Minggu, 11 Oktober 2026
07:17 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Kelenken

Kelenken

Bagikan:
Kelenken
250px-Kelenken_skeleton.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerangka rekonstruksi di Museum Dinosaurus Prefektur Fukui
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Cariamiformes
Famili: †Phorusrhacidae
Subfamili: †Phorusrhacinae
Genus: †Kelenken
Bertelli et al. 2007
Spesies:
†K. guillermoi
Nama binomial
†Kelenken guillermoi
Bertelli et al. 2007

Kelenken adalah sebuah genus dari burug phorusrhacidae ("burung teror"), yang merupakan sebuah kelompok punah dari burung predator besar yang tak bisa terbang, yang hidup di wilayah yang sekarang merupakan Argentina pada pertengahan Miosen (Langhium - Serravalium) sekitar 15 juta tahun lalu. Satu-satunya spesimen yang diketahui dari genus ini ditemukan oleh seorang anak kuliahan Guillermo Aguirre-Zabala di Comallo, Patagonia, dan dijadikan sebagai holotipe untuk genus dan spesies baru Kelenken guillermoi pada 2007. Nama genusnya merujuk kepada sebuah jiwa pada mitologi Tehuelche, sementara nama spesifiknya menghormati penemunya. Holotipenya terdiri dari salahsatu kerangka paling lengkap yang diketahui di antara phorusrhacid lainnya, beserta dengan tulang kaki bawah tarsometatarsus dari tulang falang. Penemuan Kelenken menjelaskan anatomi burung teror, karena sebelumnya hewan-hewan ini masih belum diketahui banyak. Kerabat terdekat burung ini yang masih hidup adalah burung seriema.

Kelenken merupakan burung yang tidak bisa terbang dengan kaki yang panjang, pelvis yang ramping, sayap kecil, dan tengkorak nesar dengan paruh berkait yang panjang dan tinggi.[1]

Referensi

  1. ↑ Degrange, Federico J. (2020). "A revision of skull morphology in Phorusrhacidae (Aves, Cariamiformes)". Journal of Vertebrate Paleontology. 40 (6): e1848855. Bibcode:2020JVPal..40E8855D. doi:10.1080/02724634.2020.1848855. S2CID 234119602.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan