Minggu, 20 September 2026
17:24 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Apomorfi dan sinapomorfi

Apomorfi dan sinapomorfi

Synapomorphy.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Filogeni yang menunjukkan terminologi mengenai pola berbeda keadaan karakter.[1]

Pada filogenetika, apomorfi atau sifat turunan adalah sebuah karakter baru atau sebuah keadaan karakter yang sudah berevolusi dari wujud leluhurnya (atau plesiomorfi).[2][3][4] Sementara itu, sinapomorfi adalah apomorfi yang dimiliki oleh dua atau lebih takson, dan oleh karena itu, dihipotesiskan bahwa ciri tersebut berevolusi pada nenek moyang bersama paling terkini.[5][6][3][7][8][9][10] Pada kladistika, sinapomorfi menyiratkan homologi.[6]

Contoh dari apomorfi adalah gaya jalan tegak, bulu, evolusi tulang pendengaran mamalia dan kelenjar susu di mamalia, namun tidak pada hewan vertebrata lainnya seperti amfibi atau reptil, yang masih memiliki ciri leluhur yaitu cara berjalan merangkak dan tidak memiliki bulu. Oleh karena itu, ciri turunan tersebut adalah sinapomorfi mamalia secara umum karena tidak dimiliki (dibagi) oleh hewan vertebrata lainnya.[11]

Referensi

  1. Roderick D.M. Page; Edward C. Holmes (14 Juli 2009). Molecular Evolution: A Phylogenetic Approach. John Wiley & Sons. ISBN 978-1-4443-1336-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Futuyma, Douglas J.; Kirkpatrick, Mark (2017). "Tree of life". Evolution (Edisi 4th). Sunderland, Mass.: Sinauer Associates. hlm. 27–53.
  3. 1 2 Futuyma, Douglas J.; Kirkpatrick, Mark (2017). "Phylogeny: The unity and diversity of life". Evolution (Edisi 4th). Sunderland, Mass.: Sinauer Associates. hlm. 401–429.
  4. "Reconstructing trees: Cladistics". Understanding Evolution. University of California Museum of Paleontology. 5 Mei 2021. Diakses tanggal 16 Oktober 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Roderick D.M. Page; Edward C. Holmes (14 Juli 2009). Molecular Evolution: A Phylogenetic Approach. John Wiley & Sons. ISBN 978-1-4443-1336-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 Kitching, Ian J.; Forey, Peter L.; Williams, David M. (2001). "Cladistics". Dalam Levin, Simon A. (ed.). Encyclopedia of Biodiversity (Edisi 2nd). Elsevier. hlm. 33–45. doi:10.1016/B978-0-12-384719-5.00022-8. ISBN 9780123847201. Diakses tanggal 29 Agustus 2021.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link))
  7. Hillis, David M.; Sadava, David; Hill, Richard W.; Price, Mary V. (2014). "Reconstructing and using phylogenies". Principles of Life (Edisi 2nd). Sunderland, Mass.: Sinauer Associates. hlm. 325–342. ISBN 978-1464175121.
  8. Currie PJ, Padia K (1997). Encyclopedia of Dinosaurs. Elsevier. hlm. 543. ISBN 978-0-08-049474-6.
  9. Concise Encyclopedia Biology. Tubingen, DEU: Walter de Gruyter. 1996. hlm. 366. ISBN 9783110106619.
  10. Barton N, Briggs D, Eisen J, Goldstein D, Patel N (2007). "Phylogenetic Reconstruction". Evolution. Cold Spring Harbor Laboratory Press.
  11. Baum, David (2008). "Trait Evolution on a Phylogenetic Tree: Relatedness, Similarity, and the Myth of Evolutionary Advancement". Nature Education. 1 (1): 191.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan