Minggu, 04 Oktober 2026
19:14 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Miosen Awal

Bagikan:

Miosen Awal adalah pembagian dari kala (tahap) Miosen yang terdiri dari dua tahap: Aquitanium dan Burdigalium.[1][2]

Miosen Awal berlangsung dari 23.03 ± 0.05 Ma hingga 15.97 ± 0.05 Ma (juta tahun lalu). Miosen Awal mendahului kala Oligosen. Seiring iklim pada masa ini mendingin, lanskap mulai berubah. Jenis mamalia baru berevolusi untuk menggantikan hewan-hewan punah dari kala Oligosen. Anggota pertama famili hyena dan cerpelai mulai berevolusi untuk menggantikan Hyaenodon, entelodont dan anjing beruang yang telah punah. Chalicotheriidae sintas melewati kala Oligosen. Sebuah genus entelodont baru, Daeodon, berevolusi, beradaptasi dengan habitat-habitat baru Miosen Awal dan membur hewan-hewan mangra baru pada masa ini; hal ini dengan cepat menjadikannya sebagai predator puncak Amerika Utara. Namun, genus tersebut punah karena kompetisi dari Amphicyon, pendatang dari Eurasia. Amphicyon menyaingi Daeodon karena ukuran otaknya yang lebih besar, giginya yang lebih tajam, dan kakinya yang lebih panjang, yang beradaptasi untuk pengejaran yang lebih lama.

Referensi

  1. ↑ Lucas, Spencer G.; Blodgett, Robert B.; Lichtig, Asher J.; Hunt, Adrian P. (2022-08-02). Fossil Record 8 (dalam bahasa Inggris). New Mexico Museum of Natural History and Science. hlm. 400–401.
  2. ↑ Raffery, John, ed. (2010-08-15). The Cenozoic Era: Age of Mammals (dalam bahasa Inggris). The Rosen Publishing Group, Inc. hlm. 104–105. ISBN 978-1-61530-144-7.
Ikon rintisan

Artikel bertopik geokronologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan