Kamis, 24 September 2026
00:01 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Predator puncak

120px-Elang_Jawa_%28Nisaetus_Bartelsi%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Panthera_pardus_close_up.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Elang jawa dan macan tutul merupakan kedua contoh predator puncak.[1][2]

Predator puncak atau pemangsa puncak adalah jenis predator berada di atas puncak rantai makanan dan tidak memiliki predator yang memangsanya.[3] Istilah ini secara umum diterapkan ketika membahas dinamika trofik, di mana predator puncak menempati tingkatan trofik tertinggi. Predator puncak sebagai konsep diterapkan dalam berbagai kajian ekologi seperti ekowisata dan konservasi alam.

Binatang dapat menjadi predator puncak pada beberapa lingkungan tetapi tidak di tempat lain. Beberapa spesies berakhir pada rantai makanan panjang, ketika mereka memiliki peran penting untuk memelihara kesehatan ekosistem, dan beberapa predator pada akhir rantai makanan hanya memiliki 3 tahap (rumputrusaserigala). Beberapa seperti beruang, hiena, buaya, serigala, anjing besar, hiu, komodo, dan paus pembunuh adalah pemakan manusia, walaupun mereka menghindari manusia.

Referensi

  1. Ridwan, Iwan; At, Mulyadi; Rusli, Abdul Rahman (2014). "Pemantauan Ekologi Sarang Elang Jawa (Spizaets bartelsi) di Wilayah Hutan Cikaniki Taman Nasional Gunung Halimun Salak". Jurnal Nusa Sylva. 14 (2): 44-47. doi:10.31938/jns.v14i2.153.
  2. Sulistyadi, Eko (2012). "Komunitas Mamalia Besar Gunung Slamet". Dalam Maryanto, Ibnu; Noerdjito, Mas; Partomihardjo, Tukin (ed.). Ekologi Gunung Slamet (PDF). Jakarta: LIPI Press. hlm. 121–134.
  3. "Jean-Michel Cousteau : Ocean Adventures . Glossary | PBS". www.pbs.org. Diakses tanggal 2025-04-03.

Pranala luar

Umum
Hierarki
Interaksi biologis
Jangka pendek
Jangka panjang
Jaring-jaring makanan
Konsep
Peranan
Peran sebagai spesies
Distribusi spesies
Lain-lain
Ekologi ruang
Ikon rintisan

Artikel bertopik ekologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan