Rabu, 23 September 2026
14:35 WIB
TERKINI
Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat

LG Uplus

perusahaan asal Korea Selatan

Operator jaringan seluler asal Korea SelatanTemplat:SHORTDESC:Operator jaringan seluler asal Korea Selatan
LG Uplus Corp.
250px-LG_U%2B_CI.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Logo mulai tahun 2016
Nama asli
bahasa Korea: LG유플러스
JenisPublik
KRX: 032640
IndustrITelekomunikasi
Entitas pendahuluLG Telecom
Didirikan11 Juli 1996 Sunting ini di Wikidata
Wilayah yang dilayani
Korea Selatan
Tokoh kunci
Ha Hyun Hui (CEO)
ProdukTelekomunikasi seluler,
Layanan akses jalurlebar nirkabel
PendapatanKRW 7,8 triliun (2013)
KRW 542,1 miliar (2013)
Jumlah karyawan
4.987 (hingga 31 Oktober 2009)
IndukLG Corporation

LG Uplus Corp. (bahasa Korea:LG유플러스; ditulis sebagai LG U+, KRX: 032640) adalah sebuah operator seluler asal Korea Selatan yang dimiliki oleh LG Corporation, konglomerat terbesar keempat di Korea.[1] Perusahaan ini sebelumnya dikenal dengan nama LG Telecom.

LG Telecom mengubah namanya menjadi LG Uplus setelah bergabung dengan dua anak usaha LG lain yang berbisnis di bidang telekomunikasi, yakni Dacom dan Powercom, pada bulan Juli 2010. LG U+ menawarkan berbagai macam layanan seluler.

Sejarah

Setelah Korea Telecom memutuskan untuk menjual bisnis selulernya pada tahun 1994, pemerintah Korea Selatan pun membuka peluang kompetisi di sektor telekomunikasi. Korea Telecom kemudian meluncurkan ulang bisnis selulernya dengan nama KT Freetel pada tahun 1996. LG lalu masuk ke bisnis telekomunikasi nirkabel pada tahun 1996 dengan mengakuisisi lisensi CDMA pada bulan Juni dan mendirikan sebuah operator seluler baru bernama LG Telecom untuk beroperasi di seantero Korea Selatan. Pada bulan Oktober 1997, layanan seluler PCS resmi diluncurkan.[2]

Pada bulan Maret 1998, sebagai upaya untuk membuatnya lebih menonjol daripada pemain lain yang lebih besar dan lebih dulu eksis, LG Telecom meluncurkan layanan data cdmaOne komersial pertama di dunia dengan menggunakan teknologi PCS.[3]

Agar lebih kompetitif di pasar layanan gabungan, LG Telecom pun mengakuisisi LG Dacom, sebuah penyedia layanan komunikasi jaringan tetap dan penyedia jasa terkait Internet, serta LG Powercom, salah satu ISP terbesar di Korea.[4][5] Pada tanggal 1 Juli 2010, LG Telecom pun mengubah namanya menjadi "LG U+."

Layanan

Nirkabel

Hingga tahun 2012, pengguna LG Uplus dapat menerima layanan di pita frekuensi radio yang telah ditentukan, dengan satu atau lebih antarmuka radio.[6]

Frekuensi radioPita frekuensiLebar frekuensi

(MHz)
GenerasiAntarmuka radioLisensiCatatan
850 MHz (839–849, 884–894)52x103.9GLTE
1800 MHz (1770–1780, 1860–1870)2x103GCDMA/EVDO Rev-A/Rev-BHingga bulan Juni 2021
2100 MHz (1920–1930, 2110–2120)12x104GLTEHasil menang lelang dengan harga 44,55 miliar won
2600 MHz (2520–2540, 2640–2660)72x204GLTEHasil menang lelang dengan harga 479 miliar won
3500 MHz (?)805GNR
28 GHz (?)8005G

Sumber: Slowtime

Pada bulan Juli 2006, pemerintah Korea Selatan membatalkan lisensi LG Telecom untuk lebar pita W-CDMA 2,1 GHz setelah perusahaan ini memutuskan untuk tidak mengembangkan teknologi tersebut. Namun LG Telecom akan tetap berinvestasi dan meningkatkan jaringan CDMA2000 EV-DO Rev. A miliknya.

Pada bulan Juli 2011, LG U+ resmi meluncurkan jaringan LTE yang diharapkan dapat dinikmati di seantero Korea mulai bulan Maret 2012.

Pada tanggal 17 Juli 2013, LG Uplus meluncurkan layanan LTE-A dengan diperkenalkannya Samsung Galaxy S4 LTE-A, ponsel cerdas "100% LTE" pertama di dunia yang dapat mengirim data, suara, dan teks dengan jaringan LTE, tidak lagi dengan CDMA. Mulai tahun 2014, LG Uplus berencana untuk hanya merilis ponsel "100% LTE".[7]

Jaringan tetap

Pada tahun 2010, LG Telecom mengakuisisi Dacom Corp., sebuah perusahaan yang mengoperasikan jaringan tetap milik Hanaro Telecom. Akuisisi inipun membantu LG untuk masuk ke bisnis komunikasi jaringan tetap.

Pita lebar

Diluncurkan pada bulan September 2005, U+Home adalah sebuah layanan LAN optis yang menyediakan kecepatan hingga 100Mbit/s.

IPTV

U+TV diluncurkan pada bulan Desember 2007, dan menyediakan berbagai macam layanan dua arah, terestrial, dan penyiaran HD.

Penjualan bisnis-ke-bisnis

Setelah menggabungkan LG DACOM pada tahun 2010, LG Uplus pun menjadi salah satu penyedia layanan bisnis-ke-bisnis terbesar. Layanan ini menyumbang sekitar 20% dari total penjualan kotor LG Uplus.

Referensi

  1. Koichi Kato (April 10, 2014). "Top four chaebol generate 90% of South Korean conglomerate profits". Nikkei Asian Review.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "About LG U+". LG U+. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-09-09. Diakses tanggal 2021-03-27.
  3. "CDMA History". CDG.
  4. Cho, Kevin (Oktober 15, 2009). "LG Telecom to Merge With Dacom, Powercom on Jan. 1 (Update1)". Bloomberg L.P.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Clark, Robert (Oktober 12, 2009). "LG to merge Korean telecom operations". Telecom Asia.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. "이동통신 주파수 할당 현황과 경매 주파수". slowtime. Diakses tanggal 30 Oktober 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. "LG Uplus, the first in the world to commercialize the '100% LTE' system". Juli 18, 2013. Diakses tanggal September 25, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Operator seluler Korea Selatan
Korea Selatan Perusahaan Korea Selatan di KRX 100
Sejarah
120px-Telecom-icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pelopor
Transmisi
media
Topologi jaringan
dan alihan
Multiplexing
Konsep
Jenis jaringan
Jaringan penting
Lokasi(menurut wilayah)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan