Kamis, 29 Oktober 2026
17:03 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Predator puncak

Bagikan:
120px-Elang_Jawa_%28Nisaetus_Bartelsi%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Panthera_pardus_close_up.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Elang jawa dan macan tutul merupakan kedua contoh predator puncak.[1][2]

Predator puncak atau pemangsa puncak adalah jenis predator berada di atas puncak rantai makanan dan tidak memiliki predator yang memangsanya.[3] Istilah ini secara umum diterapkan ketika membahas dinamika trofik, di mana predator puncak menempati tingkatan trofik tertinggi. Predator puncak sebagai konsep diterapkan dalam berbagai kajian ekologi seperti ekowisata dan konservasi alam.

Binatang dapat menjadi predator puncak pada beberapa lingkungan tetapi tidak di tempat lain. Beberapa spesies berakhir pada rantai makanan panjang, ketika mereka memiliki peran penting untuk memelihara kesehatan ekosistem, dan beberapa predator pada akhir rantai makanan hanya memiliki 3 tahap (rumput→rusa→serigala). Beberapa seperti beruang, hiena, buaya, serigala, anjing besar, hiu, komodo, dan paus pembunuh adalah pemakan manusia, walaupun mereka menghindari manusia.

Referensi

  1. ↑ Ridwan, Iwan; At, Mulyadi; Rusli, Abdul Rahman (2014). "Pemantauan Ekologi Sarang Elang Jawa (Spizaets bartelsi) di Wilayah Hutan Cikaniki Taman Nasional Gunung Halimun Salak". Jurnal Nusa Sylva. 14 (2): 44-47. doi:10.31938/jns.v14i2.153.
  2. ↑ Sulistyadi, Eko (2012). "Komunitas Mamalia Besar Gunung Slamet". Dalam Maryanto, Ibnu; Noerdjito, Mas; Partomihardjo, Tukin (ed.). Ekologi Gunung Slamet (PDF). Jakarta: LIPI Press. hlm. 121–134.
  3. ↑ "Jean-Michel Cousteau : Ocean Adventures . Glossary | PBS". www.pbs.org. Diakses tanggal 2025-04-03.

Pranala luar

Umum
Hierarki
Interaksi biologis
Jangka pendek
Jangka panjang
Jaring-jaring makanan
Konsep
Peranan
Peran sebagai spesies
Distribusi spesies
Lain-lain
Ekologi ruang
Ikon rintisan

Artikel bertopik ekologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan