Senin, 19 Oktober 2026
07:28 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Titanis

Titanis

Bagikan:
Titanis
Rentang waktu: Pliosen Awal-Pleistosen Awal (Hemphillian-Blancan)
~5–1.8 jtyl
Kerangka dalam pose menendang.
Rekonstruksi kerangka Titanis, Florida Museum of Natural History
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Cariamiformes
Famili: †Phorusrhacidae
Subfamili: †Phorusrhacinae
Genus: †Titanis
Brodkorb, 1963
Spesies tipe
†Titanis walleri
Brodkorb, 1963
Artikel takson sembarang

Titanis (merujuk kepada Titan pada Mitologi Yunani) adalah sebuah genus dari burung phorusrhacidae, yaitu sebuah famili burung predator besar yang sudah punah pada ordo Cariamiformes, yang hidup di Amerika Serikat pada masa Pliosen dan Pleistosen terawal. Fosil-fosil pertamanya pertamakali ditemukan oleh arkeolog amatir Benjamin Waller dan Robert Allen dari Sungai Santa Fe di Florida pada 1961/1962,[1][2][3] lalu dinamai Titanis walleri oleh ornitholog Pierce Brodkorb pada 1963, dengan nama spesies yang menghormati Waller. Material holotipenya fragmenter, hanya terdiri dari sebuah tarsometatarsus (tulang kaki bawah) kanan yang tak lengkap dan sebuah falang, tetapi berasla dari salah satu individu phorusrhacidae terbesar yang diketahui. Pada tahun-tahun setelah deskripsi burung ini, lebih banyak elemen terisolasi ditemukan pada situs-situs pada area lain di Florida, Texas, dan Kalifornia. Burung ini diklasifikasikan pada subfamili Phorusrhacinae, yang mencakup salah satu phorusrhacid terbesar dan terakhir seperti Devincenzia dan Kelenken.

Seperti anggota phorusrhacidae lainnya, Titanis memiliki kaki yang memanjang, pelvis yang ramping, sayap kecil, dan tengkorak yang besar dengan paruh berkait. Titanis merupakan salah satu phorusrhacidae terbesar, kemungkinan memiliki ukuran yang serupa dengan Phorusrhacos bedasarkan material yang ada. Perkiraan lebih kini menempatkan Titanis pada tinggi 1.4 hingga 2 meter, dan berat sekitar 150 kilogram. Karena catatannya yang berceceran (fragmenter), anatominya masih kurang diketahui, tetapi beberapa ciri khas dari tarometatarsusnya sudah diketahui. Tengkoraknya diperkirakan memiliki panjang di antara 36 sampai 56 sentimeter, menjadikannya tengkorak terbesar dari burung apapun yang diketahui.

Burung-burung phorusrhacidae dianggap sebagai sebuah predator darat atau pebangkai, dan umum dianggap sebagai sebuah predator puncak yang mendominasi Amerika Selatan Senozoikum dengan tidak adanya predator mamalia berplasenta, meski mereka hidup berdampingan dengan mamalia borhyaenid karnivor. Di Amerika Utara, Titanis hidup berdampingan dengan banyak predator breplasenta, dan kemungkinan merupakan salahsatu dari beberapa predator puncak di ekosistem setempat disana. Tarsometatarsusnya panjang dan ramping, seperti kerabatnya Kelenken, yang disarankan sebagaii sebuah bukti bahwa burung ini merupakan burung yang gesit dan dapat berlari kencang. Studi mengenai Andagalornis yang berkerabat dekat menunjukkan bahwa phorusrhacid memiliki tengkorak yang sangat ramping dan tahan tekanan; hal ini mengindikasikan bahwa burung ini kemungkinkinan menelan mangsanya secara utuh atau menyerang mangsa yang lebih besar dengan serangan berulang-ulang dengan paruh berkait tajamnya. Titanis diketahui dari deposi Pliosen di Florida, Kalifornia selatan, dan Texas tenggara, yang merupakan sebuah wilayah yang memiliki padangumput yang luas dengan beragam jenis megafauna mamalia. Mereka kemungkinan besar memangsa mamlia seperti kerabat armadilo Holmesina dan Glyptotherium, kuda kuno, tapir, kapibara, dan herbivora Pliosen lainnya. Genus ini unik di antara phorusrhacidae lainnya, karena Titanis merupakan satu-satunya yang ditemukan di Amerika Utara, yang menyebrang dari Amerika Selatan saat Pertukaran Besar Amerika.

Referensi

  1. ↑ Ray, Clayton (2005). "An Idiosyncratic History of Floridian Vertebrate Paleontology" (PDF). Bulletin of the Florida Museum of Natural History. 45 (4): 143–170. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 20 Juni 2023. Diakses tanggal 20 Juni 2023.
  2. ↑ Gould, G. C. & Quitmyer, I. (2005). "Titanis walleri: bones of contention" (PDF). Bulletin of the Florida Museum of Natural History. 45: 201–229. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 15 Desember 2012. Diakses tanggal 3 April 2013.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Brodkorb, Pierce (1963). "A giant flightless bird from the Pleistocene of Florida" (PDF). Auk. 80 (2): 111–115. doi:10.2307/4082556. JSTOR 4082556. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 21 Desember 2014. Diakses tanggal 3 April 2013.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Genera seriema dan kerabat punahnya
incertae sedis
†Ameghinornithidae
†Bathornithidae
†Eleutherornithidae
†Idiornithidae
†Salmilidae
Cariamidae
†Phorusrhacoidea
†Phorusrhacidae
†Phorusrhacinae
†Patagornithinae
†Psilopterinae
†Mesembriornithinae
†Physornithinae
Cariama cristata
Kelenken guillermoiPsilopterus lemoinei
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan