Selasa, 27 Oktober 2026
08:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Apomorfi dan sinapomorfi

Apomorfi dan sinapomorfi

Bagikan:
Synapomorphy.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Filogeni yang menunjukkan terminologi mengenai pola berbeda keadaan karakter.[1]

Pada filogenetika, apomorfi atau sifat turunan adalah sebuah karakter baru atau sebuah keadaan karakter yang sudah berevolusi dari wujud leluhurnya (atau plesiomorfi).[2][3][4] Sementara itu, sinapomorfi adalah apomorfi yang dimiliki oleh dua atau lebih takson, dan oleh karena itu, dihipotesiskan bahwa ciri tersebut berevolusi pada nenek moyang bersama paling terkini.[5][6][3][7][8][9][10] Pada kladistika, sinapomorfi menyiratkan homologi.[6]

Contoh dari apomorfi adalah gaya jalan tegak, bulu, evolusi tulang pendengaran mamalia dan kelenjar susu di mamalia, namun tidak pada hewan vertebrata lainnya seperti amfibi atau reptil, yang masih memiliki ciri leluhur yaitu cara berjalan merangkak dan tidak memiliki bulu. Oleh karena itu, ciri turunan tersebut adalah sinapomorfi mamalia secara umum karena tidak dimiliki (dibagi) oleh hewan vertebrata lainnya.[11]

Referensi

  1. ↑ Roderick D.M. Page; Edward C. Holmes (14 Juli 2009). Molecular Evolution: A Phylogenetic Approach. John Wiley & Sons. ISBN 978-1-4443-1336-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Futuyma, Douglas J.; Kirkpatrick, Mark (2017). "Tree of life". Evolution (Edisi 4th). Sunderland, Mass.: Sinauer Associates. hlm. 27–53.
  3. 1 2 Futuyma, Douglas J.; Kirkpatrick, Mark (2017). "Phylogeny: The unity and diversity of life". Evolution (Edisi 4th). Sunderland, Mass.: Sinauer Associates. hlm. 401–429.
  4. ↑ "Reconstructing trees: Cladistics". Understanding Evolution. University of California Museum of Paleontology. 5 Mei 2021. Diakses tanggal 16 Oktober 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Roderick D.M. Page; Edward C. Holmes (14 Juli 2009). Molecular Evolution: A Phylogenetic Approach. John Wiley & Sons. ISBN 978-1-4443-1336-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 Kitching, Ian J.; Forey, Peter L.; Williams, David M. (2001). "Cladistics". Dalam Levin, Simon A. (ed.). Encyclopedia of Biodiversity (Edisi 2nd). Elsevier. hlm. 33–45. doi:10.1016/B978-0-12-384719-5.00022-8. ISBN 9780123847201. Diakses tanggal 29 Agustus 2021.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link))
  7. ↑ Hillis, David M.; Sadava, David; Hill, Richard W.; Price, Mary V. (2014). "Reconstructing and using phylogenies". Principles of Life (Edisi 2nd). Sunderland, Mass.: Sinauer Associates. hlm. 325–342. ISBN 978-1464175121.
  8. ↑ Currie PJ, Padia K (1997). Encyclopedia of Dinosaurs. Elsevier. hlm. 543. ISBN 978-0-08-049474-6.
  9. ↑ Concise Encyclopedia Biology. Tubingen, DEU: Walter de Gruyter. 1996. hlm. 366. ISBN 9783110106619.
  10. ↑ Barton N, Briggs D, Eisen J, Goldstein D, Patel N (2007). "Phylogenetic Reconstruction". Evolution. Cold Spring Harbor Laboratory Press.
  11. ↑ Baum, David (2008). "Trait Evolution on a Phylogenetic Tree: Relatedness, Similarity, and the Myth of Evolutionary Advancement". Nature Education. 1 (1): 191.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan