34°52′29″N 128°42′15″E / 34.874665°N 128.704147°E / 34.874665; 128.704147
Patung "Big Blue", Jongno-gu, 2015 | |
| Jenis | Publik |
|---|---|
| KRX: 042660 | |
| IndustrI | Pembuatan kapal Pertahanan |
| Didirikan | 23 Oktober 2000 |
| Kantor pusat | , |
Tokoh kunci | Sung Leep Jung, Presiden, CEO, dan Direktur |
| Produk | FPSO, kapal muatan berat, kapal pengebor, kapal penumpang, kapal tanker LNG/LPG, kapal tanker minyak, kapal regasifikasi, struktur lepas pantai, kapal perang, dsb. |
| Pendapatan | US$ 12,76 miliar (2015)[1] |
| US$ (2,50) miliar (2015) [1] | |
| US$ (2,72) miliar (2015) [1] | |
| Total aset | US$ 16,21 miliar (2015) [1] |
| Total ekuitas | US$ 635 juta (2015) [1] |
Jumlah karyawan | 13.458 (31 Maret 2014) |
Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co., Ltd (DSME) (Korea: 대우조선해양, 大宇造船海洋) adalah salah satu dari tiga produsen kapal terbesar di Korea Selatan (selain Hyundai dan Samsung).
Sejarah
Pada tanggal 21 Februari 2011, A. P. Moller-Maersk Group (Maersk) memesan 10 kapal peti kemas besar pada DSME, masing-masing dengan kapasitas 18.000 peti kemas, melebihi kapal peti kemas terbesar pada saat itu, yakni Mærsk kelas E yang berkapasitas 15.200 peti kemas.[2] Kontrak ini bernilai $1,9 miliar.[3] Kapal pertama rencananya selesai pada tahun 2014. Pada bulan Juni 2011, Maersk memesan sepuluh kapal peti kemas lagi, dengan nilai kontrak $1,9 miliar juga.[3] Kapal-kapal ini kini digolongkan sebagai kelas Triple E.
Pada tanggal 20 Desember 2011, Daewoo Shipbuilding Marine Engineering memenangkan kontrak pertahanan terbesar yang pernah dimenangkan oleh perusahaan asal Korea Selatan, yakni senilai $1,07 miliar guna membuat tiga unit kapal selam untuk Indonesia.[4] Kontrak ini juga menandai ekspor kapal selam pertama dari Korea Selatan.[5]
Pada tanggal 22 Februari 2012, DSME menerima kontrak dari Kementerian Pertahanan Britania Raya senilai £452 juta guna membuat empat unit kapal tanker cepat 'MARS' berlambung ganda seberat 37.000 ton untuk Royal Fleet Auxiliary. Keempat kapal ini direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2016.[6]
DSME juga membuat 15 unit kapal pemecah es / tanker LNG untuk Yamal LNG yang akan digunakan untuk mengekspor gas alam cair dari Arktik Rusia. Tiap kapal dirancang untuk dapat dioperasikan setahun penuh dari Semenanjung Yamal dan dapat memecah es dengan ketebalan hingga 2,5 meter. Kapal tanker ini dirancang di Finlandia oleh Aker Arctic Technology Inc.[7][8]
Pada tanggal 15 Juni 2016, Dewan Audit dan Inspeksi Korea Selatan menemukan penipuan akuntansi senilai 1,5 triliun won (sekitar US$1,27 miliar) pada buku DSME.[9] Pada bulan Juli 2016, diumumkan bahwa saham DSME dihentikan perdagangannya setidaknya hingga tanggal 28 September 2017.[10] Setelah merugi sebesar 3,3 triliun won pada tahun 2015 dan 2,7 triliun won pada tahun 2016, pemerintah memberi DSME pinjaman sebesar 2,9 triliun won (US$2,6 miliar) pada bulan Maret 2017 untuk mencegahnya bangkrut.[11]
Pada tahun 2017, diumumkan bahwa Korea Utara mungkin telah meretas sistem dan mencuri rancangan kapal perang milik DSME pada bulan April 2016.[12]
Referensi
- 1 2 3 4 5 "Financials Information for Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co., Ltd". Hoover's Inc.
- ↑ Emma Mærsk Diarsipkan 2009-03-27 di Wayback Machine.
- 1 2 "Triple-E Class Container Ships". ship-technology.com. Diakses tanggal 2014-10-10.
- ↑ "RI orders 3 submarines worth $1b in regional 'catch-up'". Desember 22, 2011.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "DSME to Build Three Submarines for Indonesia". Oktober 10, 2011.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "South Korea wins Royal Navy tanker deal worth £452m". BBC News. 22 Februari 2012.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Eric Roston (Juli 9, 2018). "Russia Is Building $320 Million Icebreakers to Carve New Arctic Routes: The 1,000-foot-long vessels for hauling liquefied natural gas can cut through ice up to 7 feet thick". Bloomberg. Diakses tanggal Juli 11, 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Aker Arctic Technology Inc Newsletter" (PDF). akerarctic.fi. Aker Arctic. Maret 2018. hlm. 10. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal Juli 11, 2018. Diakses tanggal Juli 11, 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Watchdog finds 1.5 tln in accounting fraud in Daewoo Shipbuilding". Yonhap News Agency. 15 Juni 2016. Diakses tanggal 22 Juni 2016.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Kyunghee Park (29 September 2016). "Daewoo Shipbuilding Told by Exchange to Improve Financials". Bloomberg.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Youkyung Lee (23 Maret 2017). "South Korea to inject $2.6 bln into ailing shipyard Daewoo". SFGate. Diarsipkan dari asli tanggal 24 Maret 2017.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "North Korea hacked Daewoo Shipbuilding, took warship blueprints". Reuters. 2017-10-31.
Pranala luar
Konglomerat Korea Selatan (chaebol) | |
|---|---|
Grup bisnis dengan jumlah aset lebih dari KRW 10 triliun, sebagaimana ditentukan oleh KFTC pada tahun 2022 | |
|
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
Artikel bertopik perusahaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |