Minggu, 20 September 2026
22:16 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Takbir

Takbir

Allah maha besar

250px-Allahu_akbar.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ucapan takbir
250px-Takbir_of_prayer.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang Muslim mengangkat tangan sembari mengucapkan Takbīr ketika salat.

Takbir (Arab: تَكْبِيْر‍‌‍‌َاتٍ, Takbīr) , yang memiliki arti "Perbesar", adalah istilah untuk frasa Arab Allahu Akbar (ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ, pelafalan[ʔaɫ.ɫaː.huʔak.baru]), artinya ialah Allah Maha Besar.[1] Seruan ini dikumandangkan oleh umat Muslim untuk memuliakan nama Tuhan atau asma Allah.

Sesuai dengan maknanya, Akbar-Nya Allah sudah ada pada sifat Pencipta, Pemelihara/Pendidik dan Penghancur[a] juga pada Kekuasaan[b] serta pada Ilahiyah—Yang Diabdi[c] Allah yang terlaksana pada alam semesta.

Menurut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut, ungkapan takbir ini sebagai bentuk kesadaran akan fitrah sebagai manusia. Sehebat dan setinggi apa pun derajat manusia, dan sekuat apa pun kekuasaan, sebanyak apa pun harta kekayaan manusia, fitrah kita sebagai manusia adalah hamba Allah.

Frasa ini umumnya diucapkan oleh umat Islam saat berada dalam berbagai macam situasi. Misalnya ketika mereka merasa sangat senang, mengungkapkan persetujuan, mencegah seorang Muslim menjadi sombong dengan cara mengingatkannya bahwa Allah adalah sumber kesuksesan mereka, seruan perang, ataupun saat mereka dalam masa stres yang ekstrem.

Dalam salat

Frasa ini diucapkan baik selama salat fardu maupun salat sunah. Frasa ini juga digunakan dalam azan dan iqamah.[2]

Mengiringi kelahiran dan kematian

Diucapkan setelah kelahiran seorang bayi sebagai bentuk ungkapan memuji Allah.[3] Frasa ini juga merupakan bagian dari tradisi saat pemakaman dan penguburan secara Islam.[4]

Selama hari raya Eid dan Haji

Selama hari raya Idul Adha dan Idul Fitri, umat Muslim senantiasa melafalkan takbir. Pada hari-hari sebelum Idul Adha, umat Muslim juga mengucapkan frasa ini, khususnya saat Hari Arafah.[5]

Selama penyembelihan hewan

Pengucapan "Bismillah Allahu Akbar" pada saat melakukan Dzabihah.[6]

Lihat pula

Catatan

  1. Rububiyah, QS Al-Fatihah ayat 2
  2. Mulkiyah, QS Al-Fatihah ayat 4
  3. QS Al-Fatihah ayat 5
  1. "Allahu Akbar dalam KBBI Daring". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Diakses tanggal 28 September 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Nigosian, S. A. (2004). Islam: Its History, Teaching, and Practices (dalam bahasa Inggris). Indiana: Indiana University Press. hlm. 102. ISBN 0-253-21627-3.
  3. "On Birth & School" (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 27 Agustus 2013. Diakses tanggal 4 September 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. el-Hibri, Tayeb. Parable and Politics in Early Islamic History: The Rashidun Caliphs (dalam bahasa Inggris). Columbia University Press.
  5. Rabbani, Faraz. "The Day of 'Arafah: The 9th of Dhu'l Hijjah" (dalam bahasa Inggris). Qibla.com. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Oktober 2013. Diakses tanggal 4 September 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. "Arabic Definitions" (dalam bahasa Inggris). USA Halal Chamber of Commerce, Inc. Diakses tanggal 5 Agustus 2020.
Serial artikel Islam mengenai salat
Jenis
Fardu ain /
harian
Fardu kifayah
Berjemaah
Salat sunah/nawafil
Waktu tertentu
120px-Man_in_prostration.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gerakan dalam
satu rakaat
Masjid dan musala
Taharah
Topik terkait


Ikon rintisan

Artikel bertopik Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan