Minggu, 18 Oktober 2026
18:23 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Slendro

Slendro

Bagikan:
500px-Slendro_on_C.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pendekatan notasi musik Barat untuk laras Slendro.[1] Playⓘ
500px-Slendro_vs_whole_tone_scale_on_C.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Laras Slendro Jawar dalam perbandingan dengan whole tone scale, di C[2] Play bothⓘ or Play equal-tempered scaleⓘ.

Sléndro atau saléndro atau salindru adalah satu di antara dua laras dari alat musik gamelan. Laras ini lebih mudah untuk dipahami daripada pelog ataupun laras yang lain, karena adalah secara mendasar hanya lima nada dekat yang berjarak hampir sama dalam satu oktaf.[3]

Menurut mitologi Jawa, gamelan slendro lebih tua usianya daripada gamelan pelog.[4] Sléndro memiliki 5 (lima) nada per oktaf, yaitu 1 2 3 5 6 (C- D E+ G A) dengan interval yang sama atau kalaupun berbeda perbedaan intervalnya sangat kecil. Pelog memiliki 7 (tujuh) nada per oktaf, yaitu 1 2 3 4 5 6 7 (C+ D E- F# G# A B) dengan perbedaan interval yang besar.[5][6]

Oleh karena itu, laras musik ini mempunyai interval perfektum empat yang lebih sempit, sekitar 480 sen, berbeda dengan interval pelog yang [7]lebih lebar.

Notasi Kepatihan Nama Jawa Notasi Daminatila Nama Sunda
Nama penuhNama pendekNama TradisionalMaknaNama notasiNama Tradisional
1sijijipanunggalkepala 5 la singgul
2lororogululeher 4 ti galimer
3teluludhadhadada 3 na panelu
5limamalimatangan, lima 2 mi kenong
6enemnemenamenam 1 da tugu

Asal mula laras slendro tidak jelas. Akan tetapi istilah sléndro diyakini berasal dari nama Sailendra, wangsa penguasa Kerajaan Medang dan Sriwijaya.[8] Bali.[9]

Referensi

  1. ↑ "The representations of slendro and pelog tuning systems in Western notation shown above should not be regarded in any sense as absolute. Not only is it difficult to convey non-Western scales with Western notation, but also because, in general, no two gamelan sets will have exactly the same tuning, either in pitch or in interval structure. There are no Javanese standard forms of these two tuning systems." Lindsay, Jennifer (1992). Javanese Gamelan, p.39-41. ISBN 0-19-588582-1.
  2. ↑ Leeuw, Ton de (2005). Music of the Twentieth Century, p.128. ISBN 90-5356-765-8.
  3. ↑ S.Pd.,M.Sn, Didin Supriadi, S. Sen ,M Pd, Saryanto, M. Sn, Gandung, Joko Srimoko, S. Sn, M. Sn, Dani Nur Saputra (2024-01-28). Karawitan Dasar Minang dan Jawa. Cv. Azka Pustaka. hlm. 21. ISBN 978-623-8214-96-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ r.search.yahoo.com https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awr1Tgrhi2tpIgIAQfLLQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzIEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1769865442/RO=10/RU=https://trenggaleknjenggelek.jawapos.com/seni-budaya/2596054239/inilah-perbedaan-gamelan-jawa-bernada-slendro-dan-pelog-siapa-yang-tertua/RK=2/RS=xCk42.ybjOhG6q74A0tfJfr0lHo-. Diakses tanggal 2026-01-17.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  5. ↑ Herman, Rechberger (2018-02-01). Scales and Modes Around the World: The complete guide to the scales and modes of the world (dalam bahasa Inggris). Fennica Gehrman Ltd. hlm. 173–177. ISBN 978-952-5489-28-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Rubiono, Purwo (2012). Misteri pelog dan slendro. Dinas Pendidikan Propinsi Banten bekerjasama dengan Lembaga Keilmuan dan Kebudayaan nimusInstitute. hlm. 25–28. ISBN 978-602-18158-2-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Rapat Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi II, Cisarua, 5-10 Maret 1984. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. 1985. hlm. 274.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ r.search.yahoo.com https://r.search.yahoo.com/_ylt=AwrKAwS9q4RpGwIAe7_LQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzIEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1771511997/RO=10/RU=https://kawruhbasa.com/gamelan-slendro-asal-mula-nada-ciri-sifat-dan-contohnya//RK=2/RS=FTYAu.Bj3PMJbwZMT1.E5vn3iJE-. Diakses tanggal 2026-02-05.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  9. ↑ "Gamelan: cultural interaction and musical development in central Java". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-11. Diakses tanggal 2010-11-11.
Teori
Gamelan Jawa
Musicians performing musical ensemble, bas-relief of Borobudur.
A Java-Bali style Gong, hanging in a frame.
Genre dan
ansambel
Musisi
Alat musik
Kolotomi dan
penanda khusus
Instrumen balungan
atau melodi
Instrumen panerusan
Tak bernada
Vokal dan
tepuk tangan
Tata gendhing
Komposisi
terkenal


Ikon rintisan

Artikel bertopik lagu, musik, atau alat musik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan