengumandangkan takbir hari raya (Takbiran) yang dilakukan pada malam Idul Fitri dan Idul Adha,[1] dan hendaknya seorang muazin bersuara bagus.[2] Muazin dalam salat Idul Adha, dari sisi bahasa Arab, isim fa'il dari addzana yuazdzinu. Artinya orang yang menyeru. Bukan semata dalam pengertian 'orang yang azan' sebagaimana dikenal umum.[3] Definisi ini ditambahkan sesaat ada kontroversi pernyataan Jokowi terkait penyebutan muazin hari raya Idul Adha melalui akun twitter. Seorang Muazin dipilih karena suara dan kepribadiannya yang bagus.[4]

Muazzin pada masjid-masjid besar biasanya terdapat lebih dari satu dan mereka diberi waktu bergilir untuk bertugas mengumandangkan panggilan ibadah, contohnya di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi terdapat kurang lebih 10 Muazzin, dan ditugaskan secara bergilir sesuai jadwal yang dibuat kerajaan, salah satu Muazzin ternama adalah Ali Ahmed Mulla (Muazzin Masjidil Haram, Mekkah) yang rekaman Azannya telah mendunia.

Sejarah

Muazin pertama dalam sejarah Islam adalah Bilal bin Rabah RA, yaitu seorang budak yang dibebaskan pada zaman Nabi Muhammad (salallahu alayhi wasallam). Bilal bin Rabah dipilih oleh Rasulullah sebagai Muazzin karena suaranya yang indah dan merdu.

Sebelum adanya Pengeras suara (loud-speaker), para Mu'azzin mengumandangkan Azan dari menara Masjid agar dapat didengar oleh warga dan orang di sekitar masjid, praktik ini merupakan cara tradisional para Muazzin sejak dulu dan masih dipraktikkan di beberapa negara muslim seperti di sebagian masjid di negara Turki, walaupun sudah menggunakan Mikrofon tetapi mereka tetap mengumandangkan Azan dari Menara.

Muazzin pada zaman Kesultanan Ottoman

Mu'azzin di Kesultanan Ottoman termasuk di antara personel yang terikat pada masjid-masjid tetapi tidak diharuskan memiliki gelar pendidikan tinggi, tidak sebagaimana mereka yang benar-benar ditugaskan untuk memimpin salat berjemaah dan menyampaikan khutbah (Imam). Pada dasarnya, para Muazzin dipilih untuk kualitas suara mereka yang bagus.[5] Walaupun para Muazzin biasanya ketentuanya tingkat pendidikanya tidak harus setinggi Imam, tetapi banyak pula Muazzin yang bergelar akademis tinggi.

Lihat pula

Muazin ternama

Referensi

  1. ↑ "Bukan Orang Sembarangan Ternyata Ini Pengertian Muadzin". Umroh.com. 2020-01-14. Diakses tanggal 2021-07-21.
  2. ↑ Wanili, Khairuddin (2014). ENSIKLOPEDI MASJID. Diterjemahkan oleh Darwis, Darwis. Jakarta Timur: Darus Sunnah Press. hlm. 163. ISBN 9789793772707.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Sholeh, Asrorun Niam (2020-07-22). "Penyoal Muazin Idul Adha dan Pentingnya Literasi Beragama". detikcom. Diakses tanggal 2021-07-22.{{cite news}}: |author= and |last= ditentukan lebih dari satu kali
  4. ↑ Mohammad Taqi al-Modarresi (26 Maret 2016). The Laws of Islam (PDF) (dalam bahasa Inggris). Enlight Press. hlm. 470. ISBN 978-0994240989. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2019-08-02. Diakses tanggal 8 Agustus 2018.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ http://www.hurriyetdailynews.com/the-history-of-the-muezzin--74007

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan