Jumat, 23 Oktober 2026
14:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Salat Isya

salah satu ibadah umat Islam

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Isa.
Bagian dari seri tentang
Islam
120px-Allah-green.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Isya atau salat Isya[1] adalah salah satu salat dari salat lima waktu yang dilakukan setelah awan merah di ufuk barat menghilang sampai menjelang terbitnya matahari.[2] Salat ini terdiri dari 4 rakaat. Salat Isya ialah salat harian ke-5 dalam Islam, dilakukan setelah awan merah di ufuk barat menghilang sampai menjelang terbitnya matahari.[2]

Salat rawatib

Salat Isya sebagai salah satu salat wajib memiliki salat sunah pengiring atau rawatib sebanyak dua rakaat setelah Salat Isya dilaksanakan. Dalam hadits Rasulullah SAW disebutkan bahwa Salat Sunah Rawatib setelah Salat Isya adalah salat sunnah muakad yang berarti salat sunah ini sering dilaksanakan dan sangat dianjurkan pelaksanaannya oleh Nabi Muhammad SAW.[3]

Waktu pelaksanaan

Berdasarkan perintah Quran, hadits Nabi Muhammad SAW, dan kesepakatan jumhur ulama, waktu pelaksanaan Salat Isya dimulai ketika mega merah mulai menghilang di ufuk barat.[4] Ketentuan mengenai awal waktu Isya terdapat beragam pendapat dari tiap-tiap otoritas agama Islam di pelbagai negara dan para ulama. Beberapa Lembaga keislaman seperti Liga Dunia Islam, Diyanet (otoritas keagamaan Islam di Turki bersepakat bahwa waktu Isya dimulai ketika matahari berada pada posisi 17° di bawah ufuk barat. Sementara itu, Kemenag RI, Majelis Tarjih Muhammadiyah, Jakim (otoritas keagamaan Islam di Malaysia), Universitas Ilmu Islam Karachi dan Majelis Ulama Singapura menyepakati bahwa awal waktu Isya adalah ketika matahari berada pada 18° di bawah ufuk barat. Selain itu, terdapat beberapa pandangan lain seperti Otoritas Umum Mesir yang berpandangan bahwa awal waktu Isya adalah ketika matahari berada pada posisi 17,5° di bawah ufuk barat, Organisasi ISNA di Amerika Utara yang menetapkan bahwa awal waktu Isya bermula ketika matahari berada pada posisi 15° di bawah ufuk barat, dan Organisasi Muslim Perancis yang menetapkan bahwa awal waktu Isya bermula saat matahari berada pada posisi 12° di bawah ufuk barat.

Perhitungan waktu

Berikut merupakan contoh dari penghitungan awal waktu Salat Isya di wilayah DKI Jakarta pada tanggal 31 Januari 2020 dengan data diketahui adalah

  • lintang (φ) = -6,167 (6°10' LS)
  • bujur (λ) = 106,833 (106°50')
  • zona waktu (Z) = UTC+7 (WIB)
  • deklinasi matahari (δ) = -18,5341 atau -18°32'02,76"[a]
  • perata waktu (Δt) = 0,225362 atau 0°13'31,30"[a]
  • waktu zenit atau transit matahari ( T Z e n i t {\displaystyle T_{\mathsf {Zenit}}} {\displaystyle T_{\mathsf {Zenit}}}) = 12,103162 atau 12°06'11,38"[a]
  • waktu ihtiyat (WI) = 2 menit
  • perhitungan awal waktu Isya berdasarkan ketetapan Kemenag RI yaitu 18° di bawah ufuk barat.

Data-data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung awal waktu Salat Isya. Namun sebelum menghitung awal waktu Isya, perlu diketahui waktu ketika matahari berada di posisi 18° di bawah ufuk barat dengan rumus perhitungan berikut:[5]

T ( α ) = 1 15 arccos ⁡ ( − sin ⁡ ( α ) − sin ⁡ ( ϕ ) × sin ⁡ ( δ ) cos ⁡ ( ϕ ) × cos ⁡ ( δ ) ) {\displaystyle T(\alpha )={\frac {1}{15}}\arccos \left({\frac {-\sin(\alpha )-\sin(\phi )\times \sin(\delta )}{\cos(\phi )\times \cos(\delta )}}\right)} {\displaystyle T(\alpha )={\frac {1}{15}}\arccos \left({\frac {-\sin(\alpha )-\sin(\phi )\times \sin(\delta )}{\cos(\phi )\times \cos(\delta )}}\right)}

T ( 18 ∘ ) = 1 15 arccos ⁡ ( − sin ⁡ ( 18 ) − sin ⁡ ( − 6.167 ) × sin ⁡ ( − 18.5341 ) cos ⁡ ( − 6.167 ) × cos ⁡ ( − 18.5341 ) ) {\displaystyle T(18^{\circ })={\frac {1}{15}}\arccos \left({\frac {-\sin(18)-\sin(-6.167)\times \sin(-18.5341)}{\cos(-6.167)\times \cos(-18.5341)}}\right)} {\displaystyle T(18^{\circ })={\frac {1}{15}}\arccos \left({\frac {-\sin(18)-\sin(-6.167)\times \sin(-18.5341)}{\cos(-6.167)\times \cos(-18.5341)}}\right)}

T ( 18 ∘ ) = 1 15 arccos ⁡ ( − 0.309 − ( − 0.1074 ) × − 0.317869 0.9942 × 0.948135 ) {\displaystyle T(18^{\circ })={\frac {1}{15}}\arccos \left({\frac {-0.309-(-0.1074)\times -0.317869}{0.9942\times 0.948135}}\right)} {\displaystyle T(18^{\circ })={\frac {1}{15}}\arccos \left({\frac {-0.309-(-0.1074)\times -0.317869}{0.9942\times 0.948135}}\right)}

T ( 18 ∘ ) = 1 15 arccos ⁡ ( − 0.343139 0.942636 ) {\displaystyle T(18^{\circ })={\frac {1}{15}}\arccos \left({\frac {-0.343139}{0.942636}}\right)} {\displaystyle T(18^{\circ })={\frac {1}{15}}\arccos \left({\frac {-0.343139}{0.942636}}\right)}

T ( 18 ∘ ) = 1 15 arccos ⁡ ( − 0.364021 ) {\displaystyle T(18^{\circ })={\frac {1}{15}}\arccos(-0.364021)} {\displaystyle T(18^{\circ })={\frac {1}{15}}\arccos(-0.364021)}

T ( 18 ∘ ) = 1 15 × 111.347346 = 7.423156 {\displaystyle T(18^{\circ })={\frac {1}{15}}\times 111.347346=7.423156} {\displaystyle T(18^{\circ })={\frac {1}{15}}\times 111.347346=7.423156} yang bila dikonversi ke derajat, menit, dan detik menghasilkan 7°25'23,36".

Dengan hasil tersebut, maka awal waktu Salat Isya dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

T I s y a = T Z e n i t + T ( 18 ∘ ) {\displaystyle T_{\mathsf {Isya}}=T_{\mathsf {Zenit}}+T(18^{\circ })} {\displaystyle T_{\mathsf {Isya}}=T_{\mathsf {Zenit}}+T(18^{\circ })}

T I s y a = 12.103162 + 7.423156 {\displaystyle T_{\mathsf {Isya}}=12.103162+7.423156} {\displaystyle T_{\mathsf {Isya}}=12.103162+7.423156}

T I s y a = 19.526318 {\displaystyle T_{\mathsf {Isya}}=19.526318} {\displaystyle T_{\mathsf {Isya}}=19.526318} yang bila dikonversikan ke derajat, menit, dan detik menghasilkan 19°31'34,74".

Setelah memperoleh hasil perhitungan tersebut, waktu ihtiyat sebanyak 2 menit (0°02'00") ditambahkan guna kehati-hatian. Oleh karenanya, diperoleh hasil akhir yaitu 19°33'34,74" yang dibulatkan menjadi 19.34. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa awal waktu Salat Isya di DKI Jakarta pada tanggal 31 Januari 2020 adalah pukul 19.34 WIB. [b]

Lihat pula

Catatan kaki

  1. 1 2 3 Data ini merupakan hasil perhitungan deklinasi matahari, perata waktu (equation of time), dan waktu zenit hanya untuk tanggal 31 Januari 2020 dan data ini selalu berubah setiap tanggalnya
  2. ↑ Harap diingat bahwa hasil perhitungan ini bukan merupakan hasil perhitungan resmi dari suatu lembaga atau otoritas keagamaan manapun sehingga hasil perhitungan ini dapat memiliki selisih satu hingga dua menit dengan jadwal salat resmi yang telah ditetapkan oleh Kemenag RI atau otoritas keagamaan lainnya.

Rujukan

  1. ↑ Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, nama salat ini disebut dengan Isya
  2. 1 2 Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia "Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-27. Diakses tanggal 2026-10-23.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)
  3. ↑ "Salat Sunnah yang Utama". Redaksi Muhammadiyah. 2020.
  4. ↑ "Buku Saku Hisab & Rukyat" (PDF). Kementerian Agama Republik Indonesia. 2013.
  5. ↑ "Calculating Prayer Times" (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2026-02-23. Diakses tanggal 1 November 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Serial artikel Islam mengenai salat
Jenis
Fardu ain /
harian
Fardu kifayah
Berjemaah
Salat sunah/nawafil
Waktu tertentu
120px-Man_in_prostration.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gerakan dalam
satu rakaat
Masjid dan musala
Taharah
Topik terkait


Ikon rintisan

Artikel bertopik Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan