Minggu, 20 September 2026
22:34 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Dupa

Dupa

250px-008_Incense_%289046297011%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hio yang dibakar di kuil Buddha di Thailand.

Dupa atau setanggi adalah bahan-bahan aromatik yang mengeluarkan asap harum yang khas ketika dibakar. Dupa umumnya digunakan dalam ritual keagamaan seperti sembahyang dan ibadah, untuk aromaterapi, atau sebagai sarana meditasi.[1] Selain itu, dupa juga dapat digunakan sebagai deodoran sederhana atau penolak serangga.[2][3]

Dupa umumnya terbuat dari tumbuh-tumbuhan aromatik yang sering kali dikombinasikan dengan minyak asiri.[4] Bentuk dupa yang digunakan saat ini berbeda-beda tergantung budaya yang menggunakannya dan juga mengalami perubahan seiring kemajuan teknologi dan kebutuhan.[5]

Dupa umumnya dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu dupa yang terbakar oleh sumber api terpisah dan dupa yang langsung dibakar. Dupa yang langsung dibakar umumnya berupa pasta kering yang dibalut pada sebuah tongkat membentuk batangan dan bagian yang terbakar terlihat seperti bara api yang menyala.[2][6] Dupa semacam itu, khususnya dupa yang digunakan dalam upacara Tionghoa, disebut hio (Hanzi:; Pinyin:xiāng; bahasa Inggris:joss stick). Dupa pada hio umumnya terbuat dari bahan gaharu dan cendana.

Dupa umumnya sering digunakan pada kegiatan ritual peribadatan keagamaan kepercayaan tradisional Tionghoa, Taoisme, Konghucu, Buddha, Hindu, Kejawen, dan berbagai kepercayaan lainnya.

Dupa juga digunakan dalam misa dan ibadat Kristen, khususnya dalam Gereja Katolik, Gereja Ortodoks Timur, Gereja Ortodoks Oriental, dan Gereja Timur Asiria, serta juga digunakan dalam peribadatan jemaat Lutheran, Katolik Lama, Metodis, Reformed, Presbiterian, dan Anglikan. Dupa tersebut umumnya dimasukkan dalam suatu pedupaan yang disebut turibulum, yaitu wadah yang terbuat dari logam dengan tutup yang berlubang, serta memiliki gantungan rantai yang dikaitkan pada dua sisinya. Arang diletakkan di dalam turibulum, terpisah dengan bagian dupa, untuk membakar dupa tersebut. Dupa yang digunakan umumnya terbuat dari bahan kemenyan atau resin mur.

Galeri

  • Pedupaan Mesir pada abad ke-7 SM
  • Dupa yang dibakar di Kuil Longhua
    Dupa yang dibakar di Kuil Longhua
  • Räucherkerzchen, dupa berbentuk kerucut dan berbahan dasar arang
    Räucherkerzchen, dupa berbentuk kerucut dan berbahan dasar arang
  • Dupa dengan gambar naga besar
    Dupa dengan gambar naga besar
  • Dupa arang
    Dupa arang
  • Dupa dalam turibulum yang digunakan dalam misa Katolik.
    Dupa dalam turibulum yang digunakan dalam misa Katolik.
  • Dupa India.
    Dupa India.
  • Setumpuk hio Jepang
    Setumpuk hio Jepang

Referensi

  1. Maria Lis-Balchin (2006). Aromatherapy science: a guide for healthcare professionals. Pharmaceutical Press. hlm. 9–11. ISBN 978-0-85369-578-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 "Incense - New World Encyclopedia". www.newworldencyclopedia.org. Diakses tanggal 2020-09-05.
  3. Malcolm Harper (2010). Inclusive Value Chains: A Pathway Out of Poverty. World Scientific. hlm. 247. ISBN 9789814295000. Diakses tanggal 05 September 2020.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. Cunningham's Encyclopedia of magical herbs. Llewellyn Worldwide. 2000. hlm. 15. ISBN 978-0-87542-122-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. "Making Incense by David Oller". baieido-usa.com. Diakses tanggal 05 September 2020.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  6. "How to Make Incense". Scents-of-earth.com. Diakses tanggal 05 September 2020.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=

Daftar pustaka

Bumbu dapur
Wangi-wangian
Penyamak kulit dan pewarna

Lihat pula

Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan