Selasa, 13 Oktober 2026
00:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Libertas ecclesiae

Bagikan:
Neraca Keadilan
Bagian dari seri tentang
Hukum Kanonik
Gereja Katolik
20px-046CupolaSPietro.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalKatolik

Libertas ecclesiae ("kebebasan Gereja" dalam bahasa Latin) adalah teori kebebasan beragama dari otoritas gerejawi Gereja Katolik dari kekuatan sekuler atau kekuatan temporal, yang merupakan kebebasan untuk mendampingi misi spiritualnya tanpa campur tangan dari kekuatan sekuler manapun.[1]

Abad ke-11

Libertas ecclesiae memandu Reformasi Gregorian pada abad ke-11.[2]

Libertas Ecclesias sepanjang berabad-abad

Banyak pemimpin Kristen yang dibunuh atau ditindas karena dukungan mereka terhadap kebebasan beragama, yang meliputi Thomas Becket, Bonifasius VIII, St Katarina dari Siena dan Kardinal Zen.[3]

Abad ke-20

Pada 1965, Konsili Vatikan Kedua mengeluarkan Dignitatis Humanae, yang menyatakan dukungan gereja untuk melindungi kebebasan agama.[4] Terdapat perdebatan dan penolakan besar terhadap dokumen tersebut. Pada 2019, Paus Fransiskus menyepakati sebuah pembaharuan.[5]

Abad ke-21

Pada abad ke-21, beberapa orotias sekuler di seluruh dunia meneruskan pembatasan ekspresi beragama,[6] contohnya Afganistan[7] dan Korea Utara.[8] Aspek terapan dari kebebasan beragama masih diperdebatkan.[9][10][11]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Britannica website
  2. ↑ Dominicana Journal website, Freedom of the Church and Religious Freedom by A. B. Williams, O.P.
  3. ↑ New Daily Compass website, article by Stefano Fontana
  4. ↑ Holy See's website, full text of Dignitatis Humanae in English
  5. ↑ Faggioli, Massimo (9 Mei 2019). "A Postscript to Dignitatis Humanae". Commonweal.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Pew Research website, article dated July 15, 2019
  7. ↑ Open Doors website, World Watch List, retrieved 2023-09-27
  8. ↑ Freedom House, North Korea profile, retrieved 2023-09-25
  9. ↑ University of San Diego, Law Debate October 12, 2012
  10. ↑ Oxford University Press, Anti-Governmentism in Conservative Thought: A Note on Garnett’s Conception of Religious Freedom (2016) by Ingrid Creppell, pages 197-210
  11. ↑ Crux Now website, Vatican says ‘no human power’ can compel priests to violate seal of confession, article by Elise Harris, dated July 1, 2019’’
  • Papal primacy: from its origins to the present by Klaus Schatz. Liturgical Press, 1996. ISBN978-0-8146-5522-1
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan