Sabtu, 03 Oktober 2026
22:30 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Tilawah

Bagikan:
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Tilawah (bahasa Arab:تلاوة, translit. tilāwah) adalah istilah dalam bahasa Arab yang berarti "mengikuti" (dari kata dasar talā, تلا) dan dalam konteks keislaman merujuk pada kegiatan membaca Al-Qur'an dengan memperhatikan kaidah tajwid serta disertai penghayatan terhadap makna ayat yang dibaca.[1] Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata "tilawah" telah diserap dan diartikan sebagai "pembacaan (ayat Al-Qur'an) dengan baik dan indah".[2]

Etimologi

Kata tilawah berasal dari akar kata bahasa Arab talā (تلا) yang berarti "mengikuti"; bentuk kata at-tāliy (التالي) berarti "yang mengikuti" atau "yang berikutnya".[3] Secara makna, kata ini dinilai lebih dalam dibandingkan kata qiraah (قراءة) yang berarti "membaca" secara umum, karena orang yang bertilawah tidak sekadar membaca, tetapi juga mengikuti dan memahami makna dari apa yang dibacanya.[4]

Pengertian

Menurut Abdur Rokhim Hasan dalam bukunya Kaidah Tahsin Tilawah Al-Qur'an, tilawah diartikan sebagai kegiatan membaca Al-Qur'an secara benar, baik dari segi pelafalan huruf maupun makna yang dikandung ayat, dengan bacaan yang sesuai kaidah tajwid dan adab membaca.[5] Istilah ini juga dipahami sebagai aktivitas membaca Al-Qur'an yang disertai niat untuk mengikuti ajaran di dalamnya serta dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.[6]

Perintah untuk bertilawah dengan tartil (perlahan dan jelas) disebutkan dalam Al-Qur'an, di antaranya pada surah Al-Muzzammil ayat 4 yang memerintahkan untuk membaca Al-Qur'an secara perlahan-lahan.[7] Sejumlah hadis Nabi Muhammad juga menekankan keutamaan membaca Al-Qur'an dengan suara yang merdu sambil memperhatikan hukum bacaannya.[8]

Pembagian

Secara umum, tilawah Al-Qur'an dibagi menjadi dua bagian:[9]

  1. Tilāwatu Lafẓihi (تلاوة لفظه), yaitu membaca Al-Qur'an dari segi lafal-lafalnya. Tahap ini merupakan tahap dasar yang harus dilalui oleh pemula, mencakup pengenalan makharijul huruf (tempat-tempat keluarnya huruf) dan sifat-sifat huruf, serta mempelajari hukum-hukum tajwid.
  2. Tilāwatu Ma'nāhu (تلاوة معناه), yaitu memahami dan merenungkan (tadabbur) makna dari ayat-ayat yang dibaca.

Perbedaan dengan istilah terkait

Tilawah dan tadarus

Tilawah menekankan pada keterampilan membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, mencakup pengucapan yang jelas dan tepat serta memperhatikan tajwid dan keindahan bacaan. Sementara itu, tadarus Al-Qur'an lebih menekankan pada pembacaan dengan tartil (lambat dan teratur) yang disertai tadabbur (pengkajian dan pemahaman), dan sering dilakukan secara berkelompok atau bergantian.[10]

Tilawah dan qiraah

Qiraah lebih menekankan pada ragam bacaan (qira'at) Al-Qur'an sesuai sanad yang mutawatir dan gaya bacaan tertentu, sedangkan tilawah mencakup aspek pengamalan dan pembacaan dengan memperhatikan adab, tajwid, tartil, serta penghayatan makna, misalnya ketika membaca dalam salat atau tadarus di bulan Ramadan.[11]

Tilawah dan tahsin

Tahsin adalah kata dari bahasa Arab yang berarti "membaguskan" atau "memperindah". Dalam konteks membaca Al-Qur'an, tahsin tilawah merupakan metode atau upaya untuk membaguskan dan menyempurnakan bacaan Al-Qur'an berdasarkan kaidah ilmu tajwid.[12]

Adab tilawah

Beberapa adab yang dianjurkan dalam bertilawah antara lain:[13]

  • Disunahkan dalam keadaan suci dari hadas, misalnya dengan berwudu sebelum menyentuh dan membaca mushaf.
  • Membaca dengan tartil dan memperhatikan kaidah tajwid, yaitu perlahan, jelas, dan memberikan hak setiap huruf sesuai kaidahnya.
  • Berupaya memahami makna ayat yang dibaca (tadabbur), termasuk melalui terjemahan bagi yang tidak memahami bahasa Arab.

Seni tilawah

Selain sebagai ibadah, tilawah juga berkembang menjadi sebuah seni membaca Al-Qur'an yang dikenal sebagai seni tilawah, yaitu kemampuan membaca Al-Qur'an dengan suara yang merdu, nada (lagu) yang teratur, dan penghayatan makna.[14] Kemampuan ini sering dilombakan dalam ajang musabaqah tilawatil Qur'an (MTQ), yang di Indonesia diselenggarakan secara berjenjang mulai dari tingkat daerah hingga tingkat nasional.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Memahami Makna Tilawah al-Quran dari Segi Bahasa dan Penggunannya". Tafsir Al-Qur'an. Diakses tanggal 18 Juli 2026.
  2. ↑ "Memahami Makna Tilawah al-Quran dari Segi Bahasa dan Penggunannya". Tafsir Al-Qur'an. Diakses tanggal 18 Juli 2026.
  3. ↑ "Memahami Makna Tilawah al-Quran dari Segi Bahasa dan Penggunannya". Tafsir Al-Qur'an. Diakses tanggal 18 Juli 2026.
  4. ↑ "Memahami Makna Tilawah al-Quran dari Segi Bahasa dan Penggunannya". Tafsir Al-Qur'an. Diakses tanggal 18 Juli 2026.
  5. ↑ "Tilawah Al-Qur'an: Pengertian, Perbedaan dengan Qiraah, dan Seni Tilawah". kumparan.com. Diakses tanggal 18 Juli 2026.
  6. ↑ "Tilawah Adalah: Pengertian, Adab, dan Bedanya dengan Qira'ah". Executive Tahfizh. Diakses tanggal 18 Juli 2026.
  7. ↑ "Tilawah Al-Qur'an: Pengertian, Perbedaan dengan Qiraah, dan Seni Tilawah". kumparan.com. Diakses tanggal 18 Juli 2026.
  8. ↑ "Tilawah Al-Qur'an: Pengertian, Perbedaan dengan Qiraah, dan Seni Tilawah". kumparan.com. Diakses tanggal 18 Juli 2026.
  9. ↑ "Tilawah Al-Qur'an dan Adab-Adabnya". Almanhaj. Diakses tanggal 18 Juli 2026.
  10. ↑ "Perbedaan Antara Tilawah dan Tadarus Al Quran, Mana yang Lebih Baik?". Muhammadiyah.or.id. Diakses tanggal 18 Juli 2026.
  11. ↑ "Tilawah Al-Qur'an: Pengertian, Perbedaan dengan Qiraah, dan Seni Tilawah". kumparan.com. Diakses tanggal 18 Juli 2026.
  12. ↑ "Penjelasan Lengkap Tahsin Tilawah Al Quran". Annajah.co.id. Diakses tanggal 18 Juli 2026.
  13. ↑ "Tilawah Adalah: Pengertian, Adab, dan Bedanya dengan Qira'ah". Executive Tahfizh. Diakses tanggal 18 Juli 2026.
  14. ↑ "Tilawah Al-Qur'an: Pengertian, Perbedaan dengan Qiraah, dan Seni Tilawah". kumparan.com. Diakses tanggal 18 Juli 2026.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan