Sabtu, 07 November 2026
11:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Sihaloho

salah satu marga Batak Toba

Bagikan:
Sihaloho
Aksara Batakᯘᯪᯂᯞᯬᯂᯬ
(Surat Batak Toba)
Nama marga
  • Sihaloho
  • Haloho
Nama/penulisan alternatif
Artisi + haloho
(pagar bulan)
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadibanua
5Raja Silahisabungan
6Loho Raja
(Sihaloho)
Nama lengkap tokohLoho Raja
Nama istriRanimbani boru Padang Batanghari
Nama anak (putra)
  • 1. Borno Raja
  • 2. Puran Raja
Genealogi
Induk margaRaja Silahisabungan
KlanSilahisabungan
Marga sekerabat
Mataniari binsarPadang Batanghari
Asal
SukuBatak
Etnis
Daerah asalSilalahi Nabolak, Dairi
Persebaran dengan populasi signifikan

Sihaloho (Surat Batak: ᯘᯪᯂᯞᯬᯂᯬ) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari Silalahi Nabolak. Leluhur marga Sihaloho adalah Loho Raja, putra sulung dari Raja Silahisabungan.[1][2]

Asal

Sihaloho merupakan salah satu marga yang berasal dari garis keturunan Raja Silahisabungan. Dengan kata lain, marga Sihaloho merupakan salah satu marga yang tergabung dalam persatuan Silahisabungan.

Adapun Raja Silahisabungan menikah dengan Pinggan Matio boru Padang Batanghari dan Similing-iling (Nailing). Raja Silahisabungan kemudian memiliki delapan orang putra dan seorang putri yang bernama Deang Namora. Adapun kedelapan putra tersebut antara lain adalah:

  1. Loho Raja
    (Sihaloho) • (Haloho) • (Kaloko) • (Keloko)
  2. Tungkir Raja (Situngkir)
  3. Sondi Raja (Rumasondi) atau (Rumasingap)
  4. Butar Raja
    (Sinabutar) atau (Sidabutar)
  5. Dabariba Raja
    (Sinabariba) atau (Sidabariba)
  6. Debang Raja (Sidebang)
  7. Batu Raja (Pintubatu)
  8. Tambun Raja
    (Tambun) atau (Tambunan)

Secara keseluruhan, keturunan Sihaloho sendiri mayoritas bermukim di Silalahi Nabolak, Paropo, Tolping, Pangururan, Simanindo, Parbaba, dan daerah lainnya.

Marga Sihaloho juga tercatat memiliki beberapa boru sihabolonan, adapun beberapa boru sihabolonan tersebut, yaitu: Simanihuruk dan Sidauruk

Tarombo (Silsilah)

Loho Raja
(Sihaloho)
Boru Padang Batanghari
Borno RajaPuran Raja
Raja DapotanRaja PandebulanRaja GuguanHot RajaAnggi Raja
Bonar RajaBaba Raja
(Parbaba)
Boru Sitanggang
Homban RajaTurgan Raja
(Kaloko)
Togu Raja
Gugu RajaAmbat RajaRaja HumalaSinaborno
Boru Turnip
SinapuranSinapituOmpu Tuktuk
Pande RajaRaja HatoguanOmpu Jungjungan Tua
(Parlombu)
Boru Sitanggang
Guru Sodungdangon
(Parhambing)
Boru Sitanggang

Loho Raja yang kemudian membawa marga Sihaloho menikah dengan Ranimbani boru Padang Batanghari dan kemudian ia menetap di Silalahi Nabolak. Kemudian ia memperoleh dua orang putra yaitu Borno Raja dan Puran Raja. Borno Raja kemudian memperoleh tiga orang putra, yaitu: (1) Raja Dapotan yang bermukím di Silalahi Nabolak; (2) Raja Pandebulan yang bermukim di Soping; dan (3) Raja Guguan yang menetap di Paropo. Kemudian Raja Dapotan memperoleh empat orang putra, yaitu: (1) Bonar Raja yang tetap tinggal di Silalahi Nabolak; (2) Baba Raja yang pergi dan menetap di Parbaba, dan menguasai pesisir Parbaba; (3) Homban Raja yang pergi ke Tanah Karo; dan (4) Turgan Raja yang dikenal juga sebagai Simartugan, bermukim di Suak Pegagan Dairi dan membawa marga Kaloko. Raja Dapotan juga memiliki seorang putri yang bernama Si Boru Nalambok yang dinikahi oleh marga Lingga.

Bonar Raja kemudian memperoleh tiga orang putra, yaitu: (1) Gugu Raja yang menetap di Paropo; (2) Ambat Raja yang menetap di Bintang; dan (3) Raja Humala yang menetap di Silalahi Nabolak. Adapun Gugu Raja sendiri memiliki dua orang putra, yaitu: Pande Raja dan Raja Hatoguan.

Baba Raja yang kemudian membuka wilayah Parbaba sendiri kemudian menikah dengan Boru Sitanggang serta memperoleh tiga orang putra, yaitu: (1) Sinaborno yang membawa nama leluhur, yakni Borno Raja; (2) Sinapuran yang membawa nama leluhurnya, yakni Puran Raja; dan (3) Sinapitu yang namanya terinspirasi dari ketujuh putra Silahisabungan yang dilahirkan oleh Boru Padang Batanghari, (adapun yang meyakini bahwa nama Sinapitu ini terinspirasi dari nama anak ketiga dari Loho Raja, namun sebagian besar keturunan Sihaloho mengakui Loho Raja hanya memiliki dua anak). Baba Raja juga memiliki seorang putri yang kemudian dinikahi oleh Sitabi Dalan (Raja Simanihuruk), leluhur marga Simanihuruk. Sinaborno sendiri menikah dengan Dapot Nauli Boru Turnip memiliki dua orang putra, yaitu Ompu Jungjungan Tua (Parlombu) yang menikahi Boru Sitanggang dan Guru Sodungdangon (Parhambing) yang menikah dengan Boru Sitanggang. Keturunan dari Parlombu sendiri bermukim di Lumban Sihaloho Tolping, dan kemudian tersebar juga ke Halaotan, Haranggaol, Purba Dolok, dan Tiga Runggu; sedangkan keturunan dari Parhambing bermukim di Parbaba Dolok dan Liang Deak. Adapun keturunan dari Sinapuran sendiri tersebar di Parbaba, Sibatubatu, dan Ambarita.

Puran Raja sendiri memiliki dua orang putra, yaitu: Hot Raja dan Anggi Raja. Kemudian Anggi Raja memiliki seorang putra yang bernama Togu Raja, dan Togu Raja kemudian memiliki seorang putra yang bernama Ompu Tuktuk. Keturunan dari Puran Raja sendiri bermukim di Tongging dan Soping.

Tokoh

Galeri

  • Potret Raja Parjalinan Haloho bersama istrinya,  di Dairi (sekitar tahun 1935).
    Potret Raja Parjalinan Haloho bersama istrinya,
    di Dairi (sekitar tahun 1935).

Referensi

  1. ↑ Sinurat, Lusius. "Silsilah Marga Silahisabungan". Lusius Sinurat. Diakses tanggal 2022-12-10.
  2. ↑ Vergouwen, J. C. (Jacob Cornelis) (1964). The social organisation and customary law of the Toba-Batak of northern Sumatra. Internet Archive. The Hague, M. Nijhoff.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan