Selasa, 03 November 2026
11:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Fenestra antorbital

Fenestra antorbital

Bagikan:
250px-Massospondylus_Skull_Steveoc_86.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Posisi fenestra antorbital terhadap bukaan tengkorak lainnya pada Massospondylus.

Fenestra antorbital adalah sebuah bukaan pada tengkorak di depan rongga mata. Ciri tengkorak ini umumnya dikaitkan dengan hewan archosauriformes, yang pertama muncul selama periode Trias. Di antara archosauria sintas, burung masih menyandang fenestra antorbital, sementara crocodilia kehilangannya. Hilangnya ciri ini pada buaya dan kerabatnya diyakini berkaitan dengan kebutuhan struktural tengkorak mereka untuk daya gigit yang kuat dan perilaku makan yang mereka terapkan.[1][2] Pada beberapa spesies archosauria, bukaan ini telah tertutup, namun letaknya ditandai oleh sebuah cekungan, atau fossa, pada permukaan tengkorak, yang dikenal sebagai fossa antorbital.

Fenestra antorbital menyandang sinus paranasal yang bertemu dengan kapsul nasal di sampingnya.[3] Meski crocodylia telah menutup fenestra antorbital mereka, mereka masih memiliki sinus antorbital.[4]

Pada dinosaurus theropoda, fenestra antorbital adalah bukaan terbesar di tengkorak mereka. Secara sistematis, hadirnya fenestra antorbital dianggap sebagai sebuah sinapomorfi yang menyatukan theropoda tetanurae sebagai satu klad. Berkebalikan dari ini, sebagian besar dinosaurus ornithischia menyusutkan dan bahkan menutup fenestra antorbital mereka,[3] seperti pada hadrosauria dan pada genus dinosaurus Protoceratops. Penutupan ini membedakan Protoceratops dari dinosaurus ceratopsia lainnya.[5]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Preushscoft, H., Witzel, U. 2002. Biomechanical Investigations on the Skulls of Reptiles and Mammals. Senckenbergiana Lethaea 82:207–222.
  2. ↑ Rayfield, E.J., Milner, A.C., Xuan, V.B., Young, P.G. 2007. Functional Morphology of Spinosaur "Crocodile Mimic" Dinosaurs. JVP. 27(4):892–901.
  3. 1 2 Witmer, L.M. 1997. The Evolution of the Antorbital Cavity of Archosaurs: A Study in Soft-Tissue Reconstruction in the Fossil Record with an Analysis of the Function of Pneumaticity. JVP 17(1 supp):1–76.
  4. ↑ Witmer, L.M. 1997. The Evolution of the Antorbital Cavity of Archosaurs: A Study in Soft-Tissue Reconstruction in the Fossil Record with an Analysis of the Function of Pneumaticity. JVP 17(1 supp):1–76.
  5. ↑ Martin, A.J. (2006). Introduction to the Study of Dinosaurs. Second Edition. Oxford, Blackwell Publishing. pg. 299-300. ISBN1-4051-3413-5.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan